Media Sosial dan Fenomena Hoax: Tinjauan Islam dalam Etika Bekomunikas

Muhamad Parhan, Jenuri Jenuri, Mohammad Rindu Fajar Islamy

Abstract


This study aims to examine communication ethics among Bandung City students in social media and its relation to the hoax phenomenon from an Islamic perspective. Based on field facts, social media users have, even often received and read hoax news. The research approach used is quantitative with data collection techniques through a Google From the questionnaire, then collects information from journals, books, and online media. The results of the study reveal that the impact of hoaxes can cause panic, trigger misunderstandings, incite hatred, divide the public, pit each other, contain slander and lies. The solution offered to deal with the hoax phenomenon is to apply Islamic communication ethics on social media by being tabyyun when receiving information, providing valid information to others, and maintaining words both verbally and in writing.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika komunikasi di kalangan Mahasiswa Kota Bandung dalam bermedia sosial, dan kaitannya dengan fenomena hoax dalam persfektif Islam. Berdasarkan fakta lapangan, pengguna media sosial pernah, bahkan sering menerima dan membaca berita hoax. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner Google From, kemudian mengumpulkan informasi dari jurnal, buku, dan media online. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, dampak dari hoax dapat menimbulkan rasa panik, memicu kesalahpahaman, menyulut kebencian, memecah belah publik, mengadu domba, mengandung fitnah dan kebohongan. Solusi yang ditawarkan untuk menghadapi fenomena hoax adalah dengan menerapkan etika komunikasi Islam di media sosial dengan cara ber-tabayyun saat menerima informasi, memberikan informasi yang valid kepada orang lain, dan menjaga perkataan baik secara lisan maupun tulisan.


Keywords


Social media, Hoax phenomenon, Islamic Communication Ethic

Full Text:

PDF

References


Ghafour, A.-Q. K. M., Alrefaee, Y., Boset, S., & Al-Jaro, M. S. (2019). Investigating the Meaning of Al-’ifk and Al-kadhib (Lie) and their English Translation by Abdullah Yusuf Ali. Investigating the Meaning of Al-’ifk and Al-kadhib (Lie) and their English Translation by Abdullah Yusuf Ali. ELS-JISH ELS Journal on Interdisciplinary Studies on Humanities, 2(2), 182–192.

Afriani, F. (2020). Penerapan Etika Komunikasi di Media Sosial: Analisis pada Grup WhatsApps Mahasiswa PPKn Tahun Masuk 2016 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. Journal of Civic Education, 3(3), 331–338.

Ahmad, S., & Hotimah, H. (2018). Hoaks Dalam Kajian Pemikiran Islam dan Hukum Positif (Hoax in Islamic Thinking and Positive Law Studies). SALAM; Jurnal Sosial & Budaya Syar-I, 5(3), 291–206.

Ahmad, S., & Khotimah, H. (2018). Hoaks Dalam Kajian Pemikiran Islam dan Hukum Positif. Jurnal Sosial & Budaya Syar-I, 5(3), 291–306.

Al-Ayyubi, M. Z. (2019). Etika Bermedia Sosial dalam Menyikapi Pemberitaan Bohong (Hoax) Perspektif Hadis. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 19(2), 148–166.

Al-Bara’iy, M. A. L. (2014). Al-Manhaj Al-Islāmī fī At-Tatsabbut min Al-Akhbār wa Al-Qadhā ‘alā Al-Sā’i’āt. Dar Khulafa Ar-Rasyidin.

Aminah, A., & Sari, N. (2019). No Title. Komunikasi Global, 8(1), 51–61.

As-Sa’dī, A. bin N. bin A. (2000). Taysīr Al-Karīm Ar-Rahmān fī Tafsīr Kalām Al-Mannān. Beirut: Muassah Ar-Risalah.

As-Syarīf, H. (2015). Mashādir As-Sunnah wa Manāhij Mushannifīha. Dar Khulafa Ar-Rasyidin.

Budiman, H. (2017). Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan, 8(1), 75–83. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2095

Budiyanti, N., & Indrajati, B. S. (2021). Tawakal Attitude and Gratitude as a Step To Relieve Bipolar Disorder. Religio Education, 1(1), 13–23.

Choirroh, L. U. (2017). Pemberitaan Hoax Perspektif Hukum Pidana Islam. Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam, 3(2), 325–348.

Damrah, F. (2007). Ensiklopedia Al-Qur’an. In Kajian Kosakata Jilid 1( A-J). Volume 1. Jakarta: Lentera Hati.

Devega, E. (2017). Hoax Sama dengan Fitnah dan Ghibah, Umat Diminta Bijak Sebar Informasi. Kementerian Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia.

Dewi, M. S. R. (2019). Islam dan Etika Bermedia (Kajian Etika Komunikasi Netizen di Media Sosial Isntagram dalam Persfektif Islam). Jurnal Reseacrh Fair, 3(1), 139–142.

