Amtsalul Qur’an dan Konstruksi Surga
DOI:
https://doi.org/10.15575/mjiat.v3i1.33924Keywords:
Analisis tekstual, Bahasa Arab, Grammatika Qur'an, Medan makna.Abstract
Al-Qur’an memberi perhatian khusus terhadap pembahasan surga yang merupakan motivasi moral paling menonjol melalui amtsal (permisalan-permisalan). Di dalam Al-Qur’an surga tidak hanya diberi ciri-ciri, melainkan dilukiskan secara konkrit dan hidup. Turunnya al-Qur’an dengan bi lisanin arabiyyin mubin, menunjukkan bagaimana bahasa Arab (berikut budayanya) sebagai teropong utama untuk memahami Al-Qur’an. Untuk sampai pada pemahaman yang lebih baik, seorang pembaca Al-Qur’an tidak hanya bisa melihat Al-Qur’an dari sisi tekstualitasnya. Melainkan juga mesti menggunakan teropong kebudayaan penutur bahasanya. Di saat yang sama Ulumul Quran juga mengembangkan Amtsalul Quran untuk memahami ayat-ayat yang mengandung matsal, kemudian memberikan pilihan pemaknaan yang lebih mendalam. Adanya penggambaran surga secara deskriptif dan berasosiasi pada imajinasi surga bangsa Arab pra-Islam menunjukkan bagaimana Al-Qur’an memperhatikan objek penerima awalnya. Memahami duduk perkara amtsal sekaligus imajinasi orang arab pra-Islam terhadap surga akan membantu setiap generasi baru pembaca Al-Qur’an menemukan penalaran dan makna surga yang lebih akomodatif untuk diri mereka.References
Abdullah, T. (1987). Pengantar: Islam, Sejarah dan Masyarakatâ€. In T. Abdullah (Ed.), Sejarah dan Masyarakat: Lintasan Historis Islam di Indonesia. Pustaka Firdaus.
Al-Hakim, S. T. A. I. L. (2021). Strategi Nabi Yusuf As Menghadapi Krisis Ekonomi Mesir Dalam Tujuh Tahun. E-Jurnal. Stail. Ac. Id, 4, 69–90.
Al-Suyuuti, J. (n.d.). Al-Itqaan fii Uluum al-Qur ’ an,. Al-Mamlakah Al-‘Arabiyyah, 2, 173.
Ali, M. M. (2007). Sejarah para Nabi: Studi Banding Qur’an Suci dengan Alkitab. Darul Kutubil Islamiyah.
Ashidiqie, M. L. I. I. (2021). Poligami Dalam Tinjauan Syariat dan Realitas. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Peradilan Islam, 2(2), 199–218.
Aswar, M. (2014). Enkulturasi Al-Quran (Telaah Ayat-ayat Tentang Surga. Ilmu Al-Quran dan Tafsir, UIN Sunan Kalijaga.
Asy-Syirbasi, A. (1994). Sejarah Tafsir Al-Qur’an, terj. Pustaka Fidaus.
Dan, A., Antara, F., Teks, D., & Rachmatulloh, M. A. (n.d.). REALITAS SOSIAL ( Studi Aplikatif ayat “ Al- Rijaalu Qawwaamuuna „ Ala Al - Nisaa ‟†terhadap Model Pembagian Kerja Suami - Istri Di Kalangan Elite Agama Di Kepanjen Jombang ). 1–30.
Dewi, K. R. S., Andayani, A., & Wardhani, N. E. (2017). Citra Emansipasi Perempuan Dalam Kisah Mahabarata: Pelurusan Makna Peran Dan Kebebasan Bagi Perempuan Modern. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 19(2), 203–218.
Farhan Ahsan Anshari, & H. R. (2021). Metodologi Khusus Penafsiran Al-Quran dalam Kitab Tafsir Al-Maraghi. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 1(1).
Fathurrosyid, F. (2018). Memahami Bahasa al-Qur’an Berbasis Gramatikal (Kajian Tehadap Kontribusi Pragmatik Dalam Kajian Tafsir. Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir, 3(1), 91–111.
Gunawan, E. B., & Junaidi, A. (2020). Representasi pendidikan seks dalam film dua garis biru (analisis semiotika Roland Barthes. Koneksi, 4(1), 155–162.
Huriani, Y. (2021). Pengetahuan Funfamental tentang Perempuan. Lekkas.
Ilyas, S. (2015). Sejarah, Metode dan Corak Penafsiran.
Indriana, N. (2020). Common Word Dalam Tiga Agama Samawi: Islam, Kristen Dan Yahudi. An-Nas: Jurnal Humaniora, 4(1), 32–44. https://doi.org/10.36840/an-nas.v4i1.250
Malady, Y., & Wahyudi. (2021). Makna Dan Manfaat Tafsir Maudhu’i, ed. Eni Zulaiha and M. Taufiq Rahman. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Masrurah. (2017). Waqiatul “Kepemimpinan Perempuan Dalam Tafsir Tematik Al-Qur’an Dan Hadits. In Jurnal Qolamuna (Vol. 2).
Mubarak, H. (n.d.). Mitologisasi Bahasa Agama: Analisis Kritis dari Semiologi Roland Barthes.
Muhsin, A. W. (1994). Wanita di dalam Al-Qur’an. Penerbit Pustaka.
Mustari, M., & Rahman, M. T. (2012). Pengantar Metode Penelitian. Laksbang Pressindo.
Nana Najatul Huda. (2022). Analisis Sistematis Corak-corak Tafsir Periode Pertengahan antara Masa Klasik dan Modern-Kontemporer. Gunung Djati Conference Series, 8, 142–154.
Purwadi. (2004). Ajaran Samin Surosentiko’, dalam Tasawuf Muslim Jawa. Damar Pustaka.
Quthb, S. (2004). Tafsir Fi Zilal al Qur’an Di Bawah Naungan Al-Qur’an. Terj. As’ad Yasin dkk. Gema Insani Press.
Rahman, M. T. (2016). Rasionalitas Sebagai Basis Tafsir Tekstual (Kajian atas Pemikiran Muhammad Asad). Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1(1), 63–70.
Roifa, R., Anwar, R., & Darmawan, D. (2017). Perkembangan Tafsir di Indonesia. Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir 2, 1(Juni), 21–36.
Royyani, I., & Kumalasari, A. (2020). (Re)Interpretasi Menolong Agama Allah: Penafsiran QS. Muhammad [47]: 7 dan QS. al-Hajj [22]: 40. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 4(2), 122–134. https://doi.org/10.23971/njppi.v4i2.1920
Saidah, N. (2013). Bidadari dalam Konstruksi Tafsir Al-Qur’an: Analisis Gender atas Pemikiran Amina Wadud Muhsin dalam Penafsiran Al-Qur’an. al-Najah.
Shiddiq, M. J. (2023). Sejarah Tradisi Budaya Poligami di Dunia Arab Pra Islam (Perspektif Tradisi Coomans Mikhail. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 7(1), 1–10.
Taufiq, W., & Suryana, A. (2020). Penafsiran Ayat-Ayat Israiliyyat Dalam Al-Qur‟ an Dan Tafsirnya (E. Zulaiha & M. T. Rahman (eds.)). Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Zaini, M. (2012). Sumber-Sumber Penafsiran Al-Qur’an. Substantia.
Zulaeha, E. (2016). Analisa Gender Dan Prinsip-Prinsip Penafsiran Husein Muhammad Pada Ayat-Ayat Relasi Gender. Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur ‘an Dan Tafsir, 1, 1(1), 63–70.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).