Perbandingan Penafsiran Jihad Menurut Ath-Thabari dan Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Qur'an
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i2.25309Keywords:
Tafsir, Ath-Thabari, Quraish Shihab, Jihad.Abstract
Al-Qur'an, sebagai panduan bagi seluruh umat Islam, mengatur segala aspek kehidupan Umat Islam dan manusia secara umum, termasuk dalam konteks jihad. Namun, penafsiran terhadap lafaz “jihad†oleh para mufasir tidak menjamin adanya pola dan interpretasi yang seragam. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada penafsiran jihad oleh Imam Ath-Thabari dan perbandingannya dengan penafsiran Quraish Shihab, serta mengungkapkan sebab perbedaan pendapat keduanya terhadap lafaz “jihadâ€. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data dari berbagai literatur terkait topik jihad. Pendekatan deskriptif diterapkan untuk menghasilkan gambaran yang sistematis dan faktual sesuai dengan kenyataan. Hasil penelitian ini mengungkap perbedaan dalam penafsiran antara Ath-Thabari dan Quraish Shihab. Salah satu perbedaan mencolok adalah pandangan Ath-Thabari yang mengartikan jihad lebih cenderung sebagai berperang di jalan Allah, sementara Quraish Shihab memandang bahwa jihad dapat dicapai melalui amal sholeh. Perbedaan ini disebabkan oleh pemahaman dan pemilihan makna yang beragam terhadap lafaz “jihad†dalam konteks ayat-ayat tertentu. Meskipun terdapat ikhtilaf tanawu' antara keduanya, namun makna dan tujuan jihad tetap sama, yaitu usaha untuk menegakkan agama Allah SWT meskipun dengan pendekatan yang berbeda.
References
Al-Bugho, M., & Al-Syarbaji, A. (2003). Fiqh al-Manhaji: Kitab Fikah Mazhab Syafie.
al-Mishriy, I. M. al-I. (1963). Lisan al-‘Arab. In Beirut, Dar al-Shadr.
al-Thabariy, A. J. (n.d.). Jâmi‘ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân, Tahqîq: Ahamad Muhammad Syâkir (al-Maktabah al-Syâmilah.
Al-Zuhaili, W. (2009). Al-Tafsiru al-Muniru fi al-‘Aqidati wa al-Syari’ati wa al-Manhaj. Damaskus: Daru al-Fikri al-Muashir.
Ath-Thabari, A. J. M. bin J. (2007). Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an ( ahmud M. A. H. Ahmad Abdurraziq Al Bakri, Muhammad Adil Muhammad, Muhammad Abdul Lathif Khalaf (ed.); Vol. 1). Pustaka Azzam.
Barton, G. (2021). Contesting Indonesia’s democratic transition: Laskar Jihad, the Islamic defenders front (FPI) and civil society. In Security, democracy, and society in Bali (pp. 305–331). Springer.
Bunt, G. R. (2003). Islam in the digital age: E-jihad, online fatwas and cyber Islamic environments. Pluto Press.
Firmansyah, M. I. (2015). Distorsi makna jihad. Jurnal Pendidikan Agama, Islam-Ta‟ Lim,(Online), 13(2).
Hidayatullah, K. (2016). Kajian Islam Tentang Terorisme Dan Jihad. Al Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 6(1), 86–99.
Kasjim Salenda. (2009). Terorisme dan Jihad Dalam Perspektif Hukum Islam. Departemen Agama RI.
Sachedina, A. (2002). Pergeseran makna jihad dalam dunia Islam. Al-Huda.
Shihab, M. Q. (2003). Tafsir al-Mishbah (V. 1 (ed.)). Lentera Hati.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alpabeta.
Tim Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya (Edisi Peny). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Warraq, I. (2010). The origins of the Koran: classic essays on Islam’s holy book. Prometheus Books.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).