Layanan Hipnokonseling dalam Menangani Self-Harm pada Siswa Korban Broken Home
DOI:
https://doi.org/10.15575/irsyad.v13i4.50126Abstract
Fenomena self-harm pada remaja, khususnya siswa dengan latar belakang keluarga broken home, menjadi masalah serius yang membutuhkan penanganan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk self-harm yang dilakukan siswa kelas VIII SMPN 51 Bandung, mendeskripsikan proses layanan hipnokonseling oleh guru bimbingan konseling, serta mengevaluasi hasil intervensinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku self-harm pada siswa ditandai dengan menyayat kulit, membenturkan tubuh, hingga penyalahgunaan zat. Layanan hipnokonseling terbukti mampu menurunkan intensitas perilaku tersebut, membantu siswa mengendalikan emosi negatif, serta meningkatkan kesadaran diri dan harapan positif terhadap masa depan. Temuan ini menegaskan bahwa hipnokonseling efektif digunakan sebagai intervensi psikologis di lingkungan sekolah untuk menangani siswa korban broken home.
Kata Kunci : self-harm, broken home, hipnokonseling, siswa.



