Majelis Taklim and the Shifting of Religious Public Role in Urban Areas

Umdatul Hasanah

Abstract


Majelis taklim is a very special Islamic medium in Indonesia. Its existence is quite phenomenal not only because of the large number of worshipers but also because it is very close to the lives of people both in rural and urban areas. Its development is quite massive in demand by many groups and social classes, especially among women so that it is often identified as a religious group that is "genre" women. This research will reveal how the development of majelis taklim in urban society? How does a shift in the social role of religion in urban society? This study uses a qualitative method with a sociological approach, at the Taklim Women's Assembly in the Setiabudi area of South Jakarta. This research found that the development of the majelis taklim was very dominant among women and had shifted socio-religious roles that had previously been in the hands of men. Majelis taklim has become a gateway that connects women with the outside world, also becomes a door for access and social mobility of women and even gives birth to women's leadership authority in religious public spaces.

 

Majelis taklim menjadi sarana syiar Islam yang sangat khas di Indonesia. Keberadaannya cukup fenomenal bukan saja karena jumlah jamaahnya yang besar akan tetapi juga karena  sangat dekat dengan kehidupan umat baik di pedesaan maupun di perkotaan. Perkembangannya cukup massif diminati  banyak kalangan dan kelas sosial,  terlebih di kalangan kaum perempuan sehingga kerap diidentikkan sebagai kelompok keagamaan yang “bergenre” perempuan. Penelitian ini akan mengungkapkan perkembangan majelis taklim pada masyarakat perkotaan? Bagaimana terjadi pergeseran peran sosial keagamaan pada masyarakat perkotaan? Penelitian ini  menggunakan metode kualitatif  dengan pendekatan sosiologis, pada Majelis Taklim Perempuan  di wilayah Setiabudi Jakarta Selatan. Penelitian ini menemukan bahwa perkembangan majelis taklim sangat dominan di kalangan kaum perempuan dan telah menggeser peran-peran sosial keagamaan yang sebelumnya berada di tangan kaum laki-laki. Majelis taklim telah menjadi pintu gerbang yang menjadi penghubung kaum perempuan dengan dunia luar, juga menjadi pintu akses dan mobilitas sosial  kaum perempuan bahkan juga melahirkan  otoritas  kepemimpinan  perempuan pada ruang publik keagamaan.


Keywords


majelis taklim; shifting; religious public role; urban areas

Full Text:

PDF

References


Abaza, M. (2004). Markets of Faith: Jakartan Da’wa and Islamic Gentrification”, Archipel, 67. 173-202. Retrieved from https://www.persee.fr/doc/arch_0044-8613_2004_num_67_1_3813

Agus, B. (2006). Agama dalam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Alawiyah, T. (1997). Strategi Dakwah di Lingkungan Majelis Taklim, Bandung: Mizan.

Al-Bukhari, M. b. I, (1442) Shahih al-Bukhari, Beirut: Dar al-Tsauqinnaja.

Bakti, A. F. (2012). Majelis Taklim At-Thahiriyah and its Engagement in Civil Society: the Case of Dakwah Islam (Islamic Communication Activities. Paper, Retrieved from http/www.andifaisalbakti.com/wp-content/uploads/2012/01

Azra, A. (1999). Historiografi Islam Kontemporer: Wacana, Aktualitas, dan Aktor Sejarah, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Bakti, A. F. (2012). As-Syafiiyah Engagement in Dakwah and Development of BKMT for Civil Society in Indonesia. Paper. Retrieved from http/www.andifaisalbakti.com/wp-content/uploads/2012/02.

Bano, M, & Kalmbach, H. (2012). Women Leadership and Mosques: Changes in Contemporary Islamic Authority, Leiden-Boston: Bril.

Bruinessen, M. v. & Howell J. D (2008). Urban Sufism (ed), Jakarta: Rajawali.

Burhanuddin, J. (2002), Ulama Perempuan Indonesia (Ed). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama & PPIM IAIN Jakarta.

Bustanudin, A. (2006). Agama dalam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Coleman, J. (2010). Foundation of Social Theory, Indonesian Editon. Bandung: Nusa Media.

Coleman, J. S. (2011). Dasar-Dasar Teori Sosial. Bandung: Nusa Media.

Dewan Redaksi (2003). Ensiklopedi Islam, Chapter 3. Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kiyai dan Visinya Mengenai masa Depan Indonesia, Revision Edition, Jakarta: LP3ES.

Dirjen Pendis Depag RI (2008). Pedoman Pengelolaan Majelis Taklim, Jakarta: Dirjen Pendis Depag RI.

Effendy, B. (1998). Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia, Jakarta: Paramadina.

Fitrianto, A. R. (2009). Majelis Taklim Pada Masa Orde Baru: Kajian Politik Pendidikan), Magister Thesis, Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

Fukuyama, F. (2014). Social Capital and Civil Society, Paper for Delevery at the IMF Confrence on Second Generation Reforms. Retrieved from http://www.imf.org/external/pubs/ft/seminar/1999/reforms/fukyama.htm.

