REPRESENTAMEN CINTA DALAM KISAH NABI SULAIMAN DAN RATU SABA’ SURAT AN-NAML (Studi Analisis Semiotika dan Komunikasi Interpersonal)

Muhamad Agus Mushodiq

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk menemukan makna dari tanda-tanda yang terdapat pada kisah Nabi Sulaiman dan Ratu saba’. Selain itu, tulisan ini juga bertujuan untuk mengungkap proses komunikasi interpersonal antar keduanya yang disinyalir menuju pada pengungkapan perasaan cinta yang berakhir pada pernikahan. Makna-makna tersebut dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Charles sanders Pirce. Teori semiotika peirce fokus pada system triadiknya, sehingga ketika peneliti melakukan  interpretasi, maka ia harus melewati tiga tahapan, representamen, objek, dan interpretan. Selain menngunakan teori semiotika, peneliti juga menggunakan teori komunikasi interpersonal guna menyingkap proses pengungkapan perasaan antara kedua tokoh. Setelah peneliti melakukan analisis dengan dua teori tersebut, ditemukan beberapa simbol kebahasaan yang merujuk pada indikasi cinta, di antaranya adalah penggunaan fi’il mabni li majhul qi>la guna memberikan kesan keramahtamahan Nabi Sulaiman terhadap Ratu Saba. Kata perintah langsung tanpa adanya harfu nida ya juga disinyalir menggambarkan keinginan Nabi Sulaiman untuk merasa dekat dengan Ratu Saba’.  Adapun indikasi cinta yang ada pada diri Ratu Saba’ telah nampak pada awal-awal episode kisah, di mana ia memeberikan respon positif terhadap surat yang dikirim oleh Nabi Sulaman. Adapun proses pengungkapan perasaan yang diterangkan al-Quran secara eksplisit pada diri Sulaiman adalah (1) pengamatan (sensing) terhadap Ratu Saba’, (2) menafsirkan (interpreting) respon Ratu Saba’, (3) mengalami perasaan tertentu (feeling) yang diakibatkan penafsiran sebelumnya, (4) menanggapi (intending) perasaan tersebut, dan (5) mengungkapkan perasaan (expressing). Adapun proses pengungkapan perasaan yang diterangkan al-Quran secara eksplisit pada diri Ratu Saba’ adalah (1) pengamatan (sensing) terhadap Nabi Sulaiman dan (2) pengungkapan (expressing) perasaan.


Keywords


Representamen; objek; komunikasi interpersonal; tanda

Full Text:

pdf

References


Aw, Suranto, Komunikasi Interpersonal, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011

Bankarad, Said, Simiyaiyyat wa at-Ta’wil, Madkhal lisimiyaiyyat Charles Sanders Peirce, Beirut: al-Markaz ats-Tsaqafi al-Arabiy, 2005

Danesi, Marcel, Pesan, Tanda, dan Makna, terj. Evi Setyarini dan Lusi Lian Piantiri, Yogyakarta: Jalasutra, 2012.

al-Fattah Fayudi, Basyuni Abd, Min Balaghoti an-Nudzum al-Qurani, Kairo: Muassasatu al-Mukhtar, 2010

Gulayain, Musthafa, Jami’ ad-Durus al-Arabiyah, Beirut: al-Maktabah al-‘Asriyah, 1993

Jalalain, Imam, Tafsir Jalalain, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 2012

Al-Jabiri, Muhammad ‘Abid, Fahmu al-Qurani; at-Tafsir al-Wadih Hasba Tartibi an-Nuzul, Beirut: Markaz Dirasat al-Wihdah al-‘Arabiyah, 2008

Mandzur, Ibnu, Lisanu al-Arab, Beirut: Dar Sadir, Tahun tidak diketahui

Supraktiknya, A, Komunikasi Antarpribadi, Yogyakarta: PT Kanisius, 1995

Zaydan Abd al-Karim, al-Mustafad Min Qasas al-Quran, Beirut: Risalah, 2009

Zoest , Aart Van, Semiotika; Tentang Tanda, Cara Kerjanya, dan Apa Yang Kita Lakukan Dengannya, terj. Ani Soekowati, Jakarta: Yayasan Sumber Agung, 1993.




DOI: https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3826

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Al-Tsaqafa has been indexed by :

© All rights reserved 2019. Jurnal Al-Tsaqafa, p-ISSN: 0216-5937 | e-ISSN:2654-4598