Hubungan Agama dan Magi dalam Fenomenologi Agama
DOI:
https://doi.org/10.15575/hanifiya.v5i2.20010Keywords:
meta teori, masyarakat primitive, kepercayaan gaib, pengetahuan manusia, upacara keagamaanAbstract
Artikel ini mengkaji tentang bagaimana agama dan magi dalam fenomenologi agama. Dalam praktiknya, keduanya merupakan hal yang berbeda satu sama lain, akan tetapi keduanya memiliki keterkaitan dengan adanya ketidakmampuan nalar manusia dalam menyelesaikan masalah dan mencari jalan praktis. Dengan menggunakan langkah library research dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mengkritisi data-data, artikel ini menggunakan metode kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan agama dan magi dalam fenomenologi agama dari berbagai perspektif tokoh. Dengan begitu, hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu rujukan akademisi dalam bidang terkait maupun masyarakat umum yang tertarik dengan kajian ini.
References
Aji, G. L. (2016). Clifford Geertz dan Penelitianya Tentang Agama di Indonesia (Jawa). Pierre Bourdieu Dan Gagasannya Mengenai Agama, 115.
Anshari, F. A., & Rahman, H. (2021). Metodologi Khusus Penafsiran Al-Quran dalam Kitab Tafsir Al-Maraghi. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(1), 55–62.
Astuti, R. K. (2015). Unsur Magis dalam Jatilan dan Relevansinya Terhadap Pemahaman Akidah: Studi Kasus di Desa Wonorejo Kc. Pringpus Kab. Semarang. Universitas Islam Negeri Walisongo.
De Jong, A. (1997). Traditions of the Magi: Zoroastrianism in Greek and Latin literature (Vol. 133). Brill.
Falikhah, N. (2017). Santet dan Antropologi Agama. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 11(22).
Fitri, A. Z. (2012). Pola Interaksi Harmonis antara Mitos, Sakral, dan Kearifan Lokal Masyarakat Pasuruan. El-Harakah, 14(1), 1–17.
Gea, A. A. (2004). Relasi dengan Tuhan. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Humaeni, A., & Humaeni, A. (2014). Akulturasi Islam dan Budaya Lokal dalam Magi Banten. GP Press.
Jung, C. G. (2017). Psikologi dan Agama. Diterjemahkan Oleh Afthonul Afif. Yogyakarta: IRCisoD.
Malinowski, B. (2014). Magic, science and religion and other essays. Read Books Ltd.
Mariasusai, D. (1995). Fenomenologi Agama. Yogyakarta: Kanisius.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Morris, B. (1987). Anthropological studies of religion: An introductory text. Cambridge University Press.
Munhanif, A. (1996). Islam and the struggle for religious pluralism in Indonesia: a political reading of the religious thought of Mukti Ali. Studia Islamika, 3(1).
Murtopo, A. (2017). Integrasi Agama dan Ilmu Pengetahuan. Al-Afkar: Jurnal Keislaman & Peradaban, 5(2).
Nasrudin, J. (2019). Relasi agama, magi, sains dengan sistem pengobatan tradisional-modern pada masyarakat pedesaan. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 42–58.
Pujiraharjo, S. (2014). Magi Sebagai Acuan Identitas Diri Orang Mentawai Dalam Hubungan Antar Suku Bangsa. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 15(2), 65–73.
Rahman, T. (2013). ’Indianization’of Indonesia in an Historical Sketch. International Journal of Nusantara Islam, 1(2), 56–64.
Raka, S. P. (2021). Filsafat Ketuhanan Ibn Rusyd. UIN Raden Intan Lampung.
Roza, E. (2019). Akulturasi Islam dalam Adat Pengesahan Perkawinan Suku Sakai Solapan Kabupaten Bengkalis Riau. Jurnal Tsaqafah, 15(1), 49–66.
Sanjaya, P. (2020). Magi dan Agama dalam Pandangan James George Frazer. Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Jurusan Brahma Widya STAHN Mpu Kuturan Singaraja, 2(1).
Saputra, H. S. P. (2001). Tradisi mantra kelompok etnik Using di Banyuwangi. Humaniora, 13(3), 260–267.
Saryono, A. (2013). Metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif dalam bidang kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Stocking, G. W. (1989). Bronislaw Malinowski, Malinowski among the Magi:“The Natives of Mailu.†Pacific Studies, 13, 3.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tihami. (2011). Agama dan Magi bagi Kyai dan Jawara. Al Qalam, 28(2), 365–390.
Tylor, E. B. (1871). Primitive culture: Researches into the development of mythology, philosophy, religion, art and custom (Vol. 2). J. Murray.
Ulumi, H. F. B. (2007). Kedudukan, Dasar-dasar dan Elemen-elemen Magi Orang Banten. Al Qalam, 24(1), 55–86.
Wahidmurni, W. (2017). Pemaparan metode penelitian kualitatif.
Wibisono, M. Y. (2013). Keberagamaan Masyarakat Pesisir: Studi Tentang Perilaku Keagamaan Masyarakat Pesisir Patimban Kecamatan Pusakanegara Kabupaten Subang Jawa Barat. UIN SGD Bandung.
Wibisono, M. Y. (2020). Sosiologi Agama. Prodi P2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Wibisono, M. Y., Truna, D. S., & Ziaulhaq, M. (2020). Modul Sosialisasi Toleransi Beragama. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC-BY-SA)  that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).