Eksistensi Perempuan Sunda Berdasarkan Dimensi Sunan Ambu dalam Epos Lutung Kasarung
DOI:
https://doi.org/10.15575/hanifiya.v6i1.24087Keywords:
budaya Sunda, feminisme, filsafat kebudayaan, masyarakat sunda, mitologi, simbol perempuanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi perempuan dalam epos Lutung Kasarung dalam perspektif perkembangan kebudayaan Van Peursen. Studi ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dan mengkaji teks-teks yang terkait dengan topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi perempuan dalam epos Lutung Kasarung memainkan peran yang penting dalam membentuk perkembangan kebudayaan (mitis, ontologis dan fungsional). Perempuan dianggap sebagai simbol kekuatan dan martabat, dan memiliki peran yang sama dengan laki-laki dalam membentuk masyarakat yang adil dan sejahtera. Studi ini memberikan kontribusi baru bagi pemahaman tentang peran perempuan dalam masyarakat dalam perspektif perkembangan kebudayaan Van Peursen.References
Atja. (1970). Ratu Pakuan: Tjeritera Sunda-Kuno dari Lereng Gunung Cikuraj. Bandung: Lembaga Bahasa dan Sedjarah.
Caturwati, E. (2019). The Profile of Indung in Sundanese Society (A Socio-Cultural Analysis on the Role of Sunan Ambu, Dewi Sri and Rongeng. Saudi Journal of Humanities and Social Sciences, 4(7), 511–17. https://doi.org/10.21276/sjhss.2019.4.7.12.
Darsa, U. A. (2018). Cerita Prosa Rakyat in the Sundanese. Sumedang.
Encyclopaedia. (2022). Nuclear Family. Britannica.
Heman Ononye, U., & Igwe, A. (2019). Knowledge Sharing Process and Innovation Success: Evidence from Public Organisations in Southern Nigeria. Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management, 14, 183–198. https://doi.org/10.28945/4358
Heryana, A. (2012). Mitologi Perempuan Sunda. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 4(1).
Huriani, Y., Haryanti, E., Zulaiha, E., & Haq, M. Z. (2022). Women religious congregation as driving force behind alleviation of urban poor nutrition. Cogent Social Sciences, 8(1), 2113599.
Huriani, Y., Rahman, M. T., & Haq, M. Z. (2021). Developing Gender-Based Justice Relationships in Indonesian Families During the COVID-19 Pandemic. Equalita: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 3(1), 76–95.
Iskandar, J., & Iskandar, B. S. (2017). Local knowledge of the Baduy Community of South Banten (Indonesia) on the traditional landscapes. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 18(3), 928–938.
Kajian Bahasa, J., Budaya Daerah serta Pengajarannya, dan, Astuti, A., & Kosasih, D. (2020). LOKABASA Tradisi Hajat Sasih Mulud di Kampung Naga Untuk Bahan Pembalajaran Membaca Artikel: Kajian Semiotik. 11(2), 115–126. https://doi.org/10.17509/jlb.v11i2
Komariah, S. (2019). Perubahan Peranan Wanita Sunda: Studi Kasus di Kota Bandung. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 2(2), 354–384.
Maarif, S. (2017). Meninjau Ulang Definisi Agama, Agama Dunia, dan Agama Leluhur, dalam “Kebebasan, Toleransi dan Terorisme Riset dan Kebijakan Agama di Indonesia.†Jakarta: Pusat Studi Agama dan Demokrasi Yayasan Paramadina Jakarta.
Noorduyn, J. (1984). Perjalanan Bujangga Manik menyusuri Tanah Jawa: data topografis dari sumber Sunda Kuno. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Perempuan, K. (2021). Perempuan Dalam Himpitan Pandemi : Lonjakan Kekerasan Seksual,Kekerasan Siber,Perkawinan Anak,Dan Keterbatasan Penanganan Ditengah Covid-19. Journal of Chemical Informatfile:///Users/Ghinahana/Downloads/10964-27747-1-PB.Pdfion and Modeling, 138(9), 1689–1699.
Peursen, C. A. van. (1998). Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: PT Kanisius.
Prameswari, N. P. L., & Nugroho, W. B. (n.d.). Feminisme eksistensial Simone de Beavuoir: Perjuangan perempuan di ranah domestik. Jurnal Ilmiah Sosiologi, 1(2), 1–13.
Rohmana, J. A., & Ernawati, M. (2014). Perempuan dan Kearifan Lokal: Performativitas Perempuan Dalam Ritual Adat Sunda. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 13(2), 151. https://doi.org/10.14421/musawa.2014.132.151-166
Ruhimat, M., Gunawan, A., & Wartini, T. (n.d.). Kawih Pangeuyeukan: Tenun dalam Puisi Sunda Kuno dan Teks-teks Lainnya. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Sayudi. (1983). Kahiangan. In Lutung Kasarung (pp. 33–37). Bandung: Pustaka Buana.
Sugiharto, B. (2019). Kebudayaan dan Kondisi Post-Tradisi: Kajian Filosofis Atas Permasalahan Budaya Abad ke-21 (R. Wahyudi, ed.). Yogyakarta: PT Kanisius.
Sumardjo, J. (n.d.). Simbol-simbol Artefak Budaya Sunda: Tafsir-tafsir Pantun Sunda. Bandung: Kelir.
Sumardjo, J. (2009). Kosmologi dan Pola Tiga Sunda. Imaji, 4(2).
Sumardjo, J. (2019). Struktur Filosofis Artefak Sunda. Bandung: Kelir.
Suparmini, S., Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. (2013). Pelestarian lingkungan masyarakat Baduy berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1).
Susanti, E. (2013). Tingkat Keberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Kasus Pada Program Pekka Di Desa Dayah Tanoh Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie Provinsi Aceh). Agrisep, 14(2). https://doi.org/10.24815/agrisep.v14i2.2374
Suyatman, U. (2018). Teologi Lingkungan dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sunda. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(1), 77–88.
Wessing, R. (1988). Spirits of the earth and spirits of the water: chthonic forces in the mountains of West Java. Asian Folklore Studies, 43–61.
Wessing, R. (2006). Symbolic animals in the land between the waters: Markers of place and transition. Asian Folklore Studies, 205–239.
Yuliawati, S., Hidayat, R. S., Rahyono, F. X., & Kwary, D. A. (2022). Pilihan Kata dan Konstruksi Perempuan Sunda Ddlam Majalah Manglè: Kajian Linguistik Korpus Diakronik. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 7(2), 3.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC-BY-SA)  that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).