The Relevance of the Concept of Ashabiyah in the Dynamics of the Kurdish Ethnic Struggle in the Middle East

Authors

  • Bahy Chemy Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi konsep Ashabiyah yang digagas oleh Ibnu Khaldun dalam memotret dinamika perjuangan etnis Kurdi di Timur Tengah masa kini, khususnya etnis Kurdi Irak. Permasalahan utama yang menjadi latar belakang adalah bagaimana etnis Kurdi, dengan solidaritas sosial yang khas, terus berjuang mempertahankan identitas dan hak-hak politiknya di tengah tekanan eksternal dan fragmentasi internal. Dalam konteks ini, penelitian menelaah sejauh mana konsep ashabiyah dapat menjelaskan pola solidaritas dan gerakan kolektif Kurdi, serta bagaimana perubahan sosial dan politik kawasan membentuk manifestasi ashabiyah tersebut dalam setiap rentang perkembangan perjuangan Kurdi, khususnya etnis Kurdi di Irak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekuatan solidaritas kelompok sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Khaldun tetap menjadi fondasi utama dalam ketahanan dan mobilisasi politik etnis Kurdi. Penindasan dan ketidakadilan yang membuat ashbiyah semakin menguat. Hal ini tercermin dalam usaha Kurdi Irak untuk selalu berjuang dalam mendapatkan haknya melalui jalur politik. Senada dengan Ibnu Khaldun bahwa manusia hakikatnya tidak ingin berada dalam kekuasaan orang lain, kecuali berada di bawah kelompok ashabiyah. Ashabiyah atas rasa persatuan dan persamaan aspirasi cenderung lebih kuat daripada atas dasar ikatan darah. Dengan demikian, konsep ashabiyah terbukti tetap relevan untuk memahami konsistensi gerakan dan ketahanan identitas kolektif Kurdi di tengah perubahan geopolitik Timur Tengah.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Chemy, B. (2026). The Relevance of the Concept of Ashabiyah in the Dynamics of the Kurdish Ethnic Struggle in the Middle East. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 10(1). Retrieved from https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/historia/article/view/54605

Citation Check