Kajian Metodologis dalam Kitab Tafsir Lathaif al-Isyarat Karya Imam al-Qusyairi
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v2i2.30657Keywords:
Metodologis, Tafsir Lathaif al-Isyarat, Sufistik, Bi al-Ra’yiAbstract
Tafsir Lathaif al-Isyarat, karya Imam al-Qusyairi, menciptakan harmoni antara ilmu syariat dan hakikat, mengklaim bahwa tidak ada kontradiksi di antara keduanya. Setiap tafsir tidak terlepas dari pengaruh latar belakang mufassir. Penelitian ini adalah kajian kepustakaan dengan fokus pada Tafsir Lathaif al-Isyarat sebagai sumber primer dan menggunakan buku serta jurnal sebagai referensi sekunder yang terfokus pada aspek metodologis. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi penafsiran Al-Qusyairi terhadap Lataif Al-Isyarat dan metodenya dalam penafsiran tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qusyairi, sebagai sufi, mencoba menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dengan konsep tasawuf dan bahasa sastra, membimbing pembaca ke dalam perasaan jiwa sufi. Hal ini penting dalam konteks pembelaan terhadap tasawuf pada masa Sultan Thaghral. Dari segi metodologi, Al-Qusyairi menggunakan metode tahlili untuk menganalisis isi ayat Al-Quran dari berbagai aspek tasawuf. Sumbernya mencakup bacaan akal dan isyarat, walaupun isyarat akalnya tidak murni, tetapi digunakan untuk tetap berpegang pada nash Al-Quran. Dalam hal corak, Al-Qusyairi menggabungkan tasawuf dan psikologi dengan simbol sastra, menerapkan konsep maqamat dan ahwal secara kreatif. Komentar ulama menyatakan bahwa tafsir ini tidak memihak pada hakikat atau syariat, menjunjung tinggi keadilan, dan menentang kebid'ahan. Kesimpulannya, Tafsir Lathaif al-Isyarat bukan hanya karya sufi, tetapi juga hasil pemikiran kreatif yang mencoba menyatukan berbagai konsep dengan mempertahankan nilai-nilai Islam.
References
Al-‘Ak, K. ‘Abd al-R. (1986). Usul al-Tafsir wa Qawa’iduhu. Dar al-Nafa’is.
al-Amin, H. (2016). Tafsir Sufi Laá¹Äif al-IsyÄrÄt Karya al-Qusyairi: Perspektif Tasawuf Dan Psikologi)â€. Jurnal Suhuf, 9(1).
Al-Dzahabi, M. H. (2000). al-Tafsir wa al-Mufassirun (Jilid. II). Maktabah Wahbah.
Al-Farmawi, A. H. (1977). Al-Bidâyah Fî At-Tafsîr Al-Maudhû’î. Maktabah Al-Hadharah Al-Arabiyah.
Al-Qusyairi. (n.d.). LathÄif al-IsyÄrÄt. In tahqiq Ibrahim Baisuniy. Hai’ah al-Mishriyyah.
Al-Qusyairi, M. Z., & Abd Hamid, A. (1989). ar-Risalah al-Qusyairiyah. In Beirut: Darul Khair.
al-Samarqindi, T. B. al-‘Ulûm. (n.d.). QS. ’Ali ‘Imrân, 3, 191 – .
Al-Taftazani, A. W. al-G., & al-Wafa’al, A. (1985). Sufi dari Zaman ke Zaman. Bandung: Penerbit Pustaka, Translation.
al-Thabariy, A. J. (n.d.). Jâmi‘ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân, Tahqîq: Ahamad Muhammad Syâkir (al-Maktabah al-Syâmilah.
Albar, A. (2015). Efistemologi Tafsir Sufi Studi terhadap Tafsir al Sulami dan al Qusyairi. Pascasarjana UIN Jakarta.
Baidan, N. (2012). Metodologi penafsiran al-Quran. Pustaka Pelajar.
Burchardt, T. (1994). Mengenal Ajaran Tasawuf, terj. Bachtiar Effendi Dan Azyumardi Azra, Jakarta: Pustaka Firdaus.
Ganima, A. W. al. (2008). Tasawuf Islam, terj. Subkhan Ansori. Gaya Media Pratama.
Ghazali, A. (2000). Jawahir al Quran (D. al A. al Jadilah (ed.)).
Hasan, A. K. (2014). Imam Al-Qusyairi Dan Latha‟ If Al-Isyarat. Jurnal Kontemplasi, 2(01), 5–6.
Kamal, N. A., & Munawwaroh, S. M. (2021). Metode Tafsir Lathaif Al-Isyarat Karya Imam Al-Qusyairi. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, Vol 1, No 1, 2021, 40.
Keeler, A. (2007). Tafsir Sufistik sebagai Cermin: Al-Qusyairi Sang Mursid dalam Karyanya Lataif Al-Isyarat. Jurnal Studi Alquran.
Mahmud, M. al-H. (1978). Manahij al-mufassirin. Beirut, Dar Al-Kitab Al-Lubnaniy.
Maulana, L. (2018). Studi Tafsir Sufi (Tafsir Lathaif al Isyarat Imam al Qusyairi). Hermeneutik; Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 12(1), 10.
Maxwell, J. A. (2008). Designing a qualitative study. The SAGE Handbook of Applied Social Research Methods, 2, 214–253.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). vol. 103. PT Remaja Rosdakarya.
Mustaqim, A. (2015). Metode penelitian Al-Qur’an dan tafsir. In Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta.
Qodrat, A. (2016). Nuansa Tasawuf dalam Tafsir Mafatih al Ghaib Karya Fakhr al Din al Razi, Bekasi. Nahl.
Rabbani. (2004). Aliran dan Sekte. Sahara Publiher.
Shihab, Q. (1994). Membumikan Alquran. Mizan.
Sholihin, M. (2003). Tokoh-Tokoh Sufi. Pustaka Setia.
Suryadilaga, M. A. (2005). Metodologi Ilmu Tafsir. TERAS.
Wendri, N. (2007). Penafsiran Simbolik Al Qusyairi dalam Lathaif al Isyarat. Jurnal Studi Al Quran, 281.
Zarqani, A. (1996). Manahi al Irfan fi Ulum al Quran. Dar al Fiqr.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).