Eksistensi Corak Tafsir Hukmi dalam Penafsiran Al-Quran
DOI:
https://doi.org/10.15575/jis.v3i4.30960Keywords:
madzhab fiqh, perdebatan ulama, pola penafsiran, sejarah kontemporer, tafsir hukum.Abstract
Tulisan ini bertujuan untuk mengelaborasi corak tafsir hukmi dari pelbagai aspek. Aspek-aspek yang dimaksud, diantaranya seperti aspek historis, ruang lingkup, perdebatan para ulama dalam memandangnya, dan juga menelusuri beragam produk tafsir yang telah dilahirkan. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, adalah metode analisis deskriptif dengan basis library research. Setelah melakukan penelitian, maka ditemukan bahwa corak tafsir hukmi merupakan salah satu corak tafsir yang menggunakan pendekatan hukum Islam. Corak tafsir ini sudah ada sejak zaman nabi dan terus berkembang hingga hari ini. Lingkupnya terfokuskan pada ayat-ayat hukum yang termaktub dalam al-Quran. Tidak ada ulama yang mempermasalahkan corak tafsir ini, baik dari kalangan sunni ataupun syiah. Berbeda dengan tafsir ilmi dan falsafi, dimana dua corak tafsir ini masih diperdebatkan oleh para ulama. Produk-produk tafsir bercorak hukmi pun terus berkembang, umumnya setiap produk tafsir tersebut memiliki kecenderungan terhadap madzhab-madzhab fiqh.References
Adz-Dzahabi, M. H. (2012). at-Tafsir wa Al-Mufassirun. Kairo: Dar al-Hadits.
Affani, S. (2019). Tafsir Al-Qur’an dalam Sejarah Perkembangannya. Jakarta: Prenadamedia Group.
Al-Qurthubi. (2006). Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an (1st ed.). Beirut: Muassasah Risalah.
Anggraeni, D. (2023). Literasi Agama dalam Pembelajaran Fikih Berbasis Metode Sorogan. Edumasa: Jurnal Pendidikan Islam, 1(April), 44–54.
Fauziah, R., Nofandi, Adang., dkk. (2021). Survei Sadar Halal Generasi Muslim Milenial. Jakarta: Litbang Diklat Press.
Hanafi, A. (1995). Pengantar dan Sejarah Hukum Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Ismail, M. (2004). Implementasi Pembelajaran Fiqih Melalui Kitab Klasik dalam melestarikan Budaya Pesantren di MA Model Zainul Hasan Genggong Probolinggo. 367–375.
Iyaziy, M. ‘Ali. (1415). al-Mufassirun Hayatuhum wa Manhajuhum. Teheran: Mu’assasah al-Tiba’ah wa al-Nasyr.
Izzan, A. (2009). Metodologi Ilmu Tafsir. Bandung: Tafakur.
Kholis, N. (2002). Prospek hukum Islam penerapan hukum Islam di Indonesia. Jurnal Mawarid, 8, 1–23.
Moleong, J. L. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyadi. (2006). Kesadaran hukum pedagang muslim terhadap ketentuan hukum Islam dalam jual beli (Studi di pasar grosir Cipulir Jakarta Selatan). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Munawaroh, L. (2020). Pembelajaran Kitab Mabadi Fiqih untuk Meningkatkan Belajar Bersuci di Era Pandemi Covid-19 Anak Desa Butuh, Kras, Kediri. JPMD: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Desa, 1(2), 144–154.
Mustaqim, A. (2022). Dinamika Sejarah tafsir al-Quran. Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta. https://doi.org/10.15642/mutawatir.2015.5.2.223-247
Rahman, M. T. (2016). Rasionalitas Sebagai Basis Tafsir Tekstual (Kajian atas Pemikiran Muhammad Asad). Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur‘an Dan Tafsir, 1(1), 63–70.
Rasyid, M. D., & Reskiani, A. (2023). Mantuq Dan Mafhum Dalam Al-Qur’an. JIS: Journal Islamic Studies, 1(3), 399–410.
Shalih, A. Q. (2003). At-Tafsir wal Mufassirun fi ’Ashr al-Hadits. Beirut: Daar al-Fikr.
Syafril. (2022). Tafsir Ahkam Dan Sejarah Perkembangannya. Syahadah, 10(1), 1–33.
Syafruddin. (2010). Metode Tafsir Ayat Ahkam. Padang: Hayfa Press.
Wulandari, S. (2019). Pembelajaran Fiqh di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Islam Desa Kecapi Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. UIN Raden Intan Lampung.
Yusuf, K. M. (2010). Study Al-Qur’an. Jakarta: Amzah.
Yusuf, M. (2006). Studi Kitab Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: Teras.
Zuhailiy, W. A. (1998). Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj. Beirut: Dar al Fikri.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).