Teologi Pembebasan Beragama dalam Film Bollywood

Maria Ulfa, Bambang Qomaruzzaman, Abdul Syukur

Abstract


Istilah pembebasan yang muncul di dalam teologi agama, merupakan gambaran fenomenatif dari aspek teologi, yang secara konklusifnya melahirkan banyak pemikir.. Lahirnya pembebasan dilatar belakangi oleh suatu kondisi diktatoral politik secara politis, otoriter lembaga-lembaga keagamaan dan kondisi sosial kemasyarakatan yang diskriminatif dan tidak populis telah mewujudkan berbagai gerakan dan aliran pembebasan. Film PEEKEY dan OH MY GOD adalah dua film yang direpresentasikan seperti sebuah kuliah singkat terkait agama, eksistensi manusia dan teologi pembebasan. Penelitian ini ingin melihat dua pesan yakni pertama, Pembebasan apa saja yang terdapat dalam film bollywood tersebut? Bagaimana strategi teologi pembebasan yang ditunjukkan dalam film bollywood tersebut? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis model Roland Barthes. Hasil analisis pada pada penelitian ini mengungkapkan bahwa film PK dan OMG telah melakukan pembebasan Tuhan terhadap pemahaman tentang Tuhan yang salah, kemudian membebaskan manusia dari permusahan karena agama dan yang ketika membebaskan manusia dari agama yang disebabkan agama.


Keywords


Teologi pembebasan; isyu agama; film komedi

Full Text:

PDF

References


Agus, B. (2007). Agama dalam Kehidupan Manusia. Jakarta: Raja Grafindo.

Aryanto, W. (2009). Panduan Praktisi Public Relation. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Hoed, B. H. (2008). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Kurniawan. (2001). Semiologi Roland Barthes. Magelang: Yayasan Indonesiatera.

Kwant. (1975). Manusia dan Kritik. Yogyakarta: Kanisius.

Lantowa, J., Marahayu, N. M., & Khairussibyan, M. (2017). Semiotika: Teori, Metode, dan Penerapannya dalam Penelitian Sastra. Yogyakarta: Budi Utama.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif.

Narodangin, J. N. (2019). Semiotika Roland Barthes.

Nitiprawiro, F. W. (2000). Teologi Pembebasan (Sejarah, Metode, Praksis, dan Isinya). Yogyakarta: Lkis Printing Cemerlang.

Nitiprawiro, F. W. (2010). Teologi Pembebasan: Sejarah, Metode, Praksis, dan Isinya. LKIS PELANGI AKSARA.

Rahman, M. T. (2018). Pengantar filsafat sosial.

Ridwan, M. (2016). Agama antara Cita dan Kritik. Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah Dan Studi Keagamaan, 4(1), 161.

Rohmaniyah, I. (2009). Gender dan konstruksi Perempuan dalam Agama. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 10(2), 209.

Ruslan, I. (2014). Paradigma Politisasi Agama (Upaya Reposisi Agama dalam Wilaya Publik). Jurnal Madania, 18(2), 162.

Susanto, A. S. (1977). Komunikasi dalam Teori dan Praktek. Bandung: Binacipta.

Suseno, F. M. (1999). Pemikiran Karl Marx (dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme). Jakarta: Gramedia Pustaka.

Tazid, A. (2017). Toko, Konsep dan Kata Kunci Teori Post Modern. Yogyakarta: Budi Utama.

Utaminingsih, A. (2017). Gender dan Wanita Karir. Jakarta: UB Press.

Vera, N. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Wibisono, M. Y. (2020). Sosiologi Agama.

wikipedia. (2020). Teologi pembebasan.

Willya, E. (2012). Senarai Penelitian, Islam kontenporer Tinjauan Multikultural. Yogyakarta: Deepublish.

Yudiono. (2009). Pengkajian Kritik Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo.




DOI: https://doi.org/10.15575/hanifiya.v4i1.11004

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Maria Ulfa, Bambang Qomaruzzaman, Abdul Syukur

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License..

___

View MyStat View MyStat

anifiya: Jurnal Studi Agama-Agama is Indexed By: