Aplikasi giberelin (GA3) pada bawang merah (Allium ascalonicum L) lokal eban untuk meningkatkan Produksi dan mutu benih di dataran tinggi

Authors

  • Anna Tefa Program Studi Agroteknologi Universitas Timor, Indonesia
  • Antonius Kofi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor, Indonesia
  • Arnoldus Manehat Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor, Indonesia
  • Syprianus Ceunfin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor, Indonesia
  • Aloysius Rusae Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/j.agro.49154

Keywords:

Giberelin, Mutu Benih, hasil Umbi, True Shallot Seed

Abstract

Pengembangan bahan tanam bawang merah dari biji botanis (True Shallot Seed) merupakan salah satu inovasi teknologi dalam meningkatkan kualitas benih. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa giberelin (GA3) mampu menginduksi pembungaan dan meningkatkan produksi true shallot seed (TSS) pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan konsentrasi giberelin dan lama perendaman yang pengaruhnya paling baik terhadap hasil umbi, produksi true shallot seed (TSS) dan mutu benih bawang merah lokal Eban. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2024 di Desa Saenam, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Laboratorium Universitas Timor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi giberelin dengan empat taraf yaitu 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Faktor kedua adalah lama perendaman dengan tiga taraf yaitu 30, 45 dan 60 menit. Hasil Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan's Multiple Range Test/DMRT) menunjukkan bahwa konsentrasi giberelin 200 ppm dan lama perendaman 30 menit menghasilkan jumlah umbi pertanaman 12,33 umbi, berat kering umbi 168,51 g pada konsentrasi giberelin 200 ppm dan lama perendaman 60 menit. Konsentrasi giberelin 300 ppm dan lama perendaman 30 menit meningkatkan persentase tanaman berbunga 54,50%, konsentrasi 100 ppm dan lama perendaman 30 menit meningkatkan jumlah kapsul bernas per umbel 17,67 dan jumlah biji per umbel 37,00. Uji mutu benih TSS yang dihasilkan oleh umbi yang diberi konsentrasi giberelin 300 ppm dan lama perendaman 30 menit menghasilkan potensi tumbuh maksimum 14,66% dan daya berkecambah 14,66%. Perendaman umbi dengan giberelin belum mampu menghasilkan benih dengan viabilitas sesuai standar benih bermutu, sehingga diperlukan penelitian lanjutan.

ABSTRACT

The development of shallot planting material from botanical seeds (True Shallot Seed) is one of the technological innovations in improving seed quality. Several research results show that gibberellin (GA3) can induce flowering and increase the production of true shallot seed (TSS) in shallots. This study aimed to determine the gibberellin concentration and soaking duration that had the best effect on bulb yield, true shallot seed (TSS) production and seed quality of local Eban shallots. The experiment was conducted from June to October 2024 in Saenam Village, North Central Timor Regency (TTU) and the Timor University Laboratory. The experimental design used was a factorial randomized block design (RAK). The first factor was gibberellin concentration with four levels: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, and 300 ppm. The second factor was soaking duration with three levels: 0, 30, 45, and 60 minutes. The results of Duncan multiple range test (DMRT) analysis showed that gibberellin concentration of 200 ppm and soaking duration of 30 minutes resulted in 12.33 tubers per plant, dry weight of bulbs of 168.51 g at gibberellin concentration of 200 ppm and soaking duration of 60 minutes. Gibberellin concentration of 300 ppm and soaking duration of 30 minutes increased the percentage of flowering plants by 54.50%, concentration of 100 ppm and soaking duration of 30 minutes increased the number of full capsules per umbel by 17.67 and the number of seeds per umbel by 37.00. The quality test of TSS seeds produced by bulbs given gibberellin concentration of 300 ppm and soaking duration of 30 minutes resulted in a maximum growth potential of 14.66% and germination power of 14.66%. Soaking bulbs with gibberellin has not been able to produce seeds with viability according to quality seed standards, so further research is needed.

References

Amaliatussolihah, W., Listiana, B. E., & Anugrahwati, D. R. (2023). Keragaan Bawang Merah (Allium ascalonicum L .) Varietas Lokananta Hasil Induksi Poliploid dengan Kolkisin Performance of Shown Onion (Allium ascalonicum L .) Lokananta Variety Resulted by Poliploid Induction with Colchicine. 2(2), 210–221.