Fadli, A. (2018). Etika Dan Tanggung Jawab Jurnalis (Studi Pemberitaan Hoax Melalui Media Online Di Kota Makassar). Jurnal Jurnalisa: Jurnal Jurusan Jurnalistik, 4(2), 181–195.

Habibah, S. (2015). Akhlak dan Etika dalam Islam. Jurnal Pesona Dasar, 1(4), 73–87. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30596%2Fedutech.v1i01.271

Hendra, R., Guntara, B., Dadang, D., Sianipar, F. A., & Syaifullah, S. (2020). Sosialisasi Dampak dan Bahaya dari Berita Bohong (Hoax) Bagi Generasi Milenial di Indonesia. Jamaika: Jurnal Abdi Masyarakat, 1(3), 20–35.

Hikmat, A. N., & Masruri, A. (2020). Verifikasi Informasi dan Ancaman Penyebar Hoaks Menurut Q: S Al-Hujurat & An-Nur. TADWIN: Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informas, 1(1), 13–31.

Idris, I. A. (2018). Klarifikasi Al-Quran Atas Berita Hoaks. PT Gramedia.

Ilyas, M. (2018). Ghibah Perspektif Sunnah. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 5(1), 141–159.

Iqbal, M. (2019). Efektifitas Hukum Dan Upaya Menangkal Hoax Sebagai Konsekuesni Negatif Perkembangan Interkasi Manusia. Literasi Hukum, 3(2), 1–9.

Istriyani, R., & Widiana, N. H. (2017). Etika Komunikasi Islam Vs Hoax Di Dunia Maya. Jurnal Ilmu Dakwah, 36(2).

Istriyani, & Widiana. (2016). Etika Komunikasi Islam Dalam Membendung Informasi Hoax Di Ranah Publik Maya. Jurnal Ilmu Dakwah, 30(02), 288–315.

Izzah, S. (2020). Perspektif Al-qur’an dan Hadis Terhadap Maraknya Perilaku Ghibah di Era Globalisasi. UIN Sultan Maulana hasanuddin banten.

Jafar, I. (2017). Konsep Berita dalam Al-Qur’an (Implikasinya dalam Sistem Pemberitaan di Media Sosial). Jurnalisa, 3(1), 1–15.

Jafar, W. A. (2019). Sanksi Penyebar Hoax Perspektif Hukum Pidana Islam. Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi dan Keagamaan, 6(1), 49–60. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29300/mzn.v6i1.2206

Juditha, C. (2018). Hoax Communication Interactivity in Social Media and Anticipation (Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial serta Antisipasinya). Pekommas, 3(1), 31–44.

Julitha, C. (2018). Interaksi Komunikasi Hoax Di Media Sosial Serta Antisipasinya. Jurnal Pekommas, 3(1), 31–44.

Juminem. (2019). Adab Bermedia Sosial dalam Pandangan Islam. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 23–34.

Kencana, W. H. (2018). Implementasi Teknologi Komunikasi Pada Platform Digital Media Penyiaran Televisi (pp. 127–144). PT Pentas Grafika.

Mahanani, P. A. R. (2014). Urgensi Pemahaman Etika Komunikasi Islami pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Facebook. Jurnal Aspikom, 2(2), 127–135.

Mahbubah, U. (2019). Perancangan Narasumber Cerdas dalam Media Digital serta Pelatihan Citizen Journalism. Universitas Mercu Buana Jakarta.

Marwan, M. R., & Ahyad. (2016). Analisis Penyebaran Berita Hoax Di Indonesia. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma.

Masfupah, A. (2020). Kontekstualisasi Ayat Al-qur’an Dalam Menghadapi Fenomena Hoax. Komunike, 12(1), 99–113.

Maulana, L. (2017). Kitab Suci dan Hoax: Pandangan Alquran dalam Menyikapi Berita Bohong. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 2(2), 209–222.

Mazaya, V. (2019). Cyberdakwah sebagai Filter Penyebaran Hoax. Islamic Communication Journal, 4(1), 14–25.

Moenawar, M. G., Mandjusri, A., & Septayuda, T. (2019). Transforming Cybersecurity through Sustainability in Living Harmony: Facing the Dissemination of Hoax Information based on Digital Media. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 6(7), 119–125.

Muslimah. (2016). Etika Komunikasi Dalam Persfektif Islam. Jurnal Sosial Budaya, 13(2), 115–125.

Mustika, R. (2018). Etika Berkomunikasi Di Media Online Dalam Menangkal Hoax. Diakom: Jurnal Media Dan Komunikasi, 1(2), 43–50.

