Gambaran Social Skill pada Wanita Dewasa Awal Penggemar K-Pop yang Terlibat Interaksi Parasosial
DOI:
https://doi.org/10.15575/jops.v5i1.55220Keywords:
keterampilan sosial, dewasa awal, interaksi parasosial, penggemar K-PopAbstract
Berdasarkan perkembangan psikologis dan sosial, wanita dewasa awal diharapkan memiliki social skill yang matang. Namun, banyak dari mereka menunjukkan keterlibatan emosional berlebih terhadap idola sehingga mengabaikan interaksi sosial nyata di sekitarnya. Fenomena ini dikenal sebagai interaksi parasosial yang menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana social skill mereka berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran social skill pada wanita dewasa awal penggemar K-Pop yang terlibat interaksi parasosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, serta kuesioner sebagai alat screening untuk menentukan subjek yang sesuai kriteria. Subjek penelitian berjumlah tiga wanita berusia 18-25 tahun, berdomisili di Bandung, penggemar K-Pop baik boygroup ataupun girlgroup, dan memiliki interaksi parasosial tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu berpartisipasi dalam aktivitas sosial, namun masih mengalami kesulitan dalam memahami aspek kognisi sosial. Temuan ini berkaitan dengan dinamika lingkungan sosial subjek, baik dalam relasi pertemanan maupun keluarga.
References
Amelia, A. D. (2024). Hubungan antara Loneliness dengan Parasocial Interaction pada Remaja Akhir Penggemar Kpop Pengguna Aplikasi X. UIN Sunan Gunung Djati.
Aprianti, Q. L. (2022). Fans BTS kumpulkan donasi Rp447 juta untuk korban tragedi kanjuruhan, warganet: Terima kasih ARMY Indonesia. Liputan6. https://www.liputan6.com/health/read/5089935/fans-bts-kumpulkan-donasi-rp447-juta-untuk-korban-tragedi-kanjuruhan-warganet-terima-kasih-army-indonesia
Dasom, L. (2023, October 26). No. of K-Pop on-demand streams grows 42% led by Japan [Official web portal of South Korean government]. Korea.Net. https://www.korea.net/NewsFocus/Culture/view?articleId=240892
Erikson, E. (1963). Intimacy vs isolation. in childhood and society. W. W. Norton & Company.
Global “Hallyu” fans exceed 178 Million. (2023, April). Korea Foundation, 232. https://www.kf.or.kr/kfNewsletter/mgzinSubViewPage.do?mgzinSn=14061&mgzinSubSn=26490&langTy=ENG
Hardianti, F. (2016). Komunikasi interpersonal penderita nomophobia dalam menjalin hubungan persahabatan (studi pada mahasiswa ilmu komunikasi di Universitas Riau). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 3(2). 1-14. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/download/11558/11206
Hartmann, T., & Goldhoorn, C. (2011). Horton and Wohl revisited: Exploring viewers’ experience of parasocial interaction. Journal of Communication, 61(6), 1104–1121. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.2011.01595.x
Horton, D., & Richard Wohl, R. (1956). Mass communication and para-social interaction: Observations on intimacy at a distance. Psychiatry, 19(3), 215–229. https://doi.org/10.1080/00332747.1956.11023049
Hurlock, E. (1996). Psikologi Perkembangan. Erlangga.
Jurevičienė, M., Kaffemanienė, I., & Ruškus, J. (2012). Concept and structural components of social skills. Baltic Journal of Sport and Health Sciences, 3(86). https://doi.org/10.33607/bjshs.v3i86.266
Kuswarno, E. (2009). Metode penelitian komunikasi: Fenomenologi (konsepsi, pedoman, dan contoh penelitiannya). Widya Padjajaran.
Lianto, L. (2019). Self-Efficacy: A brief literature review. Jurnal Manajemen Motivasi, 15(2), 55. https://doi.org/10.29406/jmm.v15i2.1409
Liddiniyah, A., & Maryam, E. W. (2023). Kesamaan dan kualitas persahabatan pada mahasiswa. Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi, 14(2), 102–114. https://doi.org/10.21107/personifikasi.v14i2.19276
Maltby, J., Houran, J., Lange, R., Ashe, D., & McCutcheon, L. E. (2002). Thou shalt worship no other gods — unless they are celebrities: The relationship between celebrity worship and religious orientation. Personality and Individual Differences, 32(7), 1157–1172. https://doi.org/10.1016/S0191-8869(01)00059-9
Maryam, S. (2017). Strategi coping: Teori dan sumberdayanya. JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 101. https://doi.org/10.31100/jurkam.v1i2.12
Maudiana, N. S., Santi, D. E., & Ananta, A. (2023). Adiksi media sosial pada NCTzen: Apakah peranan interaksi parasosial dan fear of missing out?. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2). 266–276 https://doi.org/10.30996/jiwa.v1i2.9911
Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2001). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Gadjah Mada University Press.