Arianti, D., Nikmatullah, A., & Jayaputra. (2022). Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Biji dengan Gibberellic Acid (GA 3) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium asclonicum L .) dari True Shallot Seeds Effect of Concentration and Duration of Soaking Seeds With Gibberellins Acid ( GA 3. 1(3), 172–181.

Badan Pusat Statistik(BPS). (2023). Produksi Tanaman Sayuran Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kabupaten Timor Tengah Utara, 2021-2023. https://timortengahutarakab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjIxIzI=/produksi-tanaman-sayuran-menurut-kecamatan-dan-jenis-tanaman-di-kabupaten-timor-tengah-utara.html.

Berson, Mariati, & Rosita. (2015). Produksi Biji Bawang Merah Samosir Aksesi Simanindo terhadap konsentrasi GA 3 dan lama Perendaman di Dataran Tinggi Samosir. Junal Online Agroteknologi, 3(3), 1147–1151.

Brain, P. W. (1959). Effects of gibberellins on Plant Growth and Development. Biological Reviews, 34(1), 37–77. http://www.chemistry.uoc.gr/courses/xhm405/01 Environmental Chemistry Manahan.pdf

Cardoso, J. C., Ono, E. O., & Rodrigues, J. D. (2012). Gibberellic acid in vegetative and reproductive development of Phalaenopsis orchid hybrid genus. Horticultura Brasileira, 30(1), 71–74. https://doi.org/10.1590/s0102-05362012000100012

Cokrosudibyo, Fahmi Muhammad, Dinarti Diny, A. S. I. (2023). Pengaruh Giberelin (GA3) terhadap Pertumbuhan dan Komponen Hasil Bawang Merah (Allium cep var aggregatum) Bima Brebes Variety. 11(2), 103–105.

Fadlillah, I., Retno Moeldjani, I., & Suhardjono. (2022). Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh dan Lama Perendaman terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Plumula, 10(2), 2089–8010.

Fahrianty, D., Poerwanto, R., Drajad Widodo, W., & Palupi, R. (2020). Peningkatan Pembungaan dan Hasil Biji Bawang Merah Varietas Bima melalui Vernalisasi dan Aplikasi GA3 (Improvement of Flowering and Seed Yield of Shallot Variety Bima through Vernalization and Application of GA3). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 25(2), 244–251. https://doi.org/10.18343/jipi.25.2.244

Hantari D, Purnomo D, T. E. (2019). The effects of fertilizer composition and gibberellin on flowering and true shallot seed formation of three shallot varieties at the highlands The effects of fertilizer composition and gibberellin on flowering and true shallot seed formation of three shal. The 4th International Conference on Climate Change. https://doi.org/10.1088/1755-1315/423/1/012032

Hilman, Y., Rosliani, R., & Palupi, E. R. (2016). Pengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Pembungaan, Produksi, dan Mutu Benih Botani Bawang Merah. Jurnal Hortikultura, 24(2), 154. https://doi.org/10.21082/jhort.v24n2.2014.p154-161

Idhan, A., Syam, E., & Riyadi, M. (2023). Production of Botanical Seeds and Shallot Boobs with Vernalization and Gibberellin (GA3) Treatment in Highland Areas. 12(1), 201–211.

Katrin, N., Nurbait, & Murniati. (2021). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L .). 2021(April), 37–46.

Marlin, M., Hartal, H., Romeida, A., Herawati, R., & Simarmata, M. (2021). Morphological and flowering characteristics of shallot (Allium cepa var. Aggregatum) in response to gibberellic acid and vernalization. Emirates Journal of Food and Agriculture, 33(5), 388–394. https://doi.org/10.9755/ejfa.2021.v33.i5.2697

Muzahid, N. N., Karno, & Anwar, S. (2021). Aplikasi Berbagai Konsentrasi Giberelin dan Komposisi Media Akar Pakis Pada Pertumbuhan dan Hasil Panen Tanaman Kailan (Brassica oleracea L.). Jurnal Agrotech, 11(2), 71–78. https://doi.org/10.31970/agrotech.v11i2.66

