Keanekaragaman Spesies dan Status Konservasi Ikan Pari di Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke Jakarta Utara

Fahma Wijayanti, M. Pandu Abrari, Narti Fitriana

Abstract


Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan pari dalam jumlah yang besar (101.991 ton), Hal tersebut menyebabkan terancamnya kelangsungan hidup dari spesies ikan pari serta terganggunya habitat dan ekosistem yang disebabkan oleh banyaknya perburuan ikan pari di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies dan status konservasi ikan pari di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke Jakarta Utara. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling di 13 kapal nelayan yang baru berlabuh di TPI Muara Angke. Hasil menunjukkan bahwa ikan pari yang didapatkan sebanyak 713 individu yang tergolong ke dalam 2 ordo 6 famili dan 14 spesies. Keanekaragaman jenis ikan pari pada lokasi penelitian tergolong sedang, dengan nilai H’=1,136. Status konservasi ikan pari yang telah diamati selama penelitian memiliki status konservasi berdasarkan kategori IUCN, yaitu terdapat 9 spesies termasuk dalam kategori vulnerable (VU), 3 spesies termasuk kategori near threatened (NT) dan 2 spesies termasuk dalam kategori data deficient (DD). Himantura uarnacoides merupakan ikan pari yang paling banyak didapatkan pada lokasi penelitian dengan jumlah yaitu 531 individu.


Keywords


Ikan pari, keanekaragaman jenis, Pelelangan Ikan Muara Angke, status konservasi.

References


Adrim, M. (2007). Penelitian Keanekaragaman Hayati Ikan Hiu dan Pari (Elasmobranchii) di Indonesia. Laporan Kumulatif Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK Riset Kompetitif LIPI Tahun Anggaran 2004-2007. Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. Jakarta.

Allen, G. (2000). Marine Fishes of South and East Asia.A Field Guide for Anglers and Diversity. Western Australia.

Arlyza, K., Shen, Solihin, D. D., Berrebi, P. & Borsa. (2013). Species boundaries in the Himantura uarnak species complex (Myliobatiformes: Dasyatidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 66.

Berthe, C. & Lecchini. (2016). Influence of boat noises on escape behaviour of white-spotted eagle ray Aetobatus ocellatus at Moorea Island (French Polynesia). Comptet Rendus Biologies 339.

Camhi, M. S. J., Fowler, Musick A., Brautigam & Fordham. S. (1998). Sharks and Their Relatives, Ecology and Conservation. Occasional Paper of IUCN Species Survival Commision No. 20. IUCN. Cambridge.

Departemen Kelautan dan Perikanan. (2004). Undang-undang No. 31 Tahun 2004. Tentang Perikanan. Jakarta

Dharmadi & Fahmi. (2003). Fisheries Characteristic of Artisanal Sharks and Rays In Indonesia Waters. Jakarta. Preceding Seminar on Marine and Fisheries. Agency For Marine and Fisheries Research. Hlm. 122-129.

[IUCN] International Union for Conservation of Nature .(2015). IUCN Red List of Threatened Species. http://www.iucnredlist.org/. Diakses 10 November 2015 .

Kar, A., Raut S.K., Bhattacharya, S., Patra S. & Basanta. (2017). Marine fishes of West Bengal coast, India: Diversity and conservation preclusion. Regional Studies in Marine Science. 16.

Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

[SEAFDEC] South East Asian Fisheries Development Center. (2015). Fishery Statistical Bulletin of Southeast Asia 2013.

[UPPP] Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan Muara Angke. (2015). Profil Muara Angke. Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta.

White W. T, Last P. R., Stevens J. D., Yearsley G. K., Fahmi & Dharmadi. (2006). Economically Important Sharks and Rays of Indonesia. ACIAR. Canberra.




DOI: https://doi.org/10.15575/biodjati.v3i1.1613

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing By :

         

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

 

View My Stats