POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI DENGAN PT INDOFOOD FRYTO-LAY MAKMUR PADA USAHATANI KENTANG INDUSTRI VARIETAS ATLANTIK (Suatu Kasus di Desa Cigedug Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan usahatani kentang industri varietas Atlantik yang dilakukan petani di Desa Cigedug pada pola kemitraan dan pendapatan petani dari usahatani kentang industri varietas Atlantik. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Objek penelitian adalah variabel-variabel yang berhubungan dengan penelitian, yaitu usahatani keragaan kentang industri, bentuk kemitraan, biaya dan pendapatan. Unit analisanya yaitu petani kentang industri yang bermitra dengan PT Indofood FrytoLay Makmur. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usahatani kentang Atlantik pola kemitraan merupakan suatu kegiatan ekonomi. Petani kentang Atlantik yang melakukan kemitraan dengan PT Indofood Fryto-Lay Makmur, dalam satu tahun melaksanakan usahatani kentang sebanyak dua kali periode. Kerangka sistem usahataninya menyangkut subsistem penyediaan sarana produksi, proses produksi, dan pemasaran. Penyediaan sarana produksi meliputi penyediaan lahan, pupuk, obatobatan, obat-obatan, tenaga kerja, dan biaya panen disediakan oleh petani, sedangkan perusahaan mitra membantu dalam penyediaan bibit import. Dalam hal pemasaran, setiap hasil produksi yang memenuhi spesifikasi produk dapat ditampung oleh perusahaan mitra. Pola kemitraan usahatani kentang Atlantik di Desa Cigedug antara petani dengan PT Indofood Fryto-Lay Makmur berbentuk pola kemitraan pasar yang saling menguntungkan, yaitu perusahaan mitra diuntungkan dengan adanya pasokan bahan baku yang pasti dan petani mendapatkan keuntungan dari penjualan produknya dengan ketersediaan pasar yang telah siap menampung produknya. Besarnya biaya produksi usahatani kentang Atlantik ditentukan dengan besarnya biaya tetap dan biaya variabel. Rata-rata total biaya produksi dengan luas lahan 2,28 ha mencapai Rp. 86.726.526,45, sedangkan produksi yang dapat dipasok petani dan dapat diterima oleh perusahaan adalah 33.804,95 kg dengan harga Rp. 9.750 per kg, hasil penjualan yang diterima petani dalam satu periode tanam mencapai rata-rata Rp. 126.708.562,5 sehingga pendapatan yang diperoleh petani pada pola kemitraan adalah Rp. 39.001.912,5 (≈Rp. 17.106.101,97) yang merupakan selisih dari harga yang diterima petani dengan biaya produksi yang dikeluarkan.References
Badan Gribisnis Departemen
Pertanian Republik Indonesia,
Kebijaksanan Dan
Penjelasan Pola Kemiitraan
Usaha Pertanian. Departemen
Pertanian. Jakarta
Badan Pusat Statistik. 2004. EksporProduk Hortikultura. BPS. Jakarta
Budi Samadi. 1997. Usahatani
Kentang. Kanisisus, Yogjakarta.
Dillon, H.S. 1994. “Hubungan
Kelembagaan dalam Agribisnisâ€.
Kertas pada Seminar Nasional
dalam Rangka Hari Krida
Pertanian. Perhiptan, Jakarta.
Dudung Abdul Adjid. 1994.
Peningkatan Sumberdaya
Manusia dalam Pembangunan
Pertanian Berwawasan
Agribisnis. Badan Agribisnis
Departemen Pertanian Republik
Indonesia. Jakarta.
Faisal Kasryno dan Tri Panadji. 1994.
Kemitraan Saat ini dan Dimasa
Depan Sektor Pertanian.
Departemen Pertanian. Jakarta.
Kartika Widjaja. 1994. Analisis
Pengambilan Keputusan. Pusat
Inkubator Agribisnis dan
Agroindustri Lembaga Pengabdian
Kepada Masyarakat Institut
Pertanian Bogor. Bogor
Kusnawan Rekswi. 2005. Budidaya
Kentang. Apkendo Cabang Garut.
Garut
Mariotti, John L. 1996. The Power of
Partnership. Blackwell Publisser.
Massachusset
Moh. Nazir. 1985. Metode Penelitian.
Ghalia Indonesia. Jakarta.
Mosher, AT. 1987. Menggerakkan
dan Membangun Pertanian.
Yasaguna. Jakarta mubyarto.
Pengantar Ekonomi
Pertanian. LP3ES. Jakarta
Muhammad Jafar Hafsah 2000.
Kemitraan Usaha: Konsepsi dan
Strategi. Pustaka Sinar Harapan.
Jakarta
Soeharjo dan Dahlan Patong. 1973.
Sendi-sendi Pokok Ilmu
Usahatani. Fakultas Pertanian
Institut Pertaniain Bogor. Bogor.
Soekartawi, A. Soehardjo, J.L Dillon,
dan J.B. Hardaker. 1986. Ilmu
Usahatani dan Penelitian untuk
Pengembangan Petani Kecil. UIPress. Jakarta
Sumeru Ashari. 1995. Hortikultura
dan Aspek Budidaya. UI-Press.
Jakarta.
Suwandi. 1994. Aspek-aspek
Pengembangan Usaha Koperasi.
Seri Manajemen 0.2. IKOPIN.
Jatinangor.
Tjakrawiralaksana, A. 1993.
Usahatani. Departemen Ilmu
Sosial Pertanian Bogor. Bogor
Williams, C.N., J.O. Uzo, and W.T.H
Peregrina. 1991. Vegetable
Production in the Tropics.
Longman Group UK Ltd., London