Kritik Frans Wijsen atas Metodologi Pengkajian Masyarakat Adat
DOI:
https://doi.org/10.15575/jis.v2i3.18893Keywords:
Frans Wijsen, Dominasi, Evolusionisme, Studi agama yang terlihat.Abstract
Dominasi kebudayaan Barat terhadap kebudayaan Timur tidak hanya terkait politik, ilmu pengetahuan yang dikaji dan diwariskan oleh orang-orang Barat pun tidak lepas dari upaya untuk mendominasi. Salah satunya pemikiran orientalis Frans Wijsen yang mengkaji tentang studi agama. Teori evolusionime pada kajian antropologi ternyata berdampak pada munculnya cara pandang yang diskriminitaif terhadap masyarakat adat beserta agamanya. Dengan menggunakan metodologi studi pustaka untuk mencari solusi bagi masalah tersebut ditemukanlah gagasan tentang Studi Agama yang Terlibat. Berdasar pada hal tersebut, Studi Agama mesti merekonstruksi metodologinya agar lebih berkeadilan dan terlibat secara emansipatif.References
A.G., H., & dkk. (2000). Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah: Buku Ajar untuk Mahasiswa. EGC.
Admin. (2019). Miskonsepsi Pengakuan Agama di Indonesia. YAYASAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM INDONESIA.
Amirudin, M. M. (2020). Karakteristik Kajian Islam Kontenporer: Dialektika Barat dan Timur. Eduprof: Islamis Education Journal, 2(1), 28.
Bahaf, M. A. (2015). Ilmu Perbandingan Agama. a-empat.
Bahri, M. Z. (2015). Wajah Studi Agama-Agama: Dari Era Teosofi Indonesia (1901-1940) Hingga Masa Reformasi. Pustaka Pelajar.
CRCS. (2018). Wawancara: Analisis Wacana dan Studi Agama Praktikal. CRCS UGM.
Dhavamony, M. (1995). Fenomenologi Agama. Diterjemahkan oleh: A. Sudiarja et al. Kanisius.
Firmando, H. B. (2021). Sosiologi Agama: Dari klasik hingga kontemporer. Bintang Pustaka.
Fitra, M. dan L. (2017). Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas, & Studi Kasus. CV. Jejak.
Hukmi, R. (2021). The Ontological Status of Religion and Its Significance for Religious Freedom. Institut Antinomi.
Jirhanuddin. (2010). Perbandingan Agama: Pengantar Studi Memahami Agama-Agama. Pustaka Pelajar.
Jones, T. (2015). Kebudayaan dan Kekuasaan di Indonesia: Kebijakan Budaya selama Abad Ke-20 hingga era Reformasi. Diterjemahkan oleh: Edisius Riyadi Terre. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Labobar, K. (2019). Teologi Agama-agama Baru. Lakeisha.
Maarif, S. (2012). Pasang surut agama leluhur. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 278.
Maarif, S. (2016a). Kritis Agama Lokal. In Studi Agama di Indonesia: Refleksi Pengalaman (pp. 8–12). Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies/CRCS) Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.
Maarif, S. (2016b). Studi Agama di Indonesia: Refleksi Pengalaman (S. Maarif (ed.)). Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religious and Cross-cultural Studies/CRCS) Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada.
Maarif, S., & dkk. (2019). Merangkul Penghayat Kepercayaan melalui Advokasi Inklusi Sosial: Belajar dari Pengalaman Pendampingan. Laporan Kehidupan Beragama di Indonesia Edisi II. In Yogyakarta: Program Studi Agama dan Lintas Budaya (Center for Religions and Cross-cultural Studies (CRCS) Sekolah Pascasarjana Lintas Disiplin, Universitas Gadjah Mada.
Makin, A. (2015). Antara Barat dan Timur: Batasan, Dominasi, Relasi, dan Globalisasi. Serambi Ilmu Semesta.
Masfufah, N. (2021). Islam, Kosmologi Baru dan Agama Baru. Garudhawaca Digital Book and POD.
Menzies, A. (2017). Sejarah Agama-Agama: Studi Sejarah, Karakteristik dan Praktik Agama-Agama Besar di Dunia Penerjemah; Dion Yulianto dan EmIrfan. Forum.
Miftakhuddin. (2019). Kolonialisme: Eksploitasi dan Pembangunan Menuju Hegemoni. CV Jejak.
Rahman, M. (2020). Filsafat Ilmu Pengetahuan. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Rosidah, F. U. (2011). Pendekatan Antropologi dalam Studi Agama. Jurnal Studi Agama-Agama, 1(1), 26.
Rusti. (2008). Pendekatan Fenomenologi Dalam Studi Agama Konsep, Kritik dan Aplikasi. ISLAMICA, 2(2), 152.
Sartini. (2006). Wacana Pragmatis Berbagai Agama Baru Di Jepang. Jurnal Filsafat, 40(2), 219–220.
Suryawan, I. N. (2020). Siasat Elite Mencuri Kuasa: Dinamika Pemekaran Daerah di Papua Barat. Basabari.
Sutrisno, M., & Putranto, H. (2005). Teori-teori Kebudayaan (M. dan H. P. Sutrisno (ed.)). Penerbit Kanisius.
Tillar, H. A. R. (2003). Kekuasaan dan Pendidikan: Suatu Tinjauan dari Perspektif Studi Kultural. IndonesiaTera.
Wiradnyana, K. (2018). Michel Foucault: Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).