IBLIS DAN FIR’AUN MAKHLUK YANG PALING BERTAUHID DAN MA’RIFAT (Lorong Gelap Kebatilan Akidah Kaum Sufi)

Yayan Mulyana

Abstract


Makhluk yang paling bertauhid dan paling ma’rifat kepada Allah adalah Iblis dan Fir’aun, Iblis lebih mengenal Allah dan pernah berdialog langsung dengan-Nya. Keengganannya menuruti perintah Allah untuk bersujud kepada Adam adalah bukti bahwa dia benar-benar bertauhid murni tidak mau menodai kemurnian tauhidnya dengan bersujud kepada selain Allah. Dia adalah pecinta sejati yang lebur dalam kecintaannya terhadap Sang Khalik, tidak mau menyakiti perasaan kekasihnya karena semua yang terjadi pada dirinya adalah bentuk masyῑah-Nya. Sesungguhnya Allah hendak menguji Iblis, dan ia pun masuk dalam ujian-Nya dengan tidak menuruti perintah-Nya (‘aṣā). Allah memudahkan Iblis berbuat maksiat jika sudah masuk dalam ujiannya, sebagaimana Ia memudahkannya berbuat taat jika tidak diujinya. Tegasnya, bahwa kamaksiatan (pembangkangan) dan ketaatan semuanya diciptakan oleh Allah dan Iblis pun memilih pembangkangan dan kemudian Allah menetapkan yang demikian sebagai takdirnya.  Diantara penghuni surga tidak ada pemuja dan peng-Esa (muwahhid) seperti Iblis.

Sudah barang tentu apa yang disebutkan di atas sangat bertentangan dengan umumnya keyakinan umat Islam. Dalam pandangan mereka, Iblis dan Fir’aun adalah dua sosok makhluk durjana, la’natullah, kufur dan kekal di dalam neraka. Dosa Iblis adalah dosa hasud kepada Adam kemudian ia takabur dan menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam, sedangkan dosa Fir’aun adalah Takabur dengan mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Inilah dua pandangan berbeda yang sangat kontras dan kontradiktif tentang eksistensi dua sosok makhluk yang diabadikan kisahnya oleh Allah SWT. dalam Alquran.


Full Text:

PDF

References


‘Abdurrahman ‘Abdul Khaliq, al-Fikr al-Ṣūfi fῑ Ḍaui al-Kitāb wa al-Sunnah. Cet.ke-2. Kuwait: Maktabah Ibn Taimiyah: tt.

Abu Manṣūr Muḥammad bin Aḥmad al-Azharῑ, Tahdhῑb al-Lugah, tahqiq Muḥammad ‘Iwaḍ Mar’ab J.12. Beirut: Dār Ihyā al-Turāth al-‘Arabῑ, 2001.

Al-Fairuzzābādῑ, al-Qāmūs al-Muḥῑṭ. Kairo: Dar al-Hadits, 2008.

Al-Tustarῑ, Sahal bin ‘abdillah. Tafsῑr al-Qur’ān al-‘Aẓῑm. Pentahqiq Ṭaha‘Abdurraūf Sa’ad dan

Sa’ad Ḥasan Muḥammad ‘Ali. Kairo: Dār al-Ḥaram li at-Turāṡ, 2004.

______. Tafsῑr al-Qur’ān al-‘Aẓῑm.

Pentahqiq Muḥammad Bāsil ‘Uyūn al-Sūd. Beirūt: Dār al-

Kutub al-‘Ilmiyyah, 2002.

al-Qusyairῑ, Abu al-Qāsim. ar-Risālah al-Qusyairiyah fῑ ‘ilm at-Taṣawwuf. t.t.t.: al-Haramain, t.t..

Salam Umar Mahmud Hijazi, Aḥṭā’ ‘Aqāidiyyh fῑ Tafsῑr al-Tustarῑ, Tesis pada Al-Jāmi’ah al-Islāmiyyah Gaza:2014.

Ibn al-Manẓur, Lisān al-‘Arab J.13, cet. ke-1. Beirut: Dār Ṣādir:tt.

Ibrahim Muṣṭafā, Ahmad al-Ziyāt dll. Al-Mu’jam al-Wasῑṭ, tahqiq Majma’ al-lugah al-‘Arabiyyah, J.1. Mesir:2004.

Muhammad al-‘Abduh dan Thāriq ‘Abdul Ḥalῑm, Al-Ṣūfiyyah Nasyatuhā wa Taṭawwurihā, Kuwait: Dār al-Arqam, tt.

Maḥmud ‘Abdurraūf al-Qāsim, Al-Kasyf ‘an Ḥaqῑqah al-Taṣawwuf li Awwali Marrah fῑ al-Tārῑkh,cet. ke-1, Libanon: Dār al-Ṣahabah, 1987.

--------Al-Kasyf ‘an Ḥaqῑqah al-Ṣūfiyyah li Awwali Marrah fῑ al-Tārῑkh,cet. ke-1, Libanon: Dār al-Ṣahabah, 1987.

Naṣhar bin Muḥammad bin Ibrāhῑm al-Samarqandῑ, Tanbῑh al-Gāfilῑn. Semarang:Toha Putra, tt.

Qāsim Muḥammad ‘Abbās, al-Ḥallāj al-A’māl al-Kāmilah. Beirut:Riad el-Rayyes, 2002.

Ṭahā Abdul Baqῑ Surūr, Muḥyῑ al-Dῑn bin ‘Arābῑ. Kairo: Hindawῑ, 2015.

https://ardiyansyah.com/2015/05/inilah-penemuan-jasad-firaun-dan-roda.html




DOI: https://doi.org/10.15575/saq.v3i1.2387

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Syifa Al-Qulub Visitors

Creative Commons License

Syifa al Qulub is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.