Penafsiran Feminis Pada Ayat-Ayat Kesehatan Alat Reproduksi Wanita
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i1.21312Keywords:
Tafsir feminis, Kesehatan perempuan, Menstruasi, Pembuahan, Kehamilan.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Al-Qur’an dalam memahami ayat-ayat tentang reproduksi perempuan dan perubahan kultural yang terjadi terhadap diskriminasi gender khususnya terhadap reproduksi perempuan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan data pustaka dan sumber primer pada Qs. Al Baqarah: 222-223, Qs. Al Baqarah: 187 dan Qs. Luqman: 31 yang membahas mengenai haid, pembuahan dan kehamilan. Hasilnya, sifat haid yang disebutkan dengan adza banyak ditafsirkan oleh ulama terdahulu sebagai kotoran atau penyakit, sehingga banyak perempuan mengalami diskrimansi ketika haid. Begitupun dengan masalah pembuahan, banyak Wanita hanya dijadikan budak nafsu semata tanpa memperhatikan kondisi dan kesiapan dirinya. Ketika hamil pun banyak suami yang tidak terlalu memperhatikan istrinya, karena tidak merasakan sakit dan lelahnya masa kehamilan, sehingga banyak dari mereka abai dan menganggap bahwa itu sudah tugas dan kodrat seorang wanita. Seiring perkembangan zaman akhirnya membawa perubahan dan pergeseran makna tafsir pada ayat-ayat reproduksi khususnya, yang dipelopori oleh tokoh-tokoh feminis dunia dan Indonesia. Kesimpulannya, Al-Qur’an dan Islam telah membawa perubahan terhadap perlakuan diskriminasi masa Jahiliyah terhadap perempuan sampai saat ini. Allah SWT telah benar-benar mengangkat derajat perempuan dan memuliakannya Ketika melewati fase-fase dalam reproduksinya. Seorang laki-laki atau suami juga khususnya pada zaman ini dituntut untuk berbuat baik kepada istrinya dan membantunya melewati fase-fase tersebut. Sehingga tidak ada lagi tekanan dan diskriminasi perempuan yang seringkali hanya dianggap sebagai objek seksualitas. Penelitian sederhana ini diharapkan dapat memberi pengetahuan baru dan peringatan bagi laki-laki khususnya dalam memperlakukan seorang perempuan atau istrinya, dan dapat berguna bagi pengkaji Al-Qur’an dan masalah perempuan di masa depan.
References
Abu Al Qasim Al Husein bin Muhammad Ar Raghib Al Asfahani. (2005). al Mufradat fi Gharib al Qur’an. Dar al Ma’rifah.
Affiah, N. D. (2017). Islam, kepemimpinan perempuan, dan seksualitas. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Al-mahalli, I. J. dan I. J. al-S. (n.d.). Tafsir Jalalain esd. Terj. Sinar Baru Algensindo.
Al-Qurá¹ubÄ«, M. bin A. bin, & Bakr, A. (2006). Al-JÄmi ‘li AḥkÄm al-Qur’an. Bayrut: Mu’assasah al-Risalah.
Al-Wahidi, I. A. H. A. bin A. (1991). Asbab Nuzul al-Qur’an. Dar al-Kutub al- ‘Alamiyah.
Ash-Shiddieqy, M. H. (2016). Tafsir An-Nuur Jilid 1. PT. Pustaka Rizki Putra.
At-T}abari, A. J. M. bin J. (2011). Shahih Tarikh Ath-Thabari jilid 20 eds. Terj. Pustaka Azam.
Az-Zuhaili, W. (2013). Tafsir Al-Munir Jilid 1 eds. Terj. Abdul Hayyie Al-Kattani dkk. Gema Insani.
de Stuers, C. V. (1960). The Indonesian Woman; Struggles and Achievements. By Cora Vreede-de Stuers. Moutonon.
Dewi, R. (2019). “Konsep Kesehatan Reproduksi Perempuan dalam al-Qur’an.†Mawa’izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 10(02).
Djakaria, M. (2018). Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Wanita Untuk Memperoleh Hak-Hak Pekerja Dikaitkan Dengan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Bina Mulia Hukum, 3(1), 15–28.
Farley, J. (1983). The Woman in Mangement. Career and Family Issues. ERIC.
