Dakwah Pemberdayaan Partisipasi Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.15575/anida.v18i1.5039Keywords:
Dakwah, Pemberdayaan, Partisipasi Keluarga.Abstract
This paper aims to describe the dynamics of family empowerment in supporting da'wah programs in the countryside. Changes to the order of life, including in the rural areas, need adaptation from the da'wah movement that can balance and fill the changes towards a more qualified society. The family is the smallest group component, at most, and is most directly related to da'wah activities in the countryside. Family participation as a subject and missionary partner will determine the overall success. The research method used is a qualitative approach with community empowerment interventions. The target community is religious leaders and the community of the da'wah congregation, including: DKM chairmen, the reciters of recitation, and the asatidz, worshipers of mothers and teenagers as well as children of pengajian worshipers. Data obtained in the form of social and religious activities that have taken place in the village of Mandalasari. First, Social and Religious Activities. Second, Da'wah activities based on Empowering Family Participation. Third, the Role and Obligations as Family Members in empowering da'wah. Writing can describe a case about empowering da'wah through family participation in the countryside.
Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika pemberdayaan keluarga dalam mendukung program dakwah di pedesaan. Perubahan pada tatanan kehidupan termasuk di pedesaan perlu adaftasi dari gerakan dakwah yang bisa mengimbangi dan mengisi perubahan menuju masyarakat yang lebih berkualitas. Keluarga merupakan komponen kelompok terkecil, paling banyak, dan paling berhubungan langsung dengan kegiatan dakwah di pedesaan. Peran serta keluarga sebagai subjek dan mitra dakwah menjadi sangat menentukan akan keberhasilan secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan intervensi pemberdayaan masyarakat. Masyarakat sasaran adalah tokoh-tokoh keagamaan dan masyarakat jamaah dakwah, meliputi: Para ketua DKM, Ibu-ibu penggerak pengajian, dan para asatidz, para jamaah Ibu-ibu dan remaja serta anak-anak jamaah pengajian. Data yang diperoleh berupa keegiatan sosial dan keagamaan yang telah berlangsung di Desa Mandalasari. Pertama, Kegiatan Sosial dan Keagamaan. Kedua, Kegiatan Dakwah berbasis Pemberdayaan Partisipasi Keluarga. Ketiga, Peran dan Kewajiban sebagai Anggota Keluarga dalam dakwah pemberdayaan. Tulisan dapat menggambarkan suatu kasus tentang dakwah pemberdayaan melalui partisipasi keluarga di pedesaan.
References
Abdurrahmman, K.B. ( 2006). Cara Islam Mendidik Anak. Yogyakarta: Ad-Dawa’
Ghafur, W.A. (2006). Hidup Bersama al-Qur'an Jawaban al-Qur'an Terhadap Problematika Sosial. Yogyakarta: Pustaka Rihlah.
Fahrudin, A. (2014). Modul Participatory Action Research (PAR). Surabaya: LPPM UINSA.
Ahmad, A. (2006). Dakwah Islam dan Perubahan Sosial. PLP2M, Jakarta
Ahmadi, A. (2001). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta
Arifani, M.A. (2014). Model Pengembangan Dakwah Berbasis Budaya Lokal. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 5(15), 849-978.
An-Nabiry, F. B. (2008). Meniti Manhaj Dakwah Bekal Perjuangan Para Da'i. Jakarta: Amzah
Aziz, M. A. (2004). Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana
Aziz, R. (2014). Dakwah Dalam Paradigma Pemberdayaan Masyarakat Muslim.Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies, 5(16), 117-144.
Aziza, A. (2017). Profesi Penyuluh Agama diantara Dinamika Realita Sosial Keagamaan. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 13(26), 37-44.
Dureau, C. (2013). Pembaru dan Kekuatan Lokal untuk Pembangunan. Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II.
Fahriansyah. (2017). Filosofi Dakwah Jama’ah. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 15( 29),
Ismaya, B. ( 2015). Bimbingan & Konseling studi, Karier, dan Keluarga. Bandung: PT Refika. Aditama
Jamalie, Z. ( 2017). Dakwah Kultural: Dialektika Islam dan Budaya dalam Tradisi Batatamba. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah. 11(21), 51-65.
Karzoun, A. H.( 2004). Bahagia Setelah Menikah. Yogyakarta: Diva Press.
Komalasari, S.(2017). Motif Berprestasi Mahasiswa Berdakwah. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah. 14(28), 1-11.
Machendrawati, N. (2001). Pengembangan Masyarakat Islam. Bandung: PT Remaja Rosda Karya
Mahrudin. (2014). Kontribusi Falsafah Pobinci-Binciki Kuli Masyarakat Islam Buton Bagi Dakwah Islam Untuk Membangun Karakter Generasi Muda Indonesia. Jurnal Dakwah.15(2), 335-355.
Mufidah. (2008). Psikologi Keluarga Islam. Malang: UIN Malang Press
Munir, M. & Ilaihi, W.( 2006). Manajemen Dakwah. Jakarta: Kencana
Najafi, I.H. & Khalfan, M.A. (2006). Pendidikan dan Psikologi Anak. Jakarta: Cahaya.
Nihaya, U. (2014). Konsep Seni Qasidah Burdah Imam Al Bushiri Sebagai Alternatif Menumbuhkan Kesehatan Mental.Ilmu Dakwah: Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, 34(2), 295-308.
Nurbini. (2015). Bahasa Dakwah Untuk Kalangan Remaja Terpelajar. Jurnal Dakwah. 12(1), 117-135.
Nuwairah, N. (2017). Dakwah di Tengah Keragaman Masyarakat: Hakikat dan Strategi. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah. 13(25), 15-26.
Riyadi, A. (2003). Bimbingan Konseling Perkawinan dalam Membentuk Keluarga Sakinah. Yogyakarta: Ombak
Rosyid, M. (2014). Objek dakwah Yang Ternafikan: Studi Kasus Pada Komunitas Samin. Jurnal Dakwah. 15(2), 235-263.
Sarbini, A. (2014). Internalisasi Nilai Keislaman Melalui Majelis Taklim. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies. 5(16), 53-69.
Shihab, Q. (2002). Membumikan Al-Quran, cet. XXII. Bandung: Mizan
Soekanto, S. (2004). Sosiologi Keluarga Tentang Ikhwal Keluarga Remaja dan Anak. Jakarta: Rineka Cipta
Suharto, E. (2010). Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama
Sumpena, D. (2014). Islam dan Budaya Lokal: Kajian terhadap Interelasi Islam dan Budaya Sunda. Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies. 6( 1), 101-120.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish articles in Anida (Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah) agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).