Geertz, C. (1983). Abangan, Santri Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya.

Gellner, E. (1992). Postmodernisme, Reason and Religion. London: Routh- Ledge.

Giddens, A. (1984). The Constitution of Society. Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity

Huda, N. et al. (1984). Pedoman Majelis Taklim, Jakarta : Proyek Penerangan Bimbingan Dakwah Khutbah Agama Islam Pusat.

Humaeni, A. (2015). Rites of Passage (memahami Makna Budaya dalam Ritual Peralihan Masyarakat Banten) Banten: Pusat Penelitian dan penerbitan IAIN SMH Banten.

Ismail, I. (2012). Buku 70 Tahun Tutty Alawiyah The Inspiring Woman: Penggerak Kemajuan dan Peradaban, (ed). Jakarta: UIA – Press.

Kemenag RI. (2019). Simpenais Kemenag, Retrieved from www.kemenag.go.id

Kiki, R. Z. (2011). Geneologi Intelektual Ulama Betawi: Melacak Jaringan Ulama Betawi dari Awal Abad ke -19 sampai Abad ke-21, Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta, Jakarta Islamic Center.

Kull, A. (2014). At the Forefront of a Post-Patriarchal Islamic Education: Female Teachers in Indonesia, Journal of International Women’s Studies, 11(1), 25-39. Retreieved from https://vc.bridgew.edu/jiws/vol11/iss1/3/

Littlejhon, S. W. & Foss, K. A. (2005). Theories of Human Communication. New York: Thomson.

Mahasin A. (ed), (1996). Ruh Islam dalam Budaya Bangsa: Aneka Budaya di Jawa. Jakarta: Yayasan Festival Istiqlal.

Meuleman, J. (2011). “Dakwah”, competition for authority and development, Bijdragen tot de Taal- Land- en Volkenkunde, 167(2/3), 236-269. Retrieved from www.jstor org./stuble.

Mulkan, A. M. (1989). Perubahan Perilaku Politik dan Polarisasi Umat Islam. Jakarta: Rajawali.

Murodi, (2002) Tutty Alawiyah Pengembang Masyarakat Lewat Majelis Taklim. In Burhanudin J. (ed), (2002). Ulama Perempuan Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama & PPIM IAIN Jakarta.

Pranowo, M. B. (2011). Memahami Islam Jawa, Jakarta: Pustaka Alvabet.

Purwadarminto, W. J. S. (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rahman, L. et al. (2005). Representasi Perempuan Dalam Kebijakan Publik di Era Otonomi Daerah. Jakarta : Women Research Institut.

Republika, (2015). Dialog Jum’at- Rubrik Silaturahmi, Jum’at 6 Maret 2015.

Rosyidah, I. (2002) Suryani Thahir Perintis Pengajian Perempuan. In Burhanudin J. (2002) Ulama Perempuan Indonesia (ed), Jakarta: Gramedia Pustaka Utama & PPIM IAIN Jakarta.

Saidi, R. (2011). Potret Budaya Manusia Betawi Jakarta: Perkumpulan Renaisance Indonesia, 2011.

Salisisiana, (2014). Penurunan Keterwakilan perempuan Dalam Pemilu 2014”, Bulletin Info Singkat Kesejahteraaan Sosial, 4(1) retrieved from http/berkas.dpr.go.id.

Schimmel, A. (1998). Jiwaku adakah Wanita: Aspek Feminin dalam Spiritualitas Islam, Terj Rahmani Astuti, Bandung: Mizan.

Siiainen, M. (2000). Two Concepts of Social Capital: Bourdieu vs Putnam, Paper Presented at ISTR Fourth International Confrence “The third Sector for What and for Whom”, Trinity College, Dublin Juli 05-08-2000

Takala T. & Aaltio, L. (2007) Charismatic Leadership and Etic from Gender Perspektiv”. Electronic Journal of Bussines Etics and Organization Studies, 12(11-12) Retrieved from http/ejabo.jyu.fi/articles/0901-6-html.

Winn, P. (2012). Women’s Majelis Taklim and Gendered Religious Practice in Noerthern Ambon, Intersections: Gender and Sexuality in Asia and the Pacific, 30 Retrieved from http://intersections.anu.edu.au/issue30/winn.htm

Yatim, B. (1996) Peran Ulama dalam Masyarakat Betawi”, in Mahasin Aswab (1996), Ruh Islam Dalam Budaya Bangsa, Jakarta: Yayasan Festival Istiqlal.




DOI: https://doi.org/10.15575/idajhs.v13i1.4632

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Editorial Office:

4th Floor, Building of Da'wah and Communication Faculty, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung Jl. AH. Nasution No. 105 Cipadung Cibiru Bandung 40614

Contact +6281321553313 Telp. (022) 7810788 Fax. (022) 7810788

E-mail: jurnal.ilmudakwah@uinsgd.ac.id

View My Stats