Relasi Agama, Magi, Sains dengan Sistem Pengobatan Tradisional-Modern pada Masyarakat Pedesaan

Juhana Nasrudin

Abstract


This study examines the relation of Religion and the Traditional Medicine System to rural communities. The big conclusion of this dissertation shows that there are religious relations with the traditional medical system in the form of integration of religious functions into the traditional medicine system. Acculturation of religion and culture is evident in the traditional medicine system. The most important thing that characterizes traditional medicine is that at the practical level the traditional medical system in rural communities is inseparable from the magical and religious elements. So based on that religious function can be used as a function of therapy. This study uses qualitative methods, using two data sources. First, primary data obtained from document studies, field observations, In-depth Interview and Focus Group Discussion. The informant is obtained by Purposive and snowballing. Secondary data is supporting data obtained from books, journals, and magazines. To analyze the relationship between religion and the traditional medical system in rural communities, it was analyzed with three approaches to sociology, anthropology and psychology.

Full Text:

PDF

References


Adams, Cindy (2007) Soekarno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Yogyakarta: Media Pressindo.

Alhumami, Amich (2009) Dukun dan Politik, http://www.bernardsimamora.com/dukundan-politik, diakses tanggal 3 Februari 2014.

Ardhianto, Imam (2012) Hubungan Relasional dan Ontologi Moralitas: Meninjau Beberapa Tulisan Antropologi Mengenai Ritus Kurban, dalam Tony Rudiansjah (ed.) Antropologi Agama: Wacanawacana Mutakhir dalam Kajian Religi dan Budaya. Jakarta: UI Press, 109-126.

Baal, J. Van (1987) Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya (Hingga Dekade 1970). Diterjemahkan oleh J. Piry. Jakarta: PT. Gramedia.

BPS (2015) Sulawesi Selatan Dalam Angka 2015. Makassar: Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.

Bakti, Andi Faisal (2007) Kekuasaan Keluarga di Wajo, Sulawesi Selatan, dalam Henk Schulte Nordholt, Gerry van Klinken, dan Ireen Karang-Hoogenboom (eds.) Politik Lokal di Indonesia, Jakarta: KITLV Jakarta dan Yayasan Obor Indonesia, 491505.

Bennett, Linda R. (2005) Women, Islam and modernity: Single Women, Sexuality and Reproductive Health in Contemporary Indonesia. London and New York: Routledge Curzon.

Comte, Auguste (2000) The Positive Philosophy, London: Batoche Books.

Eriksen, Thomas Hylland (2009) Antropologi Sosial dan Budaya: Sebuah Pengantar. Maumere: Penerbit Ledalero.

Fahmid, Mujahidin (2011) Pembentukan Elite Politik di dalam Etnis Bugis dan Makassar Menuju Hibriditas Budaya Politik.Disertasi. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian.

Frazer, James (1958) The Golden Bough (Abridged Edition). New York: Macmillan.

Geertz, Clifford (1983) Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Goffman, Erving (1959) The Presentation of Self in Everyday Life.New York: Double Day.

Halim, Abdul (2014) Politik Lokal: Pola, Aktor dan Alur Dramatikalnya, Yogyakarta: LP2B.

Merdeka (2013) Garansi Insya Allah Jadi, Dukun Politik Ngaku Keturunan Nabi,http: //www.merdeka.com/peristiwa/garansiinsya-allah-jadi-dukun-politik-ngakuketurunan-nabi.html, diakses tanggal 9 Februari 2014.

Tribun Timur (2013) Jimat Maccaleg Rp10 M, 23 Oktober, 17.

Haluan (2012) Jelang Pilkada Dukun Laris, http://harianhaluan.com/index.php/khas/1 1782-jelang-pilkada-dukun-laris, diakses tanggal 3 Februari 2014.

Homans, George (1974) Elementary Forms of Social Behavior.New York: Harcourt Brace Jovanovich.

Idrus, Nurul Ilmi (2003) To Take Each Other: Bugis Practice of Gender, Sexuality and Marriage. Disertasi. Canberra: The Australian National University.

Malinowski, Bronislaw (1948) Magi, Science and Religion, and Other Essays, Illinois: The Free Press.

Manguelle, Danielle Etounga (2006) Perlukah Afrika Sebuah Program Penyesuaian Budaya?, dalam Lawrence E. Harrison dan Samuel P. Huntington (eds.) Kebangkitan Peran Budaya: Bagaimana Nilai-nilai Membentuk Kemajuan Manusia. Jakarta: LP3ES, 111-128.

Pelras, Christian (2006) Manusia Bugis, Jakarta: Nalar kerjasama dengan Forum Jakarta Paris.

Peursen, C.A. Van (1988) Strategi Kebudayaan, Yogyakarta: Kanisius.

Putra, Juma D. (2014) Dunia Batin 2 Macan Asia: Pengalaman-pengalaman Spiritual Bung Karno dan Pak Harto.Yogyakarta: Penerbit Palapa.

Pritchard, Evans (1940) The Nuer: A Description of the Modes of Livehood and Political Institutions of a Nilotic People. Oxford: Clarendon Press.

Rakyat Sulsel., 2014. Jasa Paranormal Bayangi Para Caleg, 23 Februari, 1.

Roth, Dik (2007) Gubernur Banyak, Provinsi Tak Ada: Berebut Provinsi di Daerah Luwu-Tana Toraja di Sulawesi Selatan, dalam Henk Schulte Nordholt dan Gerry van Klinken (eds.) Politik Lokal di Indonesia.Jakarta: KITLV Jakarta dan Yayasan Obor Indonesia, 154-189.

Sahlan, Muhammad (2010) “Dukun dan Politik”: Peran Dukun Dalam Pemilukada di Banyuwangi Tahun 2010, http://etd.ugm.ac.id/index.php?mod=penel itian_detail⊂=PenelitianDetail&act=vi ew&typ=html&buku_id=58877&obyek_i d=4, diakses tanggal 3 Februari 2014.

Said, Basir (1996 Dukun, Suatu Kajian Sosial Budaya tentang Fungsi Dukun Bugis Makassar di Kotamadya Ujung Pandang. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.

Syuhudi, Irfan (2013) Etnografi Dukun: Studi Antropologi tentang Praktik Pengobatan Dukun di Kota Makassar. Tesis. Makassar: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Solihat, Ade (2012) Memahami Bahasa Agama dalam Perspektif Antropologi, dalam Tony Rudiansjah (ed.) Antropologi Agama: Wacana-wacana Mutakhir dalam Kajian Religi dan Budaya. Jakarta: UI Press, 6970.

Weber, Max (2012) Sosiologi Agama: A Handbook. Diterjemahkan oleh Yudi Santoso. Yogyakarta: IRCiSoD.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

___

View My Stats