ANALISIS KRITIS TERHADAP SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA DALAM NEGARA KESEJAHTERAAN

muslim mufti

Abstract


Prinsip pokok dalam konsep negara kesejahteraan relatif sederhana. Pertama, bahwa semua anggota masyarakat, karena Faria manusia, berhak atas standar minimum kehidupan. Kedua, Negara kesejahteraan berkomitmen pada kebijakan stabilitas dan kemajuan ekonomi. Ketiga, Negara kesejahteraan berkewajiban untuk mengadakan lapangan pekerjaan sebagai prioritas dalam kebijakan ekonomi mereka. Dalam dimensi pengelolaan sektor pertanian, kehidupan para petani ibarat berada di ujung tanduk. Jika mereka berhenti sebagai petani dan mencari pekerjaan lain yang tentu tidak mudah diperoleh, kehidupan keluarganya pasti terancam. Jika meneruskan pekerjaan sebagai petani, hasilnya tidak menguntungkan. Di sini pertanian jelas mempunyai peran yang sangat penting dalam menjawab semua tantangan melalui bermacam-macam inisiatif dari berbagai pihak.

Keywords


Walfare State, Political Economi, pertanian,

Full Text:

PDF

References


Adam Smith, An Inquiry the Nature and Causes of The Wealth of Nations, The University of Chicago Press.

Ebensteain, William. Great Political Thinkers. New York. NY: holt Rinehart, and Wunston, 1960

S. Kuhnle dan SEO Hort, The Developmental Welfare State in Scandinavia: Lessons for the Developing World (UNRISD, 2004)

Darmawan Triwibowo dan Sugeng Bahagijo, Mimpi Negara Kesejahteraan (2006)

James A.Caporaso, David P.Levine, dalam Deliarnov, Ekonomi Politik : Mencakup Berbagai Teori dan Konsep Yang Komprehensif, (Jakarta :Erlangga, 2006)

Dawam Rahardjo, Lahirnya Ekonomi Pancasila, http ://www.bisnis.com/servlet/ page 2

A.Prasetyantoko, Menanti Fajar Baru, http://www.unisosdem.org/ekopol, page 3

Mochtar Masoed, dalam “Resep Bersama Washington Consensus: Pengantar”, Andrinof A. Chaniago, dalam Gagalnya Pembangunan, Kajian Ekonomi Politik terhadap Akar Krisis Indonesia, ( Jakarta : LP3ES, 2001)

Spicker, Paul (1995), Social Policy: Themes and Approaches, London: Prentice Hall,

Midgley, James, Martin B. Tracy dan Michelle Livermore (2000), “Introduction: Social Policy and Social Welfare” dalam James Midgley, Martin B. Tracy dan Michelle Livermore (ed), The Handbook of Social Policy, London: Sage

Thomson, Neil (2005), Understanding Social Work: Preparing for Practice, New York: Palgrave

Suharto, Edi (2005a), Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Bandung: Refika Aditama

Suharto, Edi (2005b), Analisis Kebijakan Publik: Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial, Bandung: Alfabeta

Midgley, James, Martin B. Tracy dan Michelle Livermore (2000), “Introduction: Social Policy and Social Welfare” dalam James Midgley, Martin B. Tracy dan Michelle Livermore (ed), The Handbook of Social Policy, London: Sage, halaman xi

C Pierson, Late Industrializers an the Development of The Welfare State (UNSRID, 2004) dalam Darmawan Triwibowo dan Sugeng Bahagijo,

Social Justice

Mimpi Negara Kesejahteraan, LP3ES, 2006

Spicker, Paul (1995), Social Policy: Themes and Approaches, London: Prentice Hall.

Amy L.Freedman, Consolidation or Withering Away of Democracy? Political Changes in Thailand and Indonesia

Supadi dalam M Ikhsan Modjo, Kajian Monash Indonesian Islamic Student Westall: 2006

Djiman Murdiman Sarosa. 2008, “Urgensi Pemberian Insentif Ekonomi dan Kemudahan PenanamanModal Didaerah” dalam Jurnal Triwulan Pembangunan Daerah Vol 4, No. 4 (Desember 2008).




DOI: http://dx.doi.org/10.15575/jispo.v1i1.713

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats

Creative Commons License

JISPO is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jispo/