Produksi dalam Perspektif Al-Qur’an dengan Referensi Khusus pada Tafsir Al-Azhar dan Ibnu Katsir
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i3.25214Keywords:
Produksi, Islam, Penafsiran, Ekonomi.Abstract
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penafsiran ayat dalam Al-Quran yang menejelaskan tentang produksi serta tafsiran dari mufassir. Dalam artikel ini ayat yang digunakan yaitu QS Al-Mulk Ayat 15 dan QS Al-Hadid ayat 25 serta mengambil tafsiran dari Al-Azhar dan Ibnu Katsir. Sehingga para pembaca dapat mengerti dan memahami bagaimana hukumnya. Menurut pandangan Islam, produksi memegang peranan penting dalam perekonomian sekiranya satu diantara dari tiga sektor utama kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi dipandang sebagai sektor yang menjadi sumber pendapatan utama bagi masyarakat, serta sumber pendapatan bagi individu dan kelompok. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa aktivitas produksi harus dilakukan dengan kecerdasan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip etika dan hukum syariat. Produksi harus mematuhi prinsip halal, dengan Islam melarang produksi barang dan jasa yang haram karena dapat berdampak buruk bagi manusia. Sebagai produsen Muslim, tindakan produksi tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi juga mempertimbangkan keberkahan dan kehalalan. Produksi dalam Islam bertujuan untuk menghasilkan kekayaan dengan menggunakan sumber daya yang diizinkan oleh syariat, atau yang disebut halal.References
Abdul Syukur. (2015). Mengenal Corak Tafsir Al-Qur’an. El-Furqania: Jurnal Ushuluddin Dan Ilmu-Ilmu Keislaman, 1(1).
Alfaruqi, D. (2017). Korelasi Hak Asasi Manusia dan Hukum Islam. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i, 4(1), 57–76. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v4i1.7869
Al-Qaththan, M. (2017). Dasar-Dasar Ilmu Al-Quran (F. Arifianto, Ed.; Cet. Ke-1). UMMUL QURA.
Al-Qaththan, M. K. (2008). Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, Terj. Aunur Rafiq El-Mizani. Pustaka Al-Kautsar.
An-Naim, A. A. (1997). Dekonstruksi Syari’ah. LKiS.
Az-Zuhaili, W. (2005). At-Tafsirul-Muniir: Fil ’Aqidah wasy-Syari’ah wal Manhaj (D. A. Y. Ichsan, A. H. Al-Kattani, & T. A.-M. Dkk, Eds.; Vol. 15). Darul Fikr.
Baidan, N. (2003). Perkembangan Tafsir Al-Qur’an di Indonesia. Tiga Serangkai.
Drajat, A. (2017). Ulumul Qur’an: Pengantar Ilmu-Ilmu Al-qur’an. Depok.
Ghinaurraihal, G., Zulaiha, E., & Yunus, B. M. (2021). Metode, Sumber dan Corak Tafsir Pada Penulisan Kitab Tafsir Isyaratul I’jaz Karya Said Nursi. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(4), 490–496.
Hamdani, Z., & Rahman, M. T. (2022). Rationalism in Harun Nasution’s Epistemology of Islamic Law. Focus, 3(1), 12–21.
Hasan Sadily, J. Me. (2003). Kamus Inggris-Indonesia. Gramedia.
Hasanah, U. (2010). Perempuan dan Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum & Pembangunan, 40(4), 440–469.
KH. Munawir AF, K. H. A. B. (1999). Al-Bisri Kamus Arab-Indonesia. Pustaka Progressif.
Kuntowijoyo. (2006). Islam Sebagai Ilmu, Edisi Kedua. Tiara Wacana.
Mahmud, M. A. H. (2006). Metodologi Tafsir. PT Raja Grafindo Persada.
Matsna, M. (2016). Kajian Semantik Arab Klasik dan Kontemporer. Prenadamedia Group.
Muhibbuthabary. (2006). Fiqh Amal Islami Teoritas dan Praktis, cet.1. Citapustaka Media Perintis.
Mustaqim, A. (2010). Epistemologi Tafsir Kontemporer.
Mustaqim, A. (2016). Dinamika Sejarah Tafsir Al-Qur’an. Idea Press Yogyakarta.
Mustari, M., & Rahman, M. T. (n.d.). Pengantar metode penelitian.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2003). Gramedia.
Rahman, F. (1982). Islam and Modernity (Chicago dan. University of Chicago Press.
Rahman, F. (1983). Tema Pokok Al-Quran. Pustaka.
Said Mujahid, M. Hum., Sawaluddin Siregar, M. A., Ismail Pane, S.Ud., M. Ag., Dr. Aqdi Rofiq Asnawi, M. A., Nindi Aliska Nasution, M. H., Santi Marito Hasibuan, M. Ag., Abdul Rohman, M. Ag., A., Nirwana AN, S.TH, M.Ag, Ph. D., H. Ahmad Farhan, SS., M. S. I., Khairul Fadli Simamora, M. Ag., Rizky Ahmadi Hasibuan, S.Fil.I, MIRKH., Muhammad Shulhi Al hadi Siregar, S. Ag, M. A., & Misbahul Munir, M. Th. I. (2023). Metode Penelitian Tafsir (M. A. Sawaluddin Siregar, Ed.). Buginese Art.
Shihab, M. Q. (1996). Membumikan al-Qur’an. Mizan.
Shihab, M. Q. (2015). Wawasan Alquran. Mizan.
Sudianto, A. (2022). Metode Tafsir Kontemporer. Literatus, 4(1), 243–248. https://doi.org/10.37010/lit.v4i1.713
Syahrur, al-K. wa al-Q., & an. (1992). Qiraah Mu‟ashiroh (Damaskus: Ahali li al-Nasyr wa al-awzi.
Syukri, A. (2007). Metodologi Tafsir Al-Quran Kontemporer dalam Pandangan Fazlur Rahman. Sulton Thaha Press.
Thanthawi, M. S. (2003). Mabahits Fi ‘Ulum al-Qur’an. Azhar Press.
Yunus, B. M. (2019). An Analysis of al-Sya’râwî Tafsir Method: Islamic Educational Values in al-Sya’râwî Tafsir. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 23(1), 71–80.
Zulaiha, E. (2016). Tafsir Feminis: Sejarah, Paradigma dan Standar Validitas Tafsir Feminis. Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1(1), 17–26.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).