Hannah, N. (2017). “Seksualitas dalam Alqur’an, Hadis, dan Fiqih: Mengimbangi Wacana Patriarki.†Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Sosial Budaya, 02(01).
Hendrik. (2006). Problema Haid Tinjauan Syariat Islam dan Medis. Tiga Serangkai,.
Husein Muhammad. (2004). Islam Agama Ramah Perempuan: Pembelaan Kiai Pesantren. LKiS.
Ibnu Katsir, I. al-D. abi al-F. (2002). Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim. Maktabat al-Shafa.
Jawad, H. (2020). Interfaith Marriages in Islam from a Woman’s Perspective: Turkish Women’s Interfaith Marriage Practices in the United Kingdom. Journal of Muslim Minority Affairs, 40(1), 128–147. https://doi.org/10.1080/13602004.2020.1737415
Kemenag. (n.d.). Al-Qur’an Terjemahnya.
Khomisah. (2017). Rekontruksi Sadar Gender: Mengurai Masalah Beban Ganda (Duble Bulder) Wanita Karier di Indonesiaâ€. Jurnal Al-Tsaqafa, 14(02), 339.
Kusmiran, E. (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanit. Salemba Medika.
Mansur. (2008). “Dekonstruksi Tafsir Poligami: Mengurai Dialektika Teks dan Konteks.†Al-Ahwal, 1(1), 38.
Martin, J. K. (2011). Islam’s First Arrow: The Battle of Badr as a Decisive Battle in Islamic History and Its Significance Today. Air University School of Advanced Air and Space Studies Maxwell AFB United ….
Muhammad Ali Ash Shabuni. (n.d.). Rawai’ul Bayan Tafsir Ayatil Ahkam min Al Qur’an. Maktabah Al Ghazali.
Muhayani, U. dan S. (2015). Bias Gender Dalam Kamus Bahasa Indonesia Online (Studi Krisis dalam Pemaknaan Perempuan dalam Kamus Bahasa Indonesia). Egalita: Jurnal Kesetaraan Dan Keadilan Gender, 10(02), 6.
Mulia, M. (2005). Muslimah Reformis Perempuan Pembaru Keagamaan. Mizan.
Nasarudin, U. (2001). Islam dan Hak-hak Reproduksi Perempuan. Makalah Workshop Penyadaran Gender Dan Penguatan Hak-Hak Reproduksi Dalam Islam, Kerjasama PSG STAIN Malang-PSW IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Nur dan Ina Salma Febriany Rofi’ah. (2019). Islam Dan Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan Tinjauan Kritis Ayat-Ayat Reproduksi. JAl Tadabur: Urnal Kajian Sosial, Peradaban Dan Agama.
Quraisy, M. S. (2002). Tafsir Al Misbah, pesan, kesan dan keserasian Al Qur’an. Lentera Hati.
Qutb, S. (1992). Islam: The religion of the future. International Islamic Federation of Student Organizations.
Quthb, S. (2004). Tafsir fi Zhilatil Qur’an di bawah Naungan Al-Qur’an Jilid 10, terj. As’ad Yasin dkk. Gema Insani Press.
Rofi’ah, N. (2021a). “Kehamilan, Persalinan, dan Nifas dalam Perspektif Islamâ€, dalam Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI).
Rofi’ah, N. (2021b). “Tabu Menstruasi dalam Perspektif Islamâ€, dalam Ngaji Keadilan Gender Islam (KGI).
Rosyad, R., Rahman, M. T., Setia, P., Haq, M. Z., & Pr, R. F. B. V. (2022). Toleransi dan Perdamaian di Masyarakat Multikultural. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Shihab, M. Q. (2003). Tafsir al-Mishbah, Vol 3. Lentera Hati.
Silverman, D. (2015). Interpreting qualitative data. Sage.
Vanryan, G. L. A., Asfiyak, K., & Kurniawati, D. A. (2020). Istri Karir Menurut Hukum Islam Dan Pespektif Gender. Hikmatina Jurnal Ilmiah Hukum Keluarga Islam, 2(3).
Wolf, A. (2017). Political Islam in Tunisia: The history of Ennahda. In Political Islam in Tunisia: The History of Ennahda. https://doi.org/10.1093/oso/9780190670757.001.0001
Zulaiha, E., & Mutaqin, A. Z. (2021). The Problems of The Marriage Age Changing in Indonesia in the Perspectives of Muslim Jurists and Gender Equality. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 4(2), 18–99.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).