Mustafa, F. L., & Halimah, L. (2018). Hubungan antara Social Skill dengan Parasocial Relationship (PSR) pada Wanita Dewasa Awal di Komunitas EXO-L Bandung. Prosiding Psikologi, 4(1), 224–232.
Nurdin. (2020). Kajian hadits tematik tentang tokoh idola dalam perspektif Islam. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. https://doi.org/10.31219/osf.io/m83x2
Pradata, H. A. (2019). Sebuah studi psikologis terhadap proses Idolisasi remaja terhadap idola K-Pop (Korean Pop). Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 15(2), 341. https://doi.org/10.32528/ins.v15i2.2995
Rafdinal, W., Juniarti, C., & Ardianti, I. (2023). Perkembangan Hallyu di Indonesia: Pemasaran budaya Korea Selatan melalui K-Drama dan K-Pop. Dewa Publishing.
Rokhmawati, S. N. (2024). Antusiasme fans K-Pop: Mengapa ulang tahun idol menjadi momen spesial?. Kumparan.Com. https://kumparan.com/viraa-1731654249030066287/antusiasme-fans-k-pop-mengapa-ulang-tahun-idol-menjadi-momen-spesial-241LRFCaUHQ/full
Rubin, A. M., Perse, E. M., & Powell, R. A. (1985). Loneliness, parasocial interaction, and local television news viewing. Human Communication Research, 12(2), 155–180. https://doi.org/10.1111/j.1468-2958.1985.tb00071.x
Sari, M. P., Purwanti, S., & Nurliah, N. (2022). Efek hubungan parasosial penggemar korean pop di media sosial twitter (studi deskriptif pada fandom EXO-L Samarinda). MEDIAKOM, 5(2), 145–164. https://doi.org/10.32528/mdk.v5i2.7876
Siahaan, C., Iswari, L. N., & Marpaung, C. D. (2023). Edukasi interaksi parasosial terhadap budaya K-Pop di kalangan anak muda. Multidisciplinary National Proceeding, 1, 77–89. https://publishing.impola.co.id/index.php/Prosiding/article/view/11
Siswoyo, A. O., Daranindra, K. C., & Abidin, Z. (2024). Relasi parasosial pada perempuan dewasa awal penggemar idola K-Pop. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(1), 198. https://doi.org/10.33087/jiubj.v24i1.4966
Stever, G. S. (2011). Fan behavior and lifespan development theory: Explaining para-social and social attachment to celebrities. Journal of Adult Development, 18(1), 1–7. https://doi.org/10.1007/s10804-010-9100-0
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. ALFABETA.
Wardani, E. P., & Kusuma, R. S. (2021). Interaksi parasosial penggemar K-Pop di media sosial (Studi kualitatif pada Fandom Army di Twitter). Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 7(2), 243. https://doi.org/10.30813/bricolage.v7i2.2755
Wiwoho, H. N. P., Mari’a, D. H., & Hanifah, N. (2024). Fenomena K-Pop di Indonesia serta implikasinya terhadap penguatan rasa cinta tanah air Gen-Z. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(5), 212–220.
Yorensa, E., & Idulfilastri, R. M. (2023). Keterlibatan Mahasiswa dalam Organisasi: Hubungan Efikasi Diri dan Self-Leadership di Universitas X. 7. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.12219
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
The author whose published manuscript approved the following provisions:
1. The right of publication of all material published in the journal / published on the E-Journal of Psychology website is held by the editorial board with the knowledge of the author (moral right remains the author of the script).
2. The formal legal provisions for access to digital articles of this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike license (CC BY-SA), which means that the Journal of Psychology reserves the right to save, transmit media / format, manage in database form, , maintain, and publish articles without requesting permission from the Author as long as it continues to include the name of the Author as the owner of Copyright.
3. Printed and published print and electronic manuscripts are open access for any purposes. In addition to these objectives, the editorial board shall not be liable for violations of copyright law.



