Survey dan Pendokumentasian Sayuran Lokal di Pasar Tradisional Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur

Kartika Yurlisa, Moch. Dawam Maghfoer, Nurul Aini, Wiwin Sumiya D.Y., Paramyta Nila Permanasari

Sari


Upaya pendokumentasian sayuran lokal sangatlah penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan keragaman sayuran lokal yang terancam punah oleh perubahan zaman, alih fungsi lahan, dan pola konsumsi masyarakat. Paper ini mendiskusikan keragaman sayuran lokal di Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan survey eksplorasi melalui teknik wawancara terstruktur. Daerah survey mencangkup 15 pasar tradisional yaitu Gurah, Pare, Induk Pare, Pagu, Plemahan, Ngadiluwih, Grogol, Wates, Gempengrejo, Papar, Mojo, Pahing, Setono Betek, Grosir Ngronggo dan Bandar. Responden yang diwawancarai pada saat survey adalah pedagang sayur yang menjual sayuran lokal. Total jumlah responden di 15 pasar tradisional adalah 40 orang. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif menggunakan software excel. Paper ini mendokumentasikan 28 spesies dari 16 famili tanaman. Sayuran lokal yang banyak diperjualbelikan adalah kenikir, kacang panjang, kangkung dan kemangi. Sedangkan sayuran yang dijumpai sedikit diperjualbelikan adalah kucai, selada air, nangka, dan terung pokak. Sayuran lokal khas daerah tersebut adalah sintrong dan sembukan. 61% sayuran lokal yang ditemui sudah dibudidayakan, 21% dibudidayakan tetapi masih dipungut dari alam, sisanya sebanyak 18% merupakan sayuran yang masih dipungut dari alam. Sayuran yang dipungut dari alam seperti pakis, sintrong, sembukan, bambu dan lamtoro mempunyai potensi untuk didomestikasi menjadi tanaman budidaya.


Kata Kunci


Sayuran lokal, Kediri, Jawa Timur

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abrori, M. (2016). Keanekaragaman tumbuhan bawah di Cagar Alam Manggis Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Skripsi, Universitas Islam Negeri, Malang.

Amjad, M. S., & Arshad, M. (2014). Ethnobotanical inventory and medicinal uses of some important woody plant species of Kotli, Azad Kashmir, Pakistan. Asian Pac. J. Trop. Biomed 4, 12, 952-958.

Arshad M., Ahmed M., Ahmed E. Saboor A., Abbas A., & Sadiq, S. (2014). An ethnobotanical study in Kala Chitta Hills of Pothwar Region. Pakistan: Multinomial logit specification. J. Ethnobiol Erhnomed, 10, 13.

Becker, K., Afuang W., & Siddhuraju, P. (2003). Comparative nutritional evaluation of raw, methanol extracted residues and methanol extracs of moringa (Moringa oleifera Lam.) leaves on growth performance and feed utilization in Nile Tilapia (Oreochromis niloticus L.). Aquaculture Research 34, 13, 1147-1159.

Caton, B. P., Mortimer, M., Hill, J.E., & Johnson, D. E. (2010). A practical field guide to weeds of rice in Asia. Philippines: International Rice Research Institute

Chotimah, H. E. N. C., Kresnatita, S. & Miranda, Y. (2011). Studi etnobotani sayuran indigenous (lokal) Kalimantan Tengah. Jurnal Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo. Solo.

FAOSTAT. (2007). Food agriculture organization corporate statiscal database FAOSTAT on-line, United Nation Food and Agriculture Organization, Rome. Retrieved from. http://faostat.fao.org/default.aspx.

Ghorbani, A. (2005). Studies on pharmaceutical ethobotany in region of Turkmen Sahra, North of Iran (Part 1) General Results. J. Ethnopharmacol, 102, 58-68.

Giday, M., Astaw Z., & Woldu Z. (2009). Medicinal plants of the Meinit ethnic group of Ethiophia: an ethnobotanical study. J. Ethnopharmacol, 124, 513-521.

Grubben, G. J. H., Siemonsma, J.S., & Kasem, P. (1994). Introduction to plant resources of South-East Asia 8: vegetables. Bogor: PROSEA Foundation.

Kadir, M. F., Bin Sayeed, M. S., & Mia, M. M. K. (2012). Ethnopharmacological survey of medicinal plants used by indigenous and tribal people in Rangamati, Bangladesh. J. Ethnopharmacol, 144, 627-637.

Madalla, N., Agbo, N.W., & Jauncey, K. (2013). Evaluation of aqueous extracted moringa leaf meal as a protein source for Nile Tilapia Juveniles. Tanzania Journal of Agricultura Science, 12, 1, 53-64.

Marsh, R. (1998). Building on traditional gardening to improve household food security. Food Nutr: Agric., 22, 4-14.

Naidu, V. S. G. R. (2012). Hand book on weed identification. directorate of weed science research. India: Jabalpur.

Pugalenthi, M., Vadivel, V., & Siddhuraju, P. (2005). Alternative food/feed perspectives of an underutilized legume Mucuna pruriens Var. Utilis – a review. Plants Foods for Human Nutrition, 60, 201-218.

Rosyetti. (2009). Studi keterkaitan

pertumbuhan penduduk dengan

pembangunan ekonomi di Kabupaten

Kuantan Singing. Jurnal Ekonomi, 17, 2,

-63.

Sari, D. A.W., & Santoso, E.B. (2016). Faktor-

faktor yang mempengaruhi pengembangan

komoditas unggulan Hortikultura di

Kawasan Agropolitan Ngawasondat

Kabupaten Kediri. Jurnal Teknik, 5, 1, 64-

Suryadi & Kusmana. (2004). Mengenal

sayuran indijenes, monografi no.25.

Bandung: Balai Penelitian Tanaman

Sayur.

Susanti, H. (2015). Ethnobotanical study for swamp Lokal vegetables at Martapura

Market of South Kalimantan. Ziraa’ah, 40,

, 140-144.

WCMC. (1992). Global biodiversity: status of the earth’ living resources – world conservation monitoring centre. New York : Chapman and Hall.

Zheng, X., & Xing, F. (2009). Ethnobotanical study on medicinal plants around Mt. Yinggeling, Hainan Island, China. J. Ethnopharmacol, 124, 197-210.




DOI: https://doi.org/10.15575/biodjati.v2i1.1287

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jumlah Kunjungan