“Apotheek†: Gerbang Budaya Farmasi di Indonesia (1900-1942)
DOI:
https://doi.org/10.15575/hm.v7i1.25317Abstract
Abad ke-20, kesehatan masyarakat Jawa mulai menunjukkan perubahan. Tingkat mortalitas penduduk di Jawa akibat penyakit dan wabah mulai berkurang. Salah satunya adalah peran dari pelayanan farrmasi sebagai langkah kuratif maupun preventif dari pemerintah. Apotek adalah tempat pelayanan farmasi. Tulisan ini menjelaskan perkembangan apotek sebagai sebuah instansi kesehatan di Jawa yang dijelaskan menggunakan metode sejarah. Tahapan metode sejarah dilakukand engan empat tahap, yakni heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber yang digunakan untuk menjelaskan hal tersebut adalah majalah farmasi, pharmaceutische tijdschrift voor nederlandsch indie, buku sejaman, serta sumber yang didapatkan dari informasi elektronik melalui laman delpher.nl serta kitlv.nl. Berdasarkan hasil penulusuran sumber dan hasil kritik serta interpretasi menunjukkan bahwa apotek merupakan salah satu fasilitas untuk penunjang kesehatan masyarakat di Jawa. Apotek berkembang di Jawa sejak adanya peraturan pemerintah staadblad No. 97 Tahun 1882. Apotek dikembangkan oleh apoteker Belanda dengan menyediakan obat kimia yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Tidak lupa, apotek menggunakan majalah, Koran untuk promosi serta propaganda terhadap masyarakat dalam mengkonsumsi obat-obatan kimia. Oleh karena itu, apotek menjadi garda terdepan pertukaran budaya kesehatan modern dalam masyarakat Jawa.Â
References
Baha’uddin. “Dari Mantri Hingga Dokter Jawa: Studi Kebijakan Pemerintah Kolonial Dalam Penanganan Penyakit Cacar Di Jawa Abad XIX-XX.†Humaniora 18, no. 3 (2006): 286–96.
———. “Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Di Jawa Pada Abad Ke-19 Dan Awal Abad Ke-20.†Lembaran Sejarah, 2004.
Boomgaard, Peter. Anak Jajahan Belanda: Sejarah Sosial Dan Ekonomi Jawa 1795-1880. Edited by Monique dkk. Sosman. Jakarta: Djambatan, 2004.
———. “Smallpox, Vaccination, and the Pax Neerlandica, Indonesia 1550-1930.†Bijdragen Tot de Taal- Land- En Volkenkunde 159, no. 4 (2003).
Boorsma, W.G. Aanteekeningen Over Oostersche Geneesmiddeleer Op Java. Buitenzorg: Drukkerij Dep., 1913.
Breman, Jan. Djawa Pertumbuhan Penduduk Dan Struktur Demografis. Edited by Suganda Purbakawatja. Bhratara, 1971.
Darini, Ririn -. “Pelayanan Dan Sarana Kesehatan Di Jawa Abad Xx.†MOZAIK: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora 7, no. 1 (2018): 1–15. https://doi.org/10.21831/moz.v7i1.6186.
Djoyosugito, Ahmad Muhammad. “Celaka, Sakit, Obat, Dan Sehat Menurut Konsepsi Orang Jawa.†In Pengetahuan Obat-Obatan Jawa Tradisional, edited by Soedarsono. Jakarta: Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985.
Duyster, M. “De Simpangsche Apotheek 1 Nov 1855 - 1 Nov 1925.†Pharmaceutisch Tijdschirft Voor Nederlandsche Indie. Weltevreden, January 1926.
“Geneeskundigen (Inlandsche).†In Encyclopaedie van Nederlandsche-Indie Eerste Deel. Leiden: N.V v/h E.J Brill, 1917.
Hartini, Yustina Sri, and Sulasmono Sulasmono. Apotek. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, 2007.
Hesselink, Liesbeth. Healers on the Colonial Market. Healers on the Colonial Market. Leiden: KITLV Press, 2013. https://doi.org/10.1163/9789004253575.
“Koloniaal Verslag,†1849.
“Kolonial Verslag,†1882.
“Kolonial Verslag,†1891.
Loedin, AA. Sejarah Kedolteran Di Bumi Indonesia. Jakarta: Grafiti, 2003.
Lombard, Denys. Nusa Jawa : Silang Budaya Jilid 1. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007.
“P. Tak.†De Locomotief. October 23, 1926. https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMKB23:001705135:mpeg21:a00104.
Pahlani, Eva, Tantri Suryandani, and Ridhwan Fadhlurrohman. “Peran Apotek Sebagai Tempat Pelayanan Informasi Obat Berdasarkan Persepsi Konsumen Di Apotek K-24 Kiaracondong Bandung†VIII, no. 1 (n.d.): 8–15.
Pols, Hans. “European Physicians and Botanists, Indigenous Herbal Medicine in the Dutch East Indies, and Colonial Networks of Mediation.†East Asian Science, Technology and Society 3, no. 2–3 (2009): 173–208. https://doi.org/10.1007/s12280-009-9085-6.
Salmon, Claudine, and Mira Sidharta. “Traditional Chinese Medicine and Pharmacy in Indonesia – Some Sidelights.†Archipel 74 (2007): 165–204. https://www.persee.fr/doc/arch_0044-8613_2007_num_74_1_3920.
Suci, Riza Permana, Yardi Saibi, and Asep Dasuki. “Kualitas Pelayanan Informasin Obat (Konseling) Di Apotek Kabupaten Garut.†Jurnal Pharmascience 5, no. 1 (2018): 1–7. https://doi.org/10.20527/jps.v5i1.5779.
Zakaria, Mumuh Muhsin. “Bibliografi Sejarah Kesehatan Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda.†Paramita: Historical Studies Journal 22, no. 2 (2012): 186–97.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).