Uji Hayati Lima Jenis Minuman Kemasan Gelas dengan Hewan Uji Daphnia Magna dan Mencit Jantan (Mus musculus)

Hertien Koosbandiah Surtikanti, Hernawati ., Diah Frisda, Muhamad Taufiq Hidayah

Abstract


Lima jenis minuman yang terpilih yaitu panther, meico, teh zeggar, degan, dan teh bukit sudah dilakukan uji hayati. Salah satu untuk pengujian kualitas minuman tersebut, yaitu uji hayati dengan menggunakan neonate Daphnia magna  (berumur <24 jam) dan mencit jantan (Mus musculus). Pengujian menggunakan D. magna, dilakukan dalam dua tahap yaitu Range Finding test (RFT) dan Range Definitive Test (RDT), sementara uji hayati mencit jantan galur Deutschland Denken Yoken (DDY) dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap, dua faktorial dengan 18 kelompok perlakuan. Pengambilan sampel darah mencit jantan diambil pada bagian ekor hewan dan diperiksa dengan menggunakan metode strip dan glucometer autocheck. Hasil RFT menunjukan 50% kematian neonate D. magna terdapat pada pengenceran 10-100%. Hasil analisis menunjukkan nilai LC50-24h untuk minuman Panther (P), Meico (M), Teh Bukit (B), Teh Zegar (Z) dan Degan (D). berturut-turut adalah 39,99; 51,5; 40,9; 40,93; dan 49,74%. Hasil uji hayati menggunakan mencit jantan, terjadi kenaikan berat badan yang signifikan pada saat diberi Z, D dan B. Kenaikan kadar gula darah mencit jantan signifikan pada waktu perlakuan selama dua dan tiga minggu dengan P, M, B, Z dan D. Hal ini disebabkan kadar gula minuman dapat meningkatkan kadar gula darah. Dapat disimpulkan bahwa kelima sampel minuman tersebut bersifat toksik, karena nilai LC50 kurang dari 50% (hasil uji D. magna) dan dapat meningkatkan kadar gula darah pada mencit jantan.

Keywords


Daphnia magna, kadar gula darah, LC50, mencit jantan (Mus musculus), minuman kemasan.

Article metrics

Abstract views : 127 | PDF views : 9


DOI: https://doi.org/10.15575/biodjati.v3i1.2348

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


ADA (2007). American Diabetes Association Economic Costs of Diabetes in the U.S. in 2007, Diabetes Care., 26, 624.

APHA (1995). Standar Method for The Examination of Water and Waste Water American Public Health Association, American Water Works Association and Water Pollution Control Federation 19th edition. Washington DC.

Arrington, L. (1972). Introductory Laboratory Animal.The Breeding, Care, and Management of Experimental Animal Science. New York: The Interstate Printers and Publishing.

Badan Standarisasi Nasional (2015). Air Mineral. SNI 3553:201. Jakarta.

BPOM RI. (2004). Persyaratan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis Buatan dalam Produk Pangan. Surat Keputusan, No HK.00.05.5.4547.

Cahyadi, W. (2008). Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Effendi, H., Emawan A.H, Wardiatno Y. Krisanti M. (2012). Toksisitas akut (LC50) serbuk bor (Cuttings) terhadap Daphnia sp. Bumi Lestari, Vol.12. No 2

Felber, J.P. (1992). From Obesity To Diabetes: Pathophysiological Considerations. Int. J. Obes. 16:937-952.

Harkness, J.E. & Wagner, J.E. (1989). The Biology and Medicine of Rabbits and Rodents. London: Lea Febiger.

Irianto, K. (2004). Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis. Bandung: Yrama Widy.

Kusumawati, D. (2004). Bersahabat dengan Hewan Coba. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Le Q.V., Sekhon S.S., Lee L, Ko J.H. (2016). Daphnia in water quality biomonitoring-“omic” approaches. Toxicology and Environmental Health Sciences vol 8, issue 1, pp 1-6.

Lestari, D. (2011). Analisis Adanya Kandungan Pemanis Buatan (Sakarin dan Siklamat) pada Jamu Gendong di Pasar Gubug Grobogan. Jurnal Gizi dan Pangan, Vol 10, No.3: 44-47.

Malole, M. B. M & Pramono, C. S. U. (1989). Penggunaan Hewan-Hewan Percobaan dilaboratorium. Bogor: Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB.

Mitruka, B. M & Rawnsey, H. M. (1977). Clinical Biochemical and Hematological Reference Values in Normal Experimenal Animal, Mas-son Publ., New York, 118-119.

Murray, R. K. (2003). Biokimia Harper, edisi25. Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta: EGC.

Ngatidjan (2006). Metode Laboratorium Dalam Toksikologi. Metode Uji Toksisitas: 86-135.

Nichols, J. B. (2003). The Laboratory Mouse. University Veterinarian, Florida.

Pangkey, H. (2009). Daphnia dan Penggunaannya. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, V (3), 33–36.

Shahab, A. (2006). Diagnosis dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus (disarikan dari Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus di Indonesia: Perkeni 2006).

Smith, B. J. & Mangkoewidjojo, S. (1988). Pemeliharaan Pembiakan dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Surtikanti, H. K. (2012). Toksikologi Lingkungan dan Metode Uji Hayati, Penerbit Rizqi Press. Bandung

Surtikanti, H. K, & Priyandoko, D. (2005). Pengembangan Uji Toksisitas untuk Mengevaluasi Kualitas Air Sungai Cikapundung. Laporan Penelitian Hibah PEKERTI. Lembaga Penelitian UPI Bandung.

Surtikanti, H., Juansah, R., & Frisda, D. (2017). Optimalisasi Kultur Daphnia yang Berperan sebagai Hewan Uji dalam Ekotoksikologi. Biodjati, 2(2), 5–10.

Suryaatmadja, M. & Hardjasudarma, I. Y. (2006). Uji Kinerja Glukosameter ACCU-CHEK Advantage. Indonesia: Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia & BLU RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Wibowoutomo. (2002). Pengembangan Metode Penetapan Kadar Siklamat Kromatografi Kinerja Tinggi Guna Diimplementasikan Dalam Kajian Paparan.Teknologi dan Kejuruan, PT. Kalma Media, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

 

View My Stats