Ritual Mistis di Dunia Politik: Studi pada Ritual Ngalab Berkah di Gunung Kemukus

Fibry Jati Nugroho

Abstract


Mystical rituals are still very thick in people's lives. Even though the times are modern, rituals in the supernatural are still performed. Community life cannot be separated from mystical rituals, which are then manifested in their spiritual practice. In this study presented a mystical ritual performed by pilgrims who Ngalab Berkah on Gunung Kemukus. Theritual Ngalab Berkah will be used as an object of study in relation to contestation in the political world. By using a qualitative approach and descriptive analysis, it was found that theframe Javanese religious and Max Weber's theory regarding charismatic leadership caused mystical rituals to remain in demand among political contestants. The results of mystical rituals in the form of Ngalab Berkah on Gunung Kemukus, make ritual performers get harmonization between macrocosm and microcosms, charisma as a leader, get pulung (kebegjan), and get wisdom and mercy from Prince Samudra. Mystical rituals carried out by pilgrims proved to be a powerful enough path for political contestants to win their contest in the political world.

Keywords


Gunung Kemukus; Javanese Religion; Ngalap Berkah; Ritual; Politics

Full Text:

PDF

References


Ahmad. (2017). Wawancara Dengan Kepala Biro Pariwisata Kab. Sragen.

Anderson, B. R. O. (1984). Gagasan Kekuasaan Dalam Budaya Jawa. Penerbit Sinar Harapan.

Aribowo, P. (2017). Wawancara Kepada Dinas Pariwisata Jawa Tengah.

Bedjo. (2017). Wawancara dengan Peziarah Gunung Kemukus.

Endraswara, S. (2003). Mistik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme dan Sufisme dalam Budaya Spiritual Jawa. Narasi.

Endraswara, S. (2011). Kebatinan Jawa. Lembu Jawa.

Endraswara, S. (2015a). Agama Jawa. Narasi.

Endraswara, S. (2015b). Falsafah Hidup Jawa. Cakrawala.

Furseth. (2006). an Introduction to the Sociology of Religion. Ashgate Publishing Limited.

Lorens, B. (2000). Kamus Filsafat. Gramedia.

Mujiyah, N. (2014). Islam dan Budaya Lokal: Studi Etnografi Tentang Pitungan Boyongan Rumah Menurut Mbah Miran Di Dusun Klaci Jombang. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Novitasari, R. D. (2015). Ritual Ziarah Makam Pangeran Samudro Di Gunung Kemukus Desa Pendem Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen. Universitas Negeri Semarang.

Oktiasasi, A. W., & Harianto, S. (2016). Perhitungan Hari Baik dalam Pernikahan. Jurnal Paradigma, 4(3).

Pardi. (2018). Wawancara Dengan Bapak Pardi.

Permatasari, B. F., & Habsari, N. T. (2015). Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa Dalam Membangun Rumah. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 5(01), 165–182.

Ricklefs, M. (2004). Sejarah Indonesia Modern. Serambi.

Sari, Indah Ambar; Azhar, M. A. (2016). Mitos dan Kekuasaan Studi Kasus Hegemoni Ngalap Berkah Gunung Kemukus Terhadap Pencarian Kekuasaan. EJurnal Politika, 1(1), 1–13.

Setiawati, R., & Kuswarno, E. (2016). Meaning construction of “ngalap berkah” ritual in mountain kemukus of central Java in Indonesia: An interpretation from a communication perspective. Man in India, 96(11), 4749–4764.

Setiawati, R., & Safitri, K. A. (2018). Bahasa Pada Komunikasi Ritual Ziarah Ngalap Berkah Di Kawasan Wisata Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 1(7), 21–31.

Siatawati, R., & Priyanto. (2015). Komunikasi Ritual Peziarah “Ngalap Berkah” Di Kawasan Wisata Gunung Kemukus. Vokasi Indonesia, 3(2), 74–84. https://doi.org/10.1007/82

Soehadha, M. (2013). Komodifikasi Asketisme Islam Jawa: Ekspansi Pasar Pariwisata dan Prostitusi di Balik Tradisi Ziarah di Gunung Kemukus. Harmoni, 12(1), 101–115.

Subagyo; Muridjal, A. I. (2013). Fenomenologi Ziarah Makam Gunung Kemukus. Jurnal Komunikasi Massa, 6(2), 221–234.

Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sularno, M. R. P. &. (2017). Motivasi Ziarah Di Makam Pangeran Samudra Gunung Kemukusdan Mitosritual Hubungan Seks. In Teori Hukum Islam dan Multikulrulisme. Pustaka Tebu Ireng.

Sumardjo, J. (2011). Sunda Pola Rasionalitas Budaya. Kelir.

Suparno. (2017). Wawancara Ketua RT 2 Desa Pendem.

Weber, M. (1978). Economy And Society. Volume I. (1910-14). An Outline of Interpretive Sociology (C. Roth, Guenther; Wittich (ed.)). The Regents of University of California.

Yeshe, L. T. (2001). Introduction to Tantra:The Transformation of Desire. Wisdom Publication.

Yuliana, & Sadewo, F. S. (2019). Rasionalitas Menghitung Weton Pada Pernikahan Pasutri Berpendidikan Tinggi. Paradigma, 7(2), 1–6.




DOI: https://doi.org/10.15575/hanifiya.v3i1.8431

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

___

View MyStat View MyStat

Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama is Indexed By: