Perbaikan sifat tanah eks-likuifaksi melalui amandemen bahan organik serta implikasinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lokal palu

Authors

  • Sri Sudewi Universitas Alkhairaat Palu
  • Minarni Program Pascasarjana Program Studi Magister Ilmu Pertanian, Universitas Alkhairaat, Kota Palu, Indonesia, Indonesia
  • Lisa Indriani Bangkele Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Alkhairaat, Kota Palu, Indonesia, Indonesia
  • Jumardin Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Alkhairaat, Kota Palu, Indonesia, Indonesia
  • Sayani Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Alkhairaat, Kota Palu, Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/j.agro.51372

Keywords:

bawang merah lokal palu, bahan organik, likuifaksi, sifat tanah

Abstract

Tanah bekas likuifaksi umumnya memiliki kandungan bahan organik sangat rendah (<1%), struktur tanah rusak, porositas tidak stabil, serta aktivitas mikroba yang menurun sehingga memerlukan amandemen organik untuk memulihkan sifat fisik, kimia, dan biologinya. Pupuk kandang sapi menjadi pilihan solusi karena kaya C-organik dan unsur hara makro serta mudah terdekomposisi, sedangkan arang sekam berperan memperbaiki aerasi dan porositas tanah berpasir. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas pupuk kandang sapi dan arang sekam sebagai bahan amandemen tanah eks-likuifaksi di Desa Jono Oge serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lokal Palu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, yaitu amandemen tanah + pupuk kandang (1:1), tanah + arang sekam (1:1), tanah + pupuk kandang + arang sekam (1:1:1), tanah + pupuk kandang (2:1), tanah + arang sekam (2:1), tanah + pupuk kandang + arang sekam (2:1:1), dan tanah tanpa amandemen sebagai kontrol dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik, kimia, dan biologi tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi tanah bekas likuifaksi, pupuk kandang dan arang sekam rasio 1:1:1 memiliki tinggi tanaman (44,50 cm), bobot segar umbi (20,70 g), dan bobot kering umbi (8,97 g) bawang merah lokal palu tertinggi. Aplikasi bahan organik dengan proporsi seimbang terbukti efektif merehabilitasi tanah bekas likuifaksi dan meningkatkan produktivitas bawang merah lokal Palu sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi pertanian berkelanjutan pada lahan pasca bencana.

ABSTRACT

Post-liquefaction soil has very low organic matter content (<1%), damaged soil structure, unstable porosity, and decreased microbial activity, so it requires organic amendments to restore its physical, chemical, and biological properties. Cow manure is a solution of choice because it is rich in organic carbon and macronutrients and is readily decomposed, while rice husk charcoal improves aeration and porosity in sandy soil. This study aims to assess the effectiveness of cow manure and rice husk charcoal as amendments to post-liquefaction soil in Jono Oge Village and their impact on the growth and yield of local shallots in Palu. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments:  soil + manure (1:1), soil + rice husk charcoal (1:1), soil + manure + rice husk charcoal (1:1:1), soil + manure (2:1), soil + rice husk charcoal (2:1), soil + manure + rice husk charcoal (2:1:1), and soil without amendment as a control with five replications. The parameters observed were soil physical, chemical, and biological properties, plant growth and yield. The results showed that manure and rice husk charcoal in a ratio of 1:1:1 produced the highest of height (44.50 cm), fresh weight of bulbs (20.70 g), and dry weight of bulbs (8.97 g) of local Palu shallot plants. Organic materials application in balanced proportions has been proven effective in rehabilitating liquefied soil and increasing local Palu shallots productivity, suggesting its potential as a sustainable agricultural strategy in post-disaster areas.

References

Anwar, A. H. M., Prasetyo, T. B., & Yulnafatmawita, Y. (2024). Peranan Biochar dan Kompos dalam Meningkatkan Retensi Air dan Produksi Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata) pada Tanah Bertekstur Kasar. Agrikultura, 35(2), 238–249. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v35i2.53995

Barbaccia, P., Gaglio, R., Dazzi, C., Miceli, C., Bella, P., Papa, G. Lo, & Settanni, L. (2022). Plant Growth-Promoting Activities of Bacteria Isolated from an Anthropogenic Soil Located in Agrigento Province. 1–13.

Basir-Cyio, M., Mahfudz, Isrun, & Zeffitni. (2021). The impact of liquefaction disaster on farming systems at agriculture land based on technical and psychosocial perspectives. PLoS ONE, 16(1 January), 1–15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0245591

Cong, P., Huang, P., & Huang, Z. (2025). The response of soil microbial community to application of organic amendment to saline. January, 1–13. https://doi.org/10.3389/fmicb.2024.1481156

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Sudewi, S., Minarni, Bangkele, L. I., Jumardin, & Sayani. (2025). Perbaikan sifat tanah eks-likuifaksi melalui amandemen bahan organik serta implikasinya terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah lokal palu. Jurnal AGRO, 12(2), 289–301. https://doi.org/10.15575/j.agro.51372

Issue

Section

Original Research Articles

Citation Check