ANALISIS NAQD AL MUTN UMMUL MUKMIININ AISYAH RA TENTANG TENDENSI MISSOGINISME DALAM HADIS SUTRAH
Main Article Content
Abstract
Ilmu Hadis merupakan bagian dari studi Islam memiliki kompleksitas persoalan tinggi. Tidak hanya berbicara tentang aspek aqidah, akhlaq, fiqih atau muamalah. Ilmu Hadis juga membahas tentang aspek lain diluar persoalan keislaman. Salah satunya persoalan gender dalam hal ini hadis, yang dinilai memiliki muatan “missoginismeâ€[1].Maka upaya para Ulama terutama generasi awal yaitu para sahabat mengoreksi dan melakukan kritik.
Fokus permasalahan terletak pada kasus hadis sutrah (batas shalat), pada jalur periwayatan Abu Dzar Al Ghifari dan Abu Hurairah juga hadis bantahan dari Siti Aisyah RA. Pertama, hadis pada riwayat Abu Dzar dan Abu Hurairah menunjukan bahwa wanita merupakan bagian dari penyebab yang membatalkan batas shalat selain dari anjing hitam, dan keledai. Kedua, hadis dari Urwah bin Zubair menjelaskan bantahan Aisyah dengan matan,“Apakah wanita itu sudah seperti binatang buruknya?â€, kemudian ini disebut sebagai analisis Naqd al Mutun.
Upaya kritik matan (naqd al Mutn) Aisyah RA terhadap beberapa riwayat ini. Menghasilkan beberapa kesimpulan; bahwa secara etik-moral tidak mungkin Rasulullah SAW menyatakan bahwa wanita setara dengan anjing, dan keledai. Dan secara tegas Aisyah melakukan kritik terhadap beberapa jalur periwayatan terkait “makna†dan urgensitas hadis tersebut
       Lalu, para ulama juga memunculkan beberapa argumentasi terkait kasus hadis sutrah (missoginis) tersebut. Dengan analisa komparatif dan library research menggunakan kitab-kitab takhrij, dan syarah. Maka akan ditemukan bagaimana para ulama mencoba mengketengahi persoalan ini.
Â
      Kata kunci : Aisyah RA, Naqd al Mutn, Hadis Sutrah, Ulama Jumhur      [1]Misoginis sebagaimana diutarakan Nasarudin Umar dalam desertasi, “Argumen Kesetaraan Gender perspektif Al Qur’an†yaitu sebuah nilai/usaha yang berupaya mendeskritkan perempuan mengenai konsep gender dalam tata-nilai norma kehidupan.(Lihat, Nasarudin Umar, Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Alquran Jakarta;Dian Rakyat).hlm.45.
Â
Article Details
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).