OPPORTUNITIES BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) IN INCREASING SMALL BUSINESS ACTIVITIES IN THE COMMUNITY
DOI:
https://doi.org/10.15575/km.v1i2.10362Keywords:
Baitul Maal wat Tamwil (BMT)Abstract
Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peluang Baitul Maal wat Tamwil (BMT) untuk ikut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah dengan cara memberikan kontribusi dalam mendukung kegiatan usaha kecil masyarakat dengan cara menyediakan produk keuangan yang dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Baitul Maal wat Tamwil (BMT) selain memiliki fungsi sosial seperti menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana zakat, infaq dan sedekah, Baitul Maal wat Tamwil (BMT) juga berfungsi sebagai badan usaha profit oriented dengan cara menghimpun tabungan dan memberikan pembiayaan bagi pelaku kegiatan usaha kecil, selain itu Baitul Maal wat Tamwil (BMT) diharapkan akan dapat membantu masyarakat agar sepenuhnya bisa menjauhi pinjaman yang berbasis bunga untuk membangun usahanya terutama dari rentenir.
References
Arif, M. N. R. Al. (2012). Lembaga Keuangan Syariah: Suatu Kajian Teoretis Praktis. Bandung: Pustaka Setia.
Arikunto, S. (2008). Prosedur penelitian suatu pendekatan Praktek. Cet.12. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Aziz, M. A. (2005). Pedoman Penilaian Kesehatan BMT. Jakarta: Pinbuk Press.
Badan Pusat Statistik. (2019). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2019. (57), 1–8.
Dewi, N. (2017). Regulasi Keberadaan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dalam Sistem Perekonomian di Indonesia. Serambi Hukum, 11(1), 96–110.
Imaniyati, N. S. (2010). Aspek-Aspek Hukum BMT. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Muljadi. (2013). Prospektif Baitul Maal wat Tamwil dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia. 1(1), 62–69.
Mursid, F. (2018). Kebijakan Regulasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Indonesia. 18(2), 9–29.
Prastiawati, F., & Darma, E. S. (2016). Peran Pembiayaan Baitul Maal wat Tamwil Terhadap Perkembangan Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan Anggotanya dari Sektor Mikro Pedagang Pasar Tradisional. 17(2), 197–208. https://doi.org/10.18196/jai.2016.0055.197-208
Ridwan, M. (2004). Manajemen Baitul Maal wa Tamwil. Yogyakarta: UII Press.
Sakti, A. (2013). PEMETAAN KONDISI DAN POTENSI BMT: Kemitraan dalam Rangka Memperluas Pasar dan Jangkauan Pelayanan Bank Syariah kepada Usaha Mikro. Al-Muzara’ah, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.29244/jam.1.1.1-18
Salama, S. C. U. (2018). Babak Baru BMT di Indonesia. Diambil dari https://www.medcom.id/ekonomi/analisa-ekonomi/5b2VgYvb-babak-baru-bmt-di-indonesia
Sholahuddin, M. (2011). Kamus Istilah Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Syariah A-Z. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sofwatama, H., Widjaya, S., & Affandi, I. (2017). Keberhasilan Kinerja Usaha Lembaga Keuangan Mikro Syariah Baitul Maal wat Tamwil L-Risma (LKMS Bmt L-Risma) di Provinsi Lampung. Jiia, 5(1), 57–66.
Sudarsono, H. (2003). Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan Ilustrasi. Yogyakarta: Ekonisia.
Syariah, K. N. K. (2018). Sharing Platform Keuangan Mikro Syariah Berbasis Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Diambil dari https://knks.go.id/isuutama/8/sharing-platform-keuangan-mikro-syariah-berbasis-baitul-maal-wat-tamwil-bmt
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Arif, M. N. R. Al. (2012). Lembaga Keuangan Syariah: Suatu Kajian Teoretis Praktis. Bandung: Pustaka Setia.
Arikunto, S. (2008). Prosedur penelitian suatu pendekatan Praktek. Cet.12. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Aziz, M. A. (2005). Pedoman Penilaian Kesehatan BMT. Jakarta: Pinbuk Press.
Badan Pusat Statistik. (2019). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2019. (57), 1–8.
Dewi, N. (2017). Regulasi Keberadaan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dalam Sistem Perekonomian di Indonesia. Serambi Hukum, 11(1), 96–110.
Imaniyati, N. S. (2010). Aspek-Aspek Hukum BMT. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Muljadi. (2013). Prospektif Baitul Maal wat Tamwil dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia. 1(1), 62–69.
Mursid, F. (2018). Kebijakan Regulasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di Indonesia. 18(2), 9–29.
Prastiawati, F., & Darma, E. S. (2016). Peran Pembiayaan Baitul Maal wat Tamwil Terhadap Perkembangan Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan Anggotanya dari Sektor Mikro Pedagang Pasar Tradisional. 17(2), 197–208.
https://doi.org/10.18196/jai.2016.0055.197-208
Ridwan, M. (2004). Manajemen Baitul Maal wa Tamwil. Yogyakarta: UII Press.
Sakti, A. (2013). PEMETAAN KONDISI DAN POTENSI BMT: Kemitraan dalam Rangka Memperluas Pasar dan Jangkauan Pelayanan Bank Syariah kepada Usaha Mikro. Al-Muzara’ah, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.29244/jam.1.1.1-18
Salama, S. C. U. (2018). Babak Baru BMT di Indonesia. Diambil dari https://www.medcom.id/ekonomi/analisa-ekonomi/5b2VgYvb-babak-baru-bmt-di-indonesia
Sholahuddin, M. (2011). Kamus Istilah Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Syariah A-Z. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sofwatama, H., Widjaya, S., & Affandi, I. (2017). Keberhasilan Kinerja Usaha Lembaga Keuangan Mikro Syariah Baitul Maal wat Tamwil L-Risma (LKMS Bmt L-Risma) di Provinsi Lampung. Jiia, 5(1), 57–66.
Sudarsono, H. (2003). Bank dan Lembaga Keuangan Syariah: Deskripsi dan Ilustrasi. Yogyakarta: Ekonisia.
Suyandi, D. (2019). THE EFFECT OF MUDHARABAH FINANCING PRODUCTIVITY AND INCREASING THE MEMBER'S CAPITAL BUSINESS ON THE INCOME OF MARDHOTILAH BMT MEMBERS. International Journal of Islamic Khazanah, 9(1), 23-28.
Syariah, K. N. K. (2018). Sharing Platform Keuangan Mikro Syariah Berbasis Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Diambil dari https://knks.go.id/isuutama/8/sharing-platform-keuangan-mikro-syariah-berbasis-baitul-maal-wat-tamwil-bmt
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).