Kearifan Ekologi Orang Baduy dalam Konservasi Padi dengan "Sistem Leuit"

Johan iskandar, Budiawati Supangkat Iskandar

Abstract


ABSTRAK

Ditilik dari sejarah ekologi, di masa silam sebelum ada program moderniasi usaha tani sawah melalui program Revolusi Hijau, para petani sawah di Jawa Barat dan Banten guyub menyimpan padi hasil panen padi di lumbung (leuit). Kini sistem lumbung padi tersebut hampir punah di Jawa Barat dan Banten. Namun masyarakat Baduy yang bermukim di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten Selatan, kebiasaan menyimpan padi pada sistem leuit masih kokoh dipertahankan secara lekat budaya dan berkelanjutan. Paper ini mendiskusikan tentang kearifan ekologi Orang Baduy dalam mengkonservasi padi dengan  sistem leuit. Metoda penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnoekologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang Baduy memiliki kearifan ekologi, seperti mampu menyimpan padi ladang hasil panen mereka pada lumbung padi (leuit) secara  tahan lama dalam kurun waktu hingga puluhan tahun. Padi ladang utamanya hanya digunakan untuk memenuhi berbagai upacara adat dalam kegiatan berladang dan untuk dikonsumsi sehari-hari, terutama apabila Orang Baduy tidak memiliki cukup uang untuk membeli beras sawah dari warung. Maka, seyogianya kearifan ekologi Orang Baduy ini dapat dipadukan dengan pengetahuan ilmiah Barat, guna dimanfaatkan dalam progam pemangunan keamanan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan berbasis pemberdayan masyarat di Indonesia.


Keywords


kearifan ekologi, sistem leuit, katahanan pangan, Orang Baduy

Article metrics

Abstract views : 130 | PDF views : 94


DOI: https://doi.org/10.15575/biodjati.v2i1.1289

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Adimihardja, K. (1991). The Traditional Agricultural Rituals and Practices of the Kasepuhan Community of West Java. Indo Pacific Prehistory Assn.Bulletin 10 : 226-234.

Al Ansori, A. M., Ratnasari, S.M., Nurhanifah, Alfajri, R., & Aji, D. N. (2015). Teknologi Leuit Baduy: Lumbung Padi Tahan Hama dan Busuk. Program Kreativitas Mahasiswa, Unpad.

Albuquerque, U. P., da Cunha, L. V. F. C., RFP de Lucena, R. E. P., & Alves, R.R.N., (eds) (2014). New York: Methods and Techniques in Ethnobiology. Springer Science-Business Media.

Arisetyawan, A., Suryadi, D., Herman, T., & Rahmat, C. (2014). Study Ethnomathematics : A Lesson From Baduy Culture. International Journal of Education and Research 2 (10): 681-688.

Berkes, F. 2008. New York: Sacred Ecology. Routledge.

Carlson, T. J. S., & Maffi, L. (2004). Introduction: Ethnobotany and Conservation of Biocultural Diversity. In Carslson, T.J.S, and Maffi, L. (eds), Ethnobotany and Conservation of Biocultural Diversity. New York: The New York Botanical Garden, New York, pp.1-6.

Cotton, C. M. (1996). Ethnobotany: Principles and Application. England: John Willey and Sons Ltd.

Ellen, R., & Harris, H. (2000). Introduction. In Ellen, R. Parkes, P and Bicker, A. (eds), Indigenous Environmental Knowledge and Transformations. Amsterdam: Harwood Academic, pp.1-33.

Fox, J. J. (1991). Managing the Ecology of Rice Production in Indonesia. Dalam Hardjono, J. (ed), Indonesia: Resources, Ecology, and Environment. Singapore: Oxford University Press.

Fox, J. (2016). Serangga yang Berkembang biak secara Cepat Mengancam Produksi Padi di Jawa. Dalam Winarto, Y.T. (ed), Krisis Pangan dan “Sesat Pikir” : Mengapa Masih Berlanjut. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia, pp. 41-44.

Ichwandi, I., & Shinohara, T. (2007). Indigenous Parctices for use of and managing tropical natural resources: A Case study on Baduy Community in Banten, Indonesia. Tropics 16 (2): 87-102.

IRRI (The International Rice Research Institute). (2004). Training-Manual-Grain-Storage. The International Rice Research Institute, USA.

