SETTLEMENT KHAS BEBERAPA JENIS TANAH
Abstract
Consolidasi atau proses keluarnya air pori dari ruang pori akibat adanya beban diatas tanah dasar berupa timbunan atau beban konstruksi menyebabkan tejadinya settlement atau penurunan. Pekerjaan timbunan menyangkut permasalahan beban dan consolidasi serta settlement yang akan berpengaruh terhadap stabilitas konsruksi diatas timbunan sehingga perlu kajian awal untuk dapat mengetahui salah satu karakteristik tanah dasar konstruksi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya settlement khas dari jenis - jenis tanah yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi. Dari rekayasa geoteknik, makro struktur lebih penting karena dapat mengontrol perilaku rekayasa dari tanah seperti halnya: Kekuatan geser tanah, settlement dan displacement serta drainase.Struktur tanah menghasilkan respon terhadap perubahan eksternal didalam lingkungan seperti halnya beban, air, temperatur serta faktor – faktor lainnya. Kemampuan fluida untuk mengalir melalui media yang porous merupakan sifat teknis yang disebut daya rembesan atau permeabilitas, dimana fluida itu air dan media porous merupakan massa tanah. Tahanan geser tanah ditentukan oleh besarnya tegangan effektif didalam tanah, tegangan effektif tidak dapat ditentukan secara langsung tetapi harus diketahui tegangan total dan tekanan air pori. Penurunan (settlement) terjadi jika material tanah menerima beban diatasnya. Settlement yang terjadi merupakan perubahan regangan sepanjang kedalaman. Indek tekanan atau indek kompresi Azzouz, 1976 mengusulkan; Tanah tidak organis dan tanah organis. Metode analisis yang digunakan berlandaskan pada parameter jenis tanah berdasarkan Terzaghi dan Peck 1976. Analisis tegangan akibat beban serta penambahan tekanan vertical ∆σv dari persamaan Bousinesq (1885). Analisis geoteknik dapat menentukan dan mengetahui penyebab terjadinya settlement yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi, pengaruh consolidasi serta permeabilitas pada tanah dasar timbunan. Analisis ini juga berdasarkan sifat physis tanah serta kuat geser tanah. Berdasarkan hasil analisis; a. Beban 100 kN berupa timbunan/ konstruksi yang mana settlement untuk ketebalan tanah dasar 5 m: rasio settlement soft montmorillonite clay terhadap soft very organic clay sebesar137,6%. dan rasio settlement bog peat terhadap pen peat sebesar184%. b. Settlement merupakan fungsi (Cc) atau fungsi (Is) besarnya berbanding lurus dengan Indeks Tekanan Cc atau Indeks Settlement Is. Settlement yang terjadi untuk Bog peat melebihi ketebalan tanah dasarnya sehingga perlu evaluasi pengaruh hilangnya tegangan akibat beban metode Bousinesq, mengetahui hilangnya tegangan dikedalaman tertentu akibat beban dapat dijadikan batas maksimum settlement yang terjadi.References
Berry Peter L, An introduction TO Soil
Mechanic, Mc Graw – Hill Book
Company England, 1987.
Bowles, Joseph E. Foundation, Mc
Graw – Hill, Inc, 1984.
Bowles, Joseph E. Physical And
Geotechnical Propertises Of Soils, Mc
Graw – Hill, Inc, 1984.
Das, Braja M. Principles Of
Geotechnical Engineering, Hemisphere
Publishing Coorporation, 1985.
Nasution Sarifudin.M.Eng, Ir,.
Stabilitas Tanah, ITB’ 1990.
Nasution Sarifudin.M.Eng, Ir,.
Stabilitas Tanah, ITB’ 1990.
Prakash, Pile Foundation Engineering,
London, 1987.
Sengara. I, Dr. Stabilitas Lereng’ ITB’
Suratman,. Ilyas, Dr.CEA.Ir,. Perilaku
Tanah, ITB’ 2004.
Sutarman, E, Konsep Dan Aplikasi
Mekanika Tanah, Andi Offset,
Jogjakarta, 2013.
Sutarman, Encu, Pengaruh Adittive
Kimia Terhadap Kuat Geser Tanah,
ITB’ 2006.