Tafsir dan Tokoh-tokohnya pada Periode Pertengahan
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i3.25230Keywords:
Kebudayaan Islam, Keterbukaan penafsiran, Mazhab tafsir, Mufassir, Periodisasi tafsir.Abstract
Artikel ini mengkaji tokoh-tokoh tafsir pada Abad Pertengahan, dari abad ketiga hingga keempat belas. Dalam sejarah kebudayaan Islam, Abad Pertengahan diakui sebagai puncak pengetahuan dan peradaban Islam, dan karena itu dianggap sebagai periode emas. Kemenangan ini adalah hasil dari fokus kuat pemerintah pada ilmu pengetahuan. Karya ini menggunakan analisis deskriptif yang berasal dari studi pustaka. Sebelum para mufasir memulai kegiatan penafsirannya, para mufasir pada masa peralihan ini berpartisipasi dalam suatu disiplin tertentu di samping keterkaitan mereka yang kuat dengan ideologi atau mazhab tertentu, menurut temuan penelitian ini. Berangkat dari hal tersebut, muncul banyak komentator sesuai dengan mata pelajaran yang dipelajarinya atau aliran pemikiran yang dianutnya. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, dapat dikatakan bahwa Al-Qur'an sangat terbuka untuk penafsiran (multi-tafsir) dan bahwa setiap penafsir Al-Qur'an biasanya dipengaruhi oleh konteks sosio-kultural. Meskipun subjek kajiannya, teks Al-Qur’an, bersifat tunggal, penafsiran Al-Qur’an memiliki berbagai dampak. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa karakter Madzahib al-Tafsir akan muncul dalam sejarah pemikiran umat Islam.References
Aji, M. H., Hilmi, M. Z., & Rahman, M. T. (2021). The Living Qur’an as a Research Object and Methodology in the Qur’anic Studies. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(1), 78–84.
Akbar, F. H., Anshari, F. A., & Rahman, H. (2020). Al-Quran dalam Tafsiran Dekonstruksi dan Rekonstruksi. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Al-Baghdadi, A. R. (1988). Nazharat fi al-Tafsir al-‘Ashri li al-Qur’an al-Karim, Terj. Abu Laila dan Muhammad Tohir. PT. Al-Ma’arif.
al-Fairuz Adi, A. T. bin Y. (1995). Tanwir al-Miqbas min Tafsirbn ‘Abbas. Dar alFikr.
Al-Qaththan, M. (1995). Manahis fi Ulum al-Qur’an. Dar al-Kutub al-Islamiyah.
As-Shalih, S. (1999). Membahas Ilmi-Ilmu Al-Quran. Pustaka Firdaus.
Asy-Syirbasi, A. (1994). Sejarah Tafsir Al-Qur’an, terj. Pustaka Fidaus.
Djasasudarma, F. T. (1993). Metode Linguistik Rancangan Metode Penelitian dan Kajian. Eresco.
Firdaus, M. Y., Abdul Malik, N. H., Salsabila, H., Zulaiha, E., & Yunus, B. M. (2023). Diskursus Tafsir bi al-Ma’tsur. Jurnal Dirosah Islamiyah, 5(1), 71–77. https://doi.org/10.47467/jdi.v5i1.2150
Hasanudin, A. S., & Zulaiha, E. (2022). Hakikat Tafsir Menurut Para Mufassir. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 2(2), 203–210.
Ignaz, G. (2006). Madzhab Tafsir, terj. M. Alaika Salamullah. Elsaq Press.
Izzan, A. (2014). Metodologi Ilmu Tafsir. Tafakur (Kelompok Humaniora).
M. H. al-Dzahabi. (1995). Al-Tafsir wa al-Mufassirun. Maktabah Wahbah.
M. Zed. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Maladi, Y. (2021). Makna dan Manfaat Tafsir Maudhu’i. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Rahman, A., M Yunus, B., & Zulaeha, E. (2020). Corak Tasawuf Dalam Kitab-Kitab Tafsir Karya KH Ahmad Sanusi. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al- Misbah : pesan, kesan dan keserasian Al- Qur’an. vol. 1-15. Lentera Hati.
Syasi, M., & Ruhimat, I. (2020). Ashil dan Dakhil dalam Tafsir Bi al-Ma’tsur karya Imam al-Suyuthi. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
T.F. Raden. (2011). Al-Qura’an Kita, Studi Ilmu Sejarah dan Tafsir Kalamullah. Purnasiswa.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).