Każb dalam Al-Qur'an: Analisis Linguistik Struktural Ferdinand de Saussure
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i3.21073Keywords:
Konsep etika, Sintagmatik, Sinkronik, Tahapan analisisAbstract
Każb adalah salah satu kata yang sering diulang-ulang dalam Al-Qur'an. Pengulangan kata kazb dibagi menjadi derivasi dari dua belas każb dalam Al-Qur'an. Każb diletakkan sesuai dengan struktur kalimat dan makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga penempatan derivasi każb dalam al-Qur'an sesuai dengan konteks pembahasan di dalamnya. Pembahasannya cenderung pada ranah sosial dan kepercayaan. Oleh karena itu, menarik untuk menganalisisnya dengan menerapkan analisis terstruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derivasi każb dalam Al-Qur'an dan menjelaskan struktur yang terkandung dalam derivasi Kazb dalam Al-Qur'an dengan menggunakan analisis struktural-linguistik Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan linguistik struktural yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure yang terdiri dari 4 tahapan analisis, yaitu penanda, langue parole, sinkronis-diakronis, dan sintagmatik-paradigmatik. Analisis data menggunakan model tematik yang melalui tahapan sebagai berikut: 1) mengumpulkan dan mengklasifikasikan data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung turunan każb, 2) memfokuskan pada data yang layak untuk dianalisis, 3) menyajikan hasil penelitian. data berupa deskripsi naratif pendek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara struktural dan linguistik, istilah każb berkaitan dengan hati. Hal ini karena pembahasan każb dalam Al-Qur'an banyak berkaitan dengan keyakinan akan kebenaran ajaran Allah. Perkembangan makna każb yang diawali dengan makna keraguan pada periode klasik tafsir Al-Qur’an, menjadi upaya untuk menipu Allah dengan alibi keimanan pada periode kontemporer. Hal ini disebabkan pengaruh ilmu yang tidak diimbangi dengan kebaikan hati. Oleh karena itu, hati menjadi alat yang signifikan bagi kemajuan berpikir dan keindahan moralitas manusia.
References
Agus Salim Hasanudin, E. Z. (2022). No TitleHakikat Tafsir Menurut Para Mufassir. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 2.
Ahmad Warson Munawwir. (1997). Al- Munawwir: Kamus Arab-Indonesia terlengkap. Pustaka Progresif.
Aryani, D. (2019). Semiotika surah al-mu ‘awwidzatayn analisis struktural Ferdinand De Saussure.
Baqi, A. M. F. (1945). Mu’jam Mufahras li Al- FÄẓil Qur’an (1st ed.). Dar Al- Kutub Al- Misriyyah.
Eco, U. (2016). Teori Semiotika, terj. Inyiak Ridwan Muzir. Kreasi Wacana.
Fadhliyah, Z. (2021). Semiotika Ferdinan De Saussure Sebagai Metode Penafsiran Al-Qur’an: Kajian Teoritis. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 109–122.
Farisi, A., & Salman. (2019). Relasi makna salah dan tasliyah dalam al-qur’an: kajian struktural ferdinand de saussure atas terapan ilmu isytiqaq sughra. BS Thesis.
Hamzah, M., & Ardi, S. (2021). Perbandingan Konsep Linguistik Ferdinand De Saussure dan Abdul QÄhir al-JurjÄni: Kajian Konseptual. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 9(2), 139.
Hasanudin, A. S., & Zulaiha, E. (2022). Hakikat Tafsir Menurut Para Mufassir. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 2(2), 203–210.
Izutsu, T. (2002). Ethico-religious Concepts in the Qur’an (Vol. 1). McGill-Queen’s Press-MQUP.
Kartini. (1996). Pengantar Metodelogi Riset Sosial. Mandar Maju.
Lutfi, M. M. A., & Adam. (2022). Istidrâj Dalam Al-Qur’an (Kajian Tematik Dengan Semiotika Ferdinand De Saussure. UIN KH Achmad Siddiq Jember.
Manzur, I. (1882). Lisanul Arabi. Dar Sader.
MN, A. I. (2013). Pesan Al-Qur’an untuk Sastrawan. Jalasutra.
Mohamed, Y., & Swazo, N. K. (2010). Contributing to Islamic Ethics. American Journal of Islam and Society, 27(3), i–xiv.
Mubarok, M. F., & Barkia, Z. R. (2021). Metode Tafsir Maudhu’i (Tawhidi) dan Langkah-Langkah Menurut Pandangan Ayatullah Muhammad Baqir Shadr. In E. Zulaiha & M. T. Rahman (Eds.), Makna dan Manfaat Tafsir Maudhu’i (pp. 72–92). Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Rahman, M. T. (2014). Social Justice in Western and Islamic Thought: A Comparative Study of John Rawls’s and Sayyid Qutb’s Theories. Scholars’ Press.
Ridha, M. (2018). Makna Al- Kadzib menurut Al- Qur’an Studi Tafsir Tematik. IAIN Bukit Tinggi.
Saussure, F. de. (1988). Pengantar Linguistik Umum, terj. Rahayu S. Hidayat. Gadjah Mada University Press.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al- Misbah : pesan, kesan dan keserasian Al- Qur’an. vol. 1-15. Lentera Hati.
Wildan Taufiq. (2016). Semiotika untuk Kajian Sastra dan Al- Qur’an. Yrama Widya.
Yunus, M., Badruzzaman, E. Z., & Sulaeman, E. (2019). Metodologi Pembelajaran Quran: Sumber Perkuliahan Pembelajaran Alquran.
Yunus, M., Badruzzaman, & Zulaeha, E. (2019). Strategi Pengentasan Buta Huruf AlQuran di Kalangan Pelajar: dari Regulasi, menuju Aksi.
Zamakhsyari. (2009). Tafsir Al- Kasyaf. Dar Al- Marefah.
Zulaeha, E. (2019). Kontribusi pendekatan Semantik pada perkembangan penelitian AlQuran: study pada Skripsi Mahasiswa Prodi Ilmu Alquran Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur‟ an Dan Tafsir, 1(1), 57–68.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).