Cultural Da'wah in the Tradition of Antar Pinang Pulang Memulangkan in Sambas Malay Community of West Kalimantan

mualimin mualimin, Ari Yunaldi

Abstract


Marriage is a basic human need and in certain societies it becomes a sacred thing manifested in a series of customs that must be implemented. The sacredness of the marriage in the Sambas Malay community is known as tradition of tradisi Antar Pinang Pulang Memulangkan, which until now has become an important part in the stages of marriage customs. This tradition is not an empty tradition without meaning, but has a very high meaning and is a cultural da'wah as an effort to internalize Islamic teachings in daily life. The Research with interpretive paradigms, phenomenological methods and anthropological-sociological approaches focuses on cultural da'wah on the tradition of Antar Pinang Pulang Memulangkan Sambas Malay of West Kalimantan. This research found that the tradition Antar Pinang Pulang Memulangkan is an effort to internalize Islamic teachings to strengthen four main aspects in the Muslims lives: human relations with their creators, fulfillment of human biological needs, human relations in the family and human relations with society at large. An interesting approach in this tradition is the synergistic non-verbal message through symbols and verbal messages through language methapor in rhymes, and in touch the fundamental interests of humans, making the tradition of methapor to repatriate as a model in the development of cultural da'wah.


Perkawinan merupakan kebutuhan mendasar manusia sehingga pada masyarakat tertentu menjadi sesuatu yang sakral yang terwujud dalam rangkaian adat istiadat yang harus dilaksanakan. Sakralitas perkawinan tersebut dalam masyarakat Melayu Sambas dikenal sebagai tradisi antar pinang pulang memulangkan yang hingga saat ini menjadi bagian penting dalam tahapan adat istiadat pernikahan. Tradisi ini bukan tradisi yang kosong tanpa makna, tetapi justru memiliki makna yang sangat tinggi dan merupakan dakwah kultural sebagai upaya internalisasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian dengan paradigma interpretif, metode fenomenologi dan pendekatan antropologis-sosiologis ini fokus pada dakwah kultural pada tradisi antar pinang pulang memulangkan pada Melayu Sambas Kalimantan Barat.  Penelitian ini menemukan bahwa tradisi antar pinang pulang memulangkan merupakan upaya internalisasi ajaran Islam untuk memperkuat empat aspek utama dalam kehidupan umat Islam yaitu Hubungan manusia dengan penciptanya, pemenuhan kebutuhan biologis manusia, hubungan manusia dalam keluarga dan hubungan manusia dengan masyarakat secara luas. Pendekatan yang menarik dalam tradisi ini yaitu sinergis pesan non verbal melalui simbol dan pesan verbal melalui bahasa kias dalam pantun, serta mampu menyentuh kepentingan mendasar manusia, menjadikan tradisi antar pinang pulang memulangkan sebagai model dalam pengembangan dakwah kultural.


Keywords


Cultural Da'wah; Tradition; Antar Pinang Pulang Memulangkan, Malay Sambas

Full Text:

Remote

References


Anshari, Endang Saifuddin. (2004) Wawasan Islam: Pokok-pokok Pikiran tentang Paradigma dan Sistem Islam. Jakarta: Gema Insani.

Barthes, Roland. (2012). Elements of Semiology. Terj. M Ardiansyah, Elemen-Elemen Semiologi: Sistem Tanda Bahasa, Hermeneutika dan Stukturalisme. Yogyakarta: IRCiSoD.

Hambali. (2009). Struktur dan Fungsi Pantun Pulang Memulangkan pada Upacara Perkawinan Masyarakat Melayu Sambas dalam jurnal pendidikan dan pembelajaran, 2(9), 1-13.

Herusasoto, Budiono. (2008). Simbolisme Jawa. Yogyakarta: Ombak.

Kaspullah. (2010). Nilai-Nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Melayu Sambas. Tesis, Program Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Marzali, Amril. (2013). Struktural-Fungsionalisme dalam Antropologi Indonesia, 30(2), 127-137.

Musa, Pabali. (2010). Tahapan-Tahapan Sejarah Sambas. Makalah yang disampaikan pada Seminar Dies Natalis STAI Sultan Muhammad Syafiuddin, Sambas.

Setiyawan, Agung. (2012). Budaya Lokal dalam Perspektif Agama: Legitimasi Hukum Adat (‘Urf) dalam Islam. Dalam Jurnal Esensia, 13(2), 208-222

Sulthon, Muhammad. (2003). Desain Ilmu Dakwah: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan aksiologis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wignjodipoero. (1995). Tata Upacara Perkawinan Jawa. Yogyakarta : Pustaka Intan.

Winona, Indi Rahman. (2013). Tata Upacara Perkawinan dan Hantaran Pengantin Bekasri Lamongan dalam Tata Rias, 2(2), 58-70.




DOI: https://doi.org/10.15575/idajhs.v12i2.1909

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Editorial Office:

4th Floor, Building of Da'wah and Communication Faculty, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung Jl. AH. Nasution No. 105 Cipadung Cibiru Bandung 40614

Contact +6281321553313 Telp. (022) 7810788 Fax. (022) 7810788

E-mail: jurnal.ilmudakwah@uinsgd.ac.id

View My Stats