Nugraha, R. H., Parhan, M., & Aghnia, A. (2020). Motivasi Hijrah Milenial Muslim Perkotaan Melalui Dakwah Digital. Muharrik: Jurnal Dakwah Dan Sosial, 3(02), 175–194. https://doi.org/10.37680/muharrik.v3i02.398

Nuh, S. M. (2005). Penyebab Gagalnya Dakwah Jilid I. Gema Insani.

Nurasih, W., Rasidin, M., & Witro, D. (2020). Islam dan Etika Bermedia Sosial bagi Generasi Milenial: Telaah Surat Al-’Asr. Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 16(1), 149–178.

Nurhida, A., & Merdekasari, A. (2019). Penggunaan Media Sosial Hubungannya dengan Pengetahuan Etika Komunikasi Islam dan Prestasi Belajar PAI. Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 6(1), 103–116.

Parhan, M., & Alifa, S. (2020). Analisis Metode Baru Dakwah Hanan Attaki di Era Konvergensi Media ( Studi Deskriptif Pada Akun Instagram @hanan_attaki ). Komunida: Media Komunikasi Dan Dakwah, 10(2), 175–196. https://doi.org/10.35905/komunida.v7i2.http

Parhan, M., Islamy, M. R. F., Budiyanti, N., Nugraha, R. H., & Hyangsewu, P. (2020). Responding to Islamophobia by Internalizing the Value of Islam Rahmatan lil Alamin through Using the Media. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 6(2), 137–149. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30983/islam_realitas.v6i2.3695

Prasanti, D., & Indriani, S. S. (2017). Etika Komunikasi dalam Media Sosial Bagi Ibuibu Pkk di Desa Mekarmukti Kab.Bandung Barat. Jurnal Komunikasi Profetik, 10(1), 21–34.

Rahadi, D. R. (2017). Perilaku Pengguna dan Informasi Hoax di Media Sosial. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan, 5(1), 58–70. https://doi.org/https://doi.org/10.26905/jmdk.v5i1.1342

Rahayu, R. N., & Sensusiyanti. (2020). Analisis Berita Hoax Covid-19 di Media Sosial di Indonesia. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 1(09), 60–73.

Robinson, A., Susanto, K. R., & Din, C. (2019). Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Yang Terkandung Dalam “Adat Basen Kutai” Di Desa Lemeu Kecamatan Uram Jayakabupaten Lebong. Doctoral dissertation, IAIN Curup.

Sa’dijah, C. (2019). Respon Al-Quran dalam Menyikapi Berita Hoax. Al-Fanar: Jurnal Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 2(2), 181–196. https://doi.org/https://doi.org/10.33511/alfanar.v2n2.181-196

Sekarsari, I. R. (2019). Ayo Perangi Hoax! Perancangan Kegiatan Cerdas Dalam Media Digital Serta Pelatihan Citizen Journalism. Universitas Mercu Buana Jakarta.

Setiawan, D. (2018). Dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap budaya. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 4(1), 62–72.

Shihab, M. Q. (2002a). Tafsir al-misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. lentera hati.

Shihab, M. Q. (2002b). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran, IX. Lentera Hati.

Siswoko, K. H. (2017). Kebijakan pemerintah menangkal penyebaran berita palsu atau ‘hoax.’ Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(1), 13–19.

Sulthani, M. L. E.-. (2002). Lidah Tidak Bertulang. Al- mawardi prima.

Susanto, J. (2016). Etika Komunikasi Islami. Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 1(1), 1–24.

Sutantohadi, A. (2018). Bahaya Berita Hoax dan Ujaran Kebencian pada Media Sosial Terhadap Toleransi Bermasyarakat. DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(1), 1–15.

Syaifullah, I. (2018). Fenomena hoax di media sosial dalam pandangan hermeneutika. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Ula, S. K. (2017). Fikih Media Sosial Sebagai Landasan Etika Komunikasi. On-Line. In: Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 347–356.

Wahyudin, U., & Karimah, K. El. (2016). Etika Komunikasi Di Media Sosial. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi, 216–224.

Walidah, I. Al. (2017). Tabayyun di Era Generasi Millennial. Jurnal Living Hadis, 2(1), 317–344.

Widodo, W., Budoyo, S., Pratama, T. G. W., & Soeprijanto, T. (2019). Hoax di Indonesia: Suatu Kajian. Al Meta-Yuridis, 2(2), 69–78.

Yulianita, N., Nurrahmawati, & Wiwitan, T. (2017). Pemahaman Dosen Universitas Islam Bandung Tentang Makna Hoax di Media Sosial Whatsapp. Jurnal Wacana, 16(2), 237–246.

Yusuf, A. F. (2019). Jurnalisme Santri Melawan Hoaks. Sosio Dialektika, 4(1), 1–11.




DOI: https://doi.org/10.15575/cjik.v5i1.12887

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Muhamad Parhan, Jenuri, Mohammad Rindu Fajar Islamy

Creative Commons License

Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stat View MyStat