Kritik atas Tafsir Al-Qur’an dengan Sunnah Nabi
DOI:
https://doi.org/10.15575/jis.v2i3.18917Keywords:
bayan ta’kid, bayan tafsir, sebab turun ayat, takwil al-Qur’an, mutawatirAbstract
Penelitian ini bertujuan membahas tafsir al-Qur’an dengan sunnah Nabi SAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah bersifat kualitatif dengan metode kepustakaan atau library research yaitu mencari sumber dari bahan-bahan tertulis dengan pendekatan sejarah. Hasil dari pembahasan penelitian ini meliputi fungsi sunnah nabi sebagai sumber rujukan tafsir setelah al-Qur’an itu sendiri karena risalah al-Qur’an turun kepada Nabi Muhammad SAW. Terdapat dua fungsi utama sunnah nabi yang tidak diperselisihkan, yaitu istilah ulama menyebutnya dengan bayan ta’kid dan bayan tafsir. Bayan ta’kid memiliki fungsi untuk menguatkan dan menggarisbawahi kembali apa yang terdapat di dalam al-Quran. Sedangkan bayan tafsir memiliki fungsi untuk memperjelas, merinci bahkan membatasi makna dari suatu ayat al-Qur’an. Diantara bentuk tafsir al-Qur’an dengan sunnah nabi ialah memberikan penjelasan ayat atau kata, Rasul menjelaskan kepada para sahabat agar mereka memaham sebuah ayat, menyebutkan apa-apa yang sesuai menjadi tafsiran bagi suatu ayat, dan mentakwilkan al-Qur’an kemudian mengerjakan apa yang diperintah dan meninggalkan apa yang dilarang.References
Al-Dzahaby, M. H. (n.d.). Al-Tafsir wal-Mufassirun. Kairo: Maktabah Wahbah.
Al-Hajjaj, A. al-H. M. ibn. (n.d.). Shahih Muslim (1st ed.). Riyadh: Dar al-Mughni.
Al-Qattan, M. K. (1996). Studi-studi Islam Al -Qur’an. Bogor: Pustaka Litera.
Al-SuyÅ«thi, J. (n.d.). Al-ItqÄn fi ‘UlÅ«m al-Qur’Än. Beirut: Mausuah ar-Risalah.
Al-Tirmidzi, A. I. (1975). Sunan Al-Tirmidzi vol.5. Mesir: Maktabah Mushtafa al-Babi al-Halbi.
Ansori, I. (2017). Tafsir Al-Qur’an dengan Al-Sunnah. Kalam, 11(2).
Anwar, A. (2005). Ulumul Qur`an Sebuah Pengantar. Pekanbaru: Amzah.
Athoyari, M. I. S. I. N. (1999). Fushul Fii Ushul Al-Tafsir. Arab Saudi: Dar Ibnu al-Jauzi.
Harun, S. (2017). Kaidah-Kaidah Tafsir. Jakarta: QAF Media Kreativa.
Imam Muhammad bin Ismail Bukhari. (n.d.). Sahih Bukhari. Dar al-fikr: at-Thabaah wa al-Nasr wa al-Tauji’.
Khalîfah, I. (2008). Metodologi Kritik Tafsir (al-Dakhîl fi al-Tafsir. Badung: Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati.
Nasrullah, I. (2016). Al-Quran Antara Tuduhan dan Realitas. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Permana, A. K. (2020). Sumber-sumber Penafsiran Al-Quran. Jurnal At-Tatbiq, 5(1).
Shihab, M. Q. (1999). Membumikan al-Qur’an:Fungsi dan peran Wahyu dalam Kehidupan (1st ed.). Bandung: Mizan.
Syahbah, M. ibn M. A. (2019). Israiliyyat dan Hadits-Hadits Palsu Tafsir Al-Qur’an (D. Mhujahidin Muhayan, ed.). Depok: Keira Publishing.
Zakiyah, I. (2021). Tafsir Al-Quran dengan al-Sunnah. Jurnal Al-Burhan, 21(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).