Perkembangan Tafsir di Indonesia kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v3i2.25310Keywords:
Filsafat tafsir, Partikularitas lafazh, Tafsir al-Qur’an, Universalitas teksAbstract
Tafsir Kontemporer terpengaruh adanya pemikiran moderen yang terlebih dahulu ada dalam merespon Al-Qur’an sehingga tafsir di abad kontemporer memiliki paradigma yang berbeda. Jika penafsiran klasik memiliki prinsip bahwa Al-Qur’an shalih likulli zaman wa makan, pemahaman menjadi cenderung tekstualis dan literalis. Tetapi pada Tafsir kontemporer prinsip tersebut dipahami lebih kontekstual. Metode yang digunakan penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian pendekatan secara kualitatif melalui analisis deskriptif, yaitu dengan mengkaji pokok permasalahan secara rinci dan melakukan library research sebagai sumber kajian dan penelitian.Tafsir kontemporer ialah Tafsir atau penjelasan ayat Al-Qur’an yang disesuaikan dengan kondisi kekinian atau saat ini‟yang tentunya berbeda dengan tafsir klasik. Kemunculan Tafsir kontemporer erat kaitannya dengan munculnya istilah pembaharuan yang dipopulerkan ulama kontemporer yang menginginkan pendekatan dan metodologi baru dalam memahami Islam. Persepsi pembaharu memandang bahwa Pemahaman Al-Qur’an yang terkesan jalan di tempat. Adapun metode yang kerap kali digunakan oleh para mufassir kontemporer adalah metode maudhu’i dan metode kontekstual.Tafsir kontemporer bersemangat mengembalikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk. paradigma tafsir kontemporer didasarkan semangat hermenetik dimana Hermeneutika adalah bidang ilmu yang membahas praktik penafsiran, metode-metode, prinsip-prinsip dan filsafat penafsiran. Az-Zahabi dalam at-Tafsir wa al-Mufassirun menjelaskan corak yang berkembang pada masa kontemporer ada lima, yaitu: corak‘ilmi, madzhabi, ilhadi, falsafi, dan adabi ijtima’i. Mufasir Indonesia Kontemporer diantaranya Muhammad Quraish Shihab dan Nadirsyah Hosen.References
Abdul Mustaqim dan Sahiron Syamsuddin. (2002). Studi Al-Qur’an Kontemporer. PT. Tiara Wacana Yogya.
Al-Dzahabi, M. H. (2000). Al-Tafsir wa Al-Mufassirūn, Jilid 3. Dar Al-Hadits.
Al-Hafizh al-Imam Jalaluddin as-Suyuthi, A.-. (n.d.). Itqan.
Al-Qaththan, M. K. (2008). Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, Terj. Aunur Rafiq El-Mizani. Pustaka Al-Kautsar.
Ar-Ridl, A. H. (1994). Sejarah Dan Metodologi Tafsir. PT. Raja Grafindo Persada.
Asiah, N. (2017). Hak Asasi Manusia Perspektif Hukum Islam. DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum, 15(1), 55–66.
Baidan, N. (2003). Perkembangan Tafsir Al-Quran di Indonesia (1st ed.). PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Darmawan, D. (2022). Pengaruh Pembaharuan Terhadap Perkembangan Tafsir di Indonesia Tahun 1900-1945. Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 7(2).
Fadhil, M. (2022). Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Analisis TafsÄ«r Al-MarÄghÄ«. Institut PTIQ Jakarta.
Faiz, F. (2003). Heurmenetika Qur’an. penerbit qalam.
Hamdan, A., & Miski, M. (2019). Dimensi Sosial dalam Wacana Tafsir Audiovisual: Studi atas Tafsir Ilmi,“Lebah Menurut al-Qur’an dan Sains. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag RI Di Youtube." Religia: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 22(2).
Hosen, N. (n.d.). Tafsir al-Qur’an Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia ayat Suci Pada Era Media Sosialâ€. Bunyan,2017.
Izzan, A., & Saepudin, D. (2022). Tafsir Maudhu’i: Metode Praktis Penafsiran Al-Qur’an (Cet (1st ed.). Humaniora Utama Press.
John M.Echols dan Hasan Sadily, K. (2003). Inggris-Indonesia (Jakarta:Gramedia.
Kuntowijoyo. (2006). Islam Sebagai Ilmu, Edisi Kedua. Tiara Wacana.
Maulana, L. (2018). Studi Tafsir Sufi: Tafsir Latha’if al-Isyarat Imam al-Qusyairiâ€, dalam Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 12(1).
Muhammad husain adz dzahabi. (2000). Tafsir wal mufassirun; jilid 2, (kairo: maktabah wahbah cet VII.
Muhammad ibn ‘Abd al-Karim Ahmad al-Syahrastani. (2004). Al-Milal wa Al-Nihal, Terj.Syuaidi Asy’ari. Pustaka Mizan.
Mustaqim, A. (2011). Epistemologi Tafsir Kontemporer. PT. LkiS Printing Cemerlang.
Mustari, M., & Rahman, M. T. (n.d.). Pengantar metode penelitian.
Qadafy, M. Z. (n.d.). Nalar Ayat-ayat Semesta dan Meningkatnya Posisi Bahasa Arab dalam Tafsir al-Qur’an,( Jurnal Al-Itqan: Vol. III.
Qaththan, M. K. (2008). Studi Ilmu-Ilmu Al- Qur‟an. Pustaka al-Kautsar.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran (Cet. 1). Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2012). Kaidah Tafsir. Lentera hati.
Syafrudin, U. (2009). Paradigma tafsir tekstual dan kontekstual. Pustaka pelajar.
Syukri, A. (2007). Metodologi Tafsir Al-Quran Kontemporer dalam Pandangan Fazlur Rahman. Sulton Thaha Press.
Ummi Kalsum Hasibuan, Risqo Faridatul Ulya, & Jendri, J. (2020). Tipologi Kajian Tafsir: Metode, Pendekatan dan Corak dalam Mitra Penafsiran al-Qur’an. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab Dan Dakwah. https://doi.org/10.32939/ishlah.v2i2.9
Zuhdi, M. N. (n.d.). Hermeneutika Al-Qur‟an (p. 243). UIN Sunan Kalijaga.
Zulaiha, E. (2017). Tafsir Kontemporer: Metodologi, Paradigma dan Standar Validitasnya. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 2(1), 81–94.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).