Analisis Kajian Metodologis Kitab Tafsir Lathaif al-Isyarat Karya Imam al-Qusyairi
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v3i2.25314Keywords:
Metodologis, Tafsir Lathaif al-Isyarat, Sufistik, Bi al-Ra’yiAbstract
Adanya tafsir lathaif al-Isyarat merupakan bentuk dari mendamaikan ilmu syariat dan hakikat dengan tujuan memberikan pemahaman bahwa tidak terjadi kontradiktif antara hakikat dan syariat. Dan pada intinya setiap karya tafsir tidak akan pernah lepas dari latar belakang mufassir sendiri.. Penelitian ini termasuk kajian kepustakaan dengan rujukan primer dan sekunder yaitu tafsir lathaif al-Isyarat sebagai rujukan primer, sedangkan rujukan sekunder menggunakan buku, jurnal yang terpokus pada aspek metodologis.  Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengeksplorasi penafsiran Al-Qusyairi terhadap Lataif Al-Isyarat dan metode khusus yang dipakainya dalam penafsiran tersebut. Kajian hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa Al-Qusyairi adalah seorang sufi yang berupaya menafsirkan ayat-ayat Al Quran dengan menggunakan konsep tasawuf, serta bahasa sastra untuk mengenalkan pembaca pada perasaan jiwa sufi. Urgensinya untuk membela tasawuf pada masa Sultan Thaghral. Kedua, dari segi metode yang dikenalkan menggunakan metode tahlili yang merupakan analisis untuk menjelaskan kandungan ayat Alquran dari berbagai aspek tasawufnya. Kemudian dari segi sumber yaitu bi al-Ra’yi, adapun isyarat akal yang dicantumkan dalam tafsirnya tidak secara murni pekerjaan akal, tetapi supaya isyarat tersebut dihasilkan untuk tidak menjauh dari nas Alquran. Dari segi corak adalah sufi dengan memiliki ide kreatif mempertemukan tasawuf dan psikologi dengan simbol sastra dan menerapkan konsep maqamat serta ahwal. Ketiga, komentar ulama bahwa tafsir ini tidak mengunggulkan hakikat dari pada syariat, begitu juga dengan sebaliknya, maka dari itu lathaif al-isyarat hadir sebagai perkataan yang benar tentang tasawuf dengan menjunjung tinggi keadilan dan memerangi kebid’ahan.
References
Abdul Hay al-Farmawiy, al-B. fi. (1977). al-Tafsîr al-Mawdhû’iy. al-Hadharah al-’Arabiyah.
Abdul Syukur. (2015). Mengenal Corak Tafsir Al-Qur’an. EL_FURQONIA, 01.
Abu al-Wafa’al-Ghanimi al-Taftazani. (1985). Sufi dari Zaman ke Zaman, terj. Ahmad Rofi’Utsmani “Madkhal ila at-Tashawwuf al-Islam. Pustaka.
Abu Wafa al-Ganima at-Taftazani, Tasawuf Islam, terj. Subkhan Ansori. (2008). GayaMedia Pratama.
Al-‘Ak, al K. A. R. ‘Abd al-R. (1986). Usul Al-Tafsir Wa Qawa’iduhu. Daar al-Nafaa’is.
al-Amin, H. (2016). Tafsir Sufi Laá¹Äif al-IsyÄrÄt Karya al-Qusyairi: Perspektif Tasawuf Dan Psikologi)â€. Jurnal Suhuf, 9(1).
Al-Baqi’ Muhammad Fuad Abd. (1981). al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur’an. al-Fikr.
Al-Dzahabi, M. H. (2000). Al-Tafsir wa Al-Mufassirūn, Jilid 3. Dar Al-Hadits.
Al-Qusyairi. (n.d.). LathÄif al-IsyÄrÄt, tahqiq Ibrahim Baisuniy.
al-Samarqindi. (n.d.). Tafsîr Bahr al-‘Ulûm, QS. ’Ali ‘Imrân, 3, 191 – .
al-Thabariy, A. J. (n.d.). Jâmi‘ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân, Tahqîq: Ahamad Muhammad Syâkir (al-Maktabah al-Syâmilah.
Albar, A. (2015). Epistemologi Tafsir Sufi Studi terhadap Tafsir al Sulami dan al Qusyairiâ€. Pascasarjana UIN Jakarta.
Amalia, N., & Madinatul, S. (2021). Metode Tafsir Lathaif Al-Isyarat karya Imam Al-Qusyairi. Iman Dan Spiritualitas, 1(mor 1).
Baidan, N. (2000). Metodologi Penafsiran Al-Qur’an. Pustaka Pelajar.
Burchardt, T. (1994). Mengenal Ajaran Tasawuf, Terj. Bachtiar Efendi dan Azyumardi Azra. Pustaka Firdaus.
Ghazali, A. (2000). Jawahir al Quran. Dar al Afaq al Jadilah.
Keeler, A. (2007). Tafsir Sufistik sebagai Cermin: Al-Qusyairi Sang Mursid dalam Karyanya Lataif Al-Isyarat. Jurnal Studi Al-Qur’an, 2(1).
Kholiq, A., Kafiyah, F. N., & Jabbar, I. A. (2023). Corak Tafsir Periode Pertengahan. Al Ashriyyah, 9(1), 33–44.
Mahmud, M. a.-H. (1978). Manahij al-mufassirin. Dar al-Kitab al-Lubnaniy.
Maulana, L. (2018). Studi Tafsir Sufi: Tafsir Latha’if al-Isyarat Imam al-Qusyairiâ€, dalam Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 12(1).
Muḥammad AbÅ« al-QÄsim al-QusyairÄ«. (2007). RisÄlah al-Qusyairiyyah. DÄr al-Kutub.
Mulyana, M., Mulyana, M., Yunus, B. M., & Zulaeha, E. (2020). Mengatasi putus asa: Konsep problem solving putus asa persepektif tafsir tematik. In Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Permana, A. Q. (2016). Nuansa Tasawwwuf dalam Tafsir Mafatih al Ghaib Karya Fakhr al Din al Razi. an Nahl.
Purwadi. (2004). Ajaran Samin Surosentiko’, dalam Tasawuf Muslim Jawa. Damar Pustaka.
Rabbani. (2004). Aliran dan Sekte. Sahara Publiher.
Rahman, A., Yunus, B. M., & Zulaeha, E. (2020). Corak Tasawuf Dalam Kitab-Kitab Tafsir Karya KH Ahmad Sanusi.
Shihab, Q. (1994). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.
Sholihin, M. (2003). Tokoh-Tokoh Sufi. CV Pustaka Setia.
Suryadilaga, M. A. F. (2005). Metodologi Ilmu Tafsir. Teras.
Wendri, N. (2007). Penafsiran Simbolik Al-Qusyairi dalam Lathaif Al-Isyarat. Jurnal Studi Al-Qur’an.
Zarqani, A. (1996). Manahil al Irfan fi ulum al Quran. Dar al Fiqr.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).