Isolasi Mikroorganisme Penambat Nitrogen Simbiotik dari Tanaman Pelindung Sementara pada Perkebunan Teh Dataran Tinggi

Eko Pranoto

Abstract


Pemupukan merupakan salah satu input faktor pada perkebunan teh yang terus mengalami pening­katan harga. Penurunan biaya pokok dapat diupayakan melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas pemupukan. Tanaman teh dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian minimal 700 meter di atas permukaan laut. Seiring pertumbuhannya, tanaman teh juga mem­butuhkan ta­naman pelindung untuk membantu dalam pengurangan evaporasi, mengurangi froze, sebagai wind brea­ker, dan juga sebagai sumber bahan organik. Pada masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), tanaman pelindung yang dipakai adalah tanaman pelindung sementara yang merupa­kan tanaman Legu­minosa dan bersimbiosis dengan Rhizobium sp. yang dapat memfiksasi nitrogen dari udara dan menghasilkan fitohormon IAA sebagai biokatalisator yang dapat memper­cepat pertumbuhan tanaman. Setiap tanaman Leguminosa bersimbiosis dengan Rhizo­bium sp. yang spesifik dan berbeda-beda pada satu jenis tanaman dan ketinggian tempatnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penggalian potensi alam lokal yang terdapat pada daerah tanaman teh dataran tinggi, khususnya Rhizobium sp. dari tanaman Leguminosa yang merupakan pohon pelindung tanaman teh. Tujuannya adalah agar diperoleh karakter spesies Rhizobium sp. dataran tinggi yang pada tahap penelitian selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman, dan akhirnya dapat mengop­timalkan biaya pemupukan pada perkebunan teh. Dari penelitian diperoleh enam spesies Rhizobium sp. dari perkebunan teh dataran tinggi yang diberi kode YA, YB, YC, YD, YE, dan YF. Secara makroskopis terdapat perbedaan pertumbuhan Rhizobium sp. tersebut dengan pertumbuhan tercepat adalah Rhizobium sp. dari tanaman pelindung sementara Tephrosia sp. dan Seisbania sp. pada perkebunan teh.

 

Fertilization is one of input factors on tea plantation that is increasing on the price. The decreasing of the main cost can be done by increasing the efficiency and effectiveness of fertilizing. Tea plant can be grown with high productivity at least at 700 m above sea level. Along with the growth, tea plant need shade tree to eliminate evaporation and froze, and act as a wind breaker and organic material source. Leguminose plants used on young tea is a symbiotic plant with Rhizo­bium sp. This microorganism can fix Nitrogen from the air, and produce fitohormone such IAA functioning as bio-catalist to accelerate the plant growth. Every Leguminose plant has specific symbiosis with Rhizo­bium sp. depending on plant species and elevation. Furthermore, there is a need of exploration of the indigenous Rhizobium sp. from Leguminose shade tree at highland tea plantation. The aim was to get species characteristic of Rhizobium sp. that can be used for the next research to increase soil fertility, plant productivity, and opti­mize the fertilizer cost on tea plantation. The result found six species of Rhizobium sp. with code YA, YB, YC, YD, YE, and YF. Macroscopically, there were differences on the characteristic among them. The highest rate of growth were found for Rhizobium sp. from Tephrosia sp. and Seisbania sp. temporary shade trees on tea plantation.


Keywords


Perkebunan Teh; Pohon Pelindung Sementara; Rhizobium sp.

Full Text:

PDF

References


Anonymous, 2008. Fertilizer Placement. Internet. file:///G:/Benam%20 Pu¬puk/ 0170-Fertilizer%20 Placement.htm. [21-5-2008].

Ayu, H., 2004. Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Perkebunan dan Pabrik Teh di PPTK Gambung, Bandung. Laporan Praktek Lapang. Fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Burgmann, Helmut. 2003. Activity and Diversity of Nitrogen-Fixing Microorganisms : Novel Tools to Characterize Populations in Soil. Dissertation. Swiss Federal Institut of Technology Zurich.

Darmawidjaya, I., 1982. Klasifikasi Tanah untuk Tanaman Teh. Evaluasi Pengelolaan UUK Simalungun tahun 2006, Bah Butong.

Dewi A, I. R. , 2007. Fiksasi N Biologis pada Ekosistem Tropis. Universitas Padjadjaran, Bandung

International Research Institute, 2006. Temperature and Presipitation. http://iri.columbia.edu/climate/ENSO/globalimpact/temp_precip/index.htm. [21-5-2008].

Litbang Deptan, 2008. Internet. http://pfi3p.litbang.deptan.go.id/mod.php?mod=userpage&menu=1704&page_id=20. [11-8-2012].

Manivel, L. 1999. Physiology of Tea Produc-tivity. Global and advance of Tea Science: 463–480.

Rachmiati, Y., 2010. Pemupukan pada Tanaman Teh. Disampaikan dalam Tea Quality Enhancement Workshop, Ethical Tea Partnership pada tanggal 14–15 Oktober 2010 di PPTK Gambung.

Riau Pos Online, 2 Agustus 2008. Harga TBS Berpengaruh pada Harga Pupuk. Internet http:// www.riaupos.com/v2/-content/view/3023/59/. [21-5-2008].

Soil Survey Staff. 1998. Kunci Taksonomi Tanah. Edisi Kedua Bahasa Indonesia, 1999. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor

Statistik Teh Indonesia. 2001. Badan Pusat Statistik dan Asosiasi Teh Indonesia. Jakarta, September 2001.

Suara Surabaya, 16 April 2008. Harga Pupuk Bersubsidi Melonjak Tajam. Internet. http://www.suarasurabaya.net/v05/ekonomibisnis/?id=115f6f59f940912153d50b15ac32b91a200851223. [16-4-2008].

Syari. S. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Jakarta.

Tim PPTK, 2006. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh. PPTK, Gambung.

Tim. 1991. Dasar-dasar Pertimbangan Program Replanting Teh. Hal. 23–48. Loka-karya Replanting.

Tim Rekomendasi Pemupukan PPTK Gambung, 2010. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Teh PTPN VIII (Per¬sero) Tahun 2010. PPTK Gambung.

Wibowo, Z. S. dan U.Verstrijen (1976). Nilai Baku Kadar Hara Daun Teh. Warta BPTK 2 (3/4) : 305–316 pp.

Wibowo, Z. S, 1990. Kekahatan Unsur Hara pada Tanaman Teh di Indonesia. Pusat Penelitian Teh dan Kina. Bandung. 9 hal.




DOI: https://doi.org/10.15575/440

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons Licence

Jurnal Agro (J. Agro: ISSN 2407-7933) by http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/index is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.