The Relevance of the Concept of Ashabiyah in the Dynamics of the Kurdish Ethnic Struggle in the Middle East
Abstract
Penelitian ini mengkaji relevansi konsep Ashabiyah yang digagas oleh Ibnu Khaldun dalam memotret dinamika perjuangan etnis Kurdi di Timur Tengah masa kini, khususnya etnis Kurdi Irak. Permasalahan utama yang menjadi latar belakang adalah bagaimana etnis Kurdi, dengan solidaritas sosial yang khas, terus berjuang mempertahankan identitas dan hak-hak politiknya di tengah tekanan eksternal dan fragmentasi internal. Dalam konteks ini, penelitian menelaah sejauh mana konsep ashabiyah dapat menjelaskan pola solidaritas dan gerakan kolektif Kurdi, serta bagaimana perubahan sosial dan politik kawasan membentuk manifestasi ashabiyah tersebut dalam setiap rentang perkembangan perjuangan Kurdi, khususnya etnis Kurdi di Irak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekuatan solidaritas kelompok sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Khaldun tetap menjadi fondasi utama dalam ketahanan dan mobilisasi politik etnis Kurdi. Penindasan dan ketidakadilan yang membuat ashbiyah semakin menguat. Hal ini tercermin dalam usaha Kurdi Irak untuk selalu berjuang dalam mendapatkan haknya melalui jalur politik. Senada dengan Ibnu Khaldun bahwa manusia hakikatnya tidak ingin berada dalam kekuasaan orang lain, kecuali berada di bawah kelompok ashabiyah. Ashabiyah atas rasa persatuan dan persamaan aspirasi cenderung lebih kuat daripada atas dasar ikatan darah. Dengan demikian, konsep ashabiyah terbukti tetap relevan untuk memahami konsistensi gerakan dan ketahanan identitas kolektif Kurdi di tengah perubahan geopolitik Timur Tengah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).