Nurjanani, N., Sri Wahyuni Manwan, & Abdul Wahid. (2022). Pengembangan Produksi Biji Botani Bawang Merah (True Seed of Shallot) di Dataran Tinggi Kabupaten Gowa. Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 10(2), 282–290. https://doi.org/10.30605/perbal.v10i2.1872

Paelongan, A. H., Malau, K. M., & Semahu, L. H. (2023). Pengaruh Ekstrak Bawang Merah (Allium cepa L.) sebagai Zat Pengatur Tumbuh pada Benih Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agro Industri Perkebunan, 11(3), 185–196. https://doi.org/10.25181/jaip.v11i3.3013

Ramdhani, C., Maharijaya, A., & Ritonga, A. W. (2024). Optimizing the production of true shallot seed by inducing flowering in various shallot genotypes. 52(December), 319–330.

Rini Rosliani, Tri Handayani, Mathias Prathama, Rini Murtiningsih, Ineu Sulastrini, Asma Sembiring, Retno Pangestuti, Ade Dahlan Santosa, M. P. Y. (2024). Enhancing botanical seed yields via seed-to-seed techniques and understanding botanical seed phenology in shallots. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 1–21. https://doi.org/10.1016/j.jssas.2024.11.002

Rosliani, R., Waluyo, N., Yufdy, M. P., Harmanto, Sulastrini, I., Handayani, T., Sembiring, A., Gunaeni, N., Gaswanto, R., Rahayu, A., & Efendi, A. M. (2022). Benih Biji Bawang Merah (True Seed of Shallot) di Indonesia. In Jakarta. IAARD Press.

Setiawan, A. N., Vistiadi, K., & Sarjiyah. (2021a). Perkecambahan dan Pertumbuhan Bawang Merah dengan Direndam Dalam Giberelin. J.Pertanian Terapan, 21(1), 40–50. https://doi.org/10.25181/jppt.v21i1.1965

Sharfina, F., & Yuliani, Y. (2023). Pemberian berbagai Konsentrasi Hormon Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Kenikir (Cosmos sp.). LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 12(3), 396–404. https://doi.org/10.26740/lenterabio.v12n3.p396-404

Siswadi, E., Choiriyah, N., Rentina, R., Pertami, D., Nugroho, S. A., Kusparwanti, T. R., & Sari, V. K. (2022). Pengaruh perbedaan varietas dan zat

pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bawang merah ( Allium ascalonicum L .). 13, 175–186.

Sivana, E., Aisy, N. R., Mawaddah, N., & Galuh, R. (2025). Uji Viabilitas dan Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau ( Vigna Radiata ) Selama 11 Hari.

Sudjarwo, H. K., Moeljani, I. R., & Pribadi, D. U. (2021). Pengaruh Lama Perendaman GA3 dan Beberapa Macam TSS terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 23(2), 129–135. https://doi.org/10.31186/jipi.23.2.129-135

Tefa, A., & Afnita, M. (2022). Aplikasi Giberelin (Ga3) dan Perlakuan Vernalisasi untuk Meningkatkan Produksi Benih Botani ( True Shallot Seed ) Bawang Merah Asal Kecamatan Miomaffo Barat. PORTAL JURNAL UNIMOR, 7(2477), 38–40. https://doi.org/10.32938/sc.v7i02.1458

Tefa, A., Manlea Hermina, Kollo, R., Ola, A., Gelyaman, & Gebhardus Djugian. (2023). Respon Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif Bawang Merah Kultivar Lokal Eban yang Diberi Giberelin (GA3) dan Pupuk P.

Wahyuni, W., & Saputri, R. (2024). Produksi benih botani bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Kepulauan Bangka Belitung. Agroteknika, 7(2), 138–151. https://doi.org/10.55043/agroteknika.v7i2.231

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Tefa, A., Kofi, A., Manehat, A., Ceunfin, S., & Rusae, A. (2025). Aplikasi giberelin (GA3) pada bawang merah (Allium ascalonicum L) lokal eban untuk meningkatkan Produksi dan mutu benih di dataran tinggi. Jurnal AGRO, 12(2), 352–363. https://doi.org/10.15575/j.agro.49154

Issue

Section

Original Research Articles

Citation Check