Iskandar, J., & Ellen, R. (1999). In Situ Conservation of Rice Landraces Among the Baduy of West Java. Journal of Ethnobiology 19 (1) : 97-125.

Iskandar, J., & Iskandar, B. S. (2011). Agroekosistem Orang Sunda. Bandung: Buku Kiblat Utama Press. Iskandar, J., and Iskandar, B.S. 2017. Various Plants of Traditional Rituals: Ethnobotanical Research Among the Baduy Community. Biosaintifika 9 (1) : 114-125.

Jamaludin, (2012). Makna Simbolik Huma (Ladang) di Masyarakat Baduy. Jurnal Ilmu Humaniora 11 (1) : 1-91.

Jamaludin, Permadi, G. M. I., & Kharisma, M. C. (2013). Tinjauan Arsitektur Internasional Desa Kanekes. Jurnal Rekajiva, Jurnal Online Institut Teknologi Nasional. Jurusan Interior Desain Interior, Itenas No. x.Vol xx: 1-15.

Khomsan, A., & Wigna, W. (2009). Sosio-Budaya Pangan Baduy. Jurnal Gizi dan Pangan 4 (2) : 63-71.

Marfori, M. C., Kajima, S. I., Fukusaki, E., & Kobayashi, A. (2015). Lansioside D, a new triterpenoid glycoside antibiotic from the fruit of Lansium domesticum Correa. Journal of Pharmacognocy and Phytochemstry 3 (5) : 140-143.

Martin, G. J. (1995). Ethnobotany : a Methods Manual. London: Chapman and Hall.

Newing, H., Eagle, C. M., Puri, R. K., & Watson, C.W. (2011). Conducting Research in Conservation: Social Science methods and Practice. London and New York : Routledge.

Pfeiffer, J. M., Dun, S., Mulawarman, B., & Rice, K.J. (2006). Biocultural Diversity in Traditional Rice Base Agroecosystems: Indigenous Research and Conservation maco (Oryza sativa L.) Upland Rice Landraces of Eastern Indonesia. Envir Dev Sutain. Springer Since + Business Media M.V. DOI 10.1007/s 10668-006-9047-2.

Prabowo, R. (2010). Kebijakan Pemerintah Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia. Mediagro6 (2):62-73.

Reijintjes, C., Haverkort, B., & Waters-Bayer, A. (1992). Farming for the Future: An Introduction to Low-External-Input and Sustainable Agiculture. London and Basingstoke : The Macmillan PressLtd.

Richards, P. (1994). Local knowledge formation and validation: the case of rice production in central Sierra Leone. In Scoones, I., Thomson, J. (eds), Beyond Farmer First: Rural People’s Knowledge, Agriculture Research and Extension Practice. London: Intermediate Technology Publications, pp.165-170.

Setyawati, I. (1999). Pengetahuan tentang varietas-varietas padi dan pemanfaatannya di kalangan Orang Kenyah Leppo’ke di Apau Ping. Dalam Eighenter, C. dan Sellato, B. (eds), Kebudayaan dan Pelestarian Alam: Penelitian Interdisipliner di Pedalaman Kalimantan. WWF Indonesia, Jakarta, pp. 97-113.

Sillitoe, P. (2002). Globalizing indigenous knowledge. In Sillitoe, P., Bicker, A., and Pottier, J. (eds), Participating in Development: Apporoaches to Indigenous Knowledge. London and New York: Routledge, pp. 108-138.

Suparmini, Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. 2013. Pelestarian Lingkungan Masyarakat Baduy Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Penelitian Humaniora 18 (1): 8-22.

Toledo, V. M. (2000). Ethnoecology: A conceptual framework for the study of indigenous knowledge on nature. Plenary lecture, Seventh International Congress of Ethnobiology, Athens, Ga, 22-27 October 2000.

Wessing, R., & Barenregt, B. (2005). Tending the Spirit’s Shrin: Kanekes and Pajajaran in West Java. Moussons 8:3-26.

Winarto, Y. T. (2016). Mengatasi “Ancaman Krisis Pangan” dan Menanggulangi “Sesat Pikir”: Suatu Pengantar. Dalam Winarto, Y. T. (ed), Krisis Pangan dan “Sesat Pikir”: Mengapa Masih Berlanjut?. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia Jakarta. pp:1-20


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jumlah Kunjungan