Religious Moderation and Meditation in the New Normal


Muhammad Valiyyul Haqq(1*), Busro Busro(2), Wahyudin Darmalaksana(3)

(1) Psikolojik Danışmanlık, İbn Haldün Üniversitesi, Turkey
(2) Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
(3) Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Religious moderation in the so called-new normal era during the Covid-19 pandemic often experienced various disturbances in Indonesia. This reality becomes a problem in implementing religious moderation especially in this situation. This study aims to discuss the momentum of the new normal for the realization of religious moderation. It is a qualitative research through literature study by applying content analysis. The results indicate that various disturbances of religious moderation in the new normal era can be managed to become the momentum for development as expected. This study concludes that religious moderation has development momentum in the new normal era in Indonesia. The recommendation of this research is the development of religious moderation in the new normal momentum in Indonesia.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, I. (2003). Politik bhinneka tunggal ika dalam keragaman budaya indonesia. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, 5(2), 1–13.

Abror, M. (2020). Moderasi Beragama dalam Bingkai Toleransi. RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam, 1(2), 137–148.

Akhmadi, A. (2019). Moderasi Beragama dalam Keragaman Indonesia. Inovasi-Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.

Al-Qaradhawi, S. D. Y. (2017). Fiqih Maqoshid Syariah: Moderasi Islam Antara Aliran Tekstual dan Aliran Liberal. Pustaka Al-Kautsar.

Amin, M. Y. (2020). Komunikasi dan Demokrasi, Pilar Utama Membangun Moderasi Islam. At Tabsyir: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Kudus, 7 (1), 81, 107.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Arafah, S. (2020). Moderasi Beragama: Pengarusutamaan Kearifan Lokal Dalam Meneguhkan Kepelbagaian (Sebuah Praktik pada Masyarakat Plural). MIMIKRI, 6(1), 58–73.

Azmi, M. (2020). Covid-19, Media Sosial, dan Moderasi Beragama Di Indonesia. Kampus Merdeka Seri 1: Menilik Kesiapan Teknologi Dalam Sistem Kampus, 41.

Azra, A. (2002). Reposisi hubungan agama dan negara: merajut hubungan antarumat. Penerbit Buku Kompas.

Bakar, A. (2016). Konsep toleransi dan kebebasan beragama. TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 7(2), 123–131.

Busyro, B., Ananda, A. H., & Adlan, T. S. (2019). Moderasi Islam (Wasathiyyah) di Tengah Pluralisme Agama Indonesia. Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 3(1), 1–12.

Dewantara, A. W. (2019). Radikalisme Agama Dalam Konteks Indonesia yang Agamis dan Berpancasila. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 19(1), 1–14.

Effendi, D. I. (2020). New Normal dalam Sudut Pandang Pemikiran Moderasi Beragama dan Kebangsaan. KTI UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Faiqah, N., & Pransiska, T. (2018). Radikalisme Islam Vs Moderasi Islam: Upaya Membangun Wajah Islam Indonesia Yang Damai. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 17(1), 33–60.

Fauzi, A. (2018). Moderasi Islam, Untuk Peradaban Dan Kemanusiaan. Jurnal Islam Nusantara, 2(2), 232–244.

Firdausi, M. A. (2013). Teologi Universal: Solusi Mencegah Kekerasan Berlatar Agama. ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam, 14(1), 16–30.

Hannan, A. (2020). Moderatisme dan Problem Konservatisme Beragama di Tengah Pandemi Global Covid-19. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 13(2), 167–197.

Harun, H. (2020). Problematika Kebebasan Beragama: Megurai benang Kusut toleransi antarumat Beragama di Indonesia. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 17(1), 53–66.

Hsieh, H.-F., & Shannon, S. E. (2005). Three approaches to qualitative content analysis. Qualitative Health Research, 15(9), 1277–1288.

Ismail, R. (2012). Konsep Toleransi dalam Psikologi Agama (Tinjauan Kematangan Beragama). Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 8(1), 1–12.

Knitter, P. F. (2003). Satu Bumi Banyak Agama. BPK Gunung Mulia.

Kolis, N. (2017). Wahdat Al-Adyan: Moderasi Sufistik Atas Pluralitas Agama. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman Dan Kemanusiaan, 1(2), 166–180.

Kosasih, E., Raharusun, A. S., Dalimunthe, R. P., & Kodir, A. A. (2020). Literasi media sosial dalam pemasyarakatan moderasi beragama dalam situasi pandemi Covid-19. Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kusuma, A. J., Warsito, T., Surwandono, S., & Muhammad, A. (2019). Indonesia dan Ancaman Terorisme: Dalam Analisis Dimensi Imaterial. Sosiohumaniora, 21(3), 333–341.

Lestari, G. (2016). Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia Di Tengah Kehidupan SARA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 28(1).

Mahrus, E., Prasojo, Z. H., & Busro, B. (2020). Messages of Religious Moderation Education in Sambas Islamic Manuscripts. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 24(1), 39–48.

Minardi, A. (2020). Islam Sebagai Solusi Terorisme Internasional. Jurnal Pengajian Melayu, 23(1), 27–64.

Misrawi, Z. (2010). Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari: moderasi, keumatan, dan kebangsaan. Penerbit Buku Kompas.

Muhyiddin, M. (2020). Covid-19, New Normal, dan Perencanaan Pembangunan di Indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 4(2), 240–252.

Mussafa, R. A. (2019). Konsep nilai-nilai moderasi dalam al-Qur’an dan implementasinya dalam pendidikan agama Islam: analisis al-Qur’an Surat al-Baqarah 143. UIN Walisongo Semarang.

Mustamir, A. K. (2019). Islam Nusantara: Strategi Perjuangan “Keumatan” Nahdlatul Ulama. Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 9(3), 297–310.

Mustofa, M. B., & Wuryan, S. (2019). Dakwah Moderasi di Tengah Pandemi Covid 19. Mau’idhoh Hasanah: Jurnal Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, 1(2), 22–32.

Nashir, H. (2019). Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan: Perspektif Sosiologi. Retrieved January, 30, 2020.

Noer, K. A. (2011). Agama Langit versus Agama Bumi: Sebuah Telaah atas Klasifikasi Agama-agama. Titik Temu: Jurnal Dialog Peradaban, 3, 72–96.

Novia, W., & Wasehudin, W. (2020). Penggunaan Media Sosial dalam Membangun Moderasi Beragama di Masa Pandemi Covid-19 di Kota Tangerang. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(2), 99–106.

Sabara, S. (2020). Beragama dengan Moderat Di Era Pandemi Covid-19. MIMIKRI, 6(2), 131–149.

Saputera, A. R. A. (2020). The Contextualization of Islamic Law Paradigms in the Pandemic Time Covid-19 as the Word of Religious Moderation. Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 5(2), 127–146.

Subakir, A., & Mustamir, A. K. (2020). Gerakan Moderasi Islam Dalam Perspektif Deteksi Dini: Studi Gerakan Pemuda Ansor Kota Kediri. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 31(2), 187–201.

Suparlan, P. (2014). Menuju masyarakat Indonesia yang multikultural. Antropologi Indonesia.

Sutardi, T. (2007). Antropologi: Mengungkap keragaman budaya. PT Grafindo Media Pratama.

Waluya, B. (2007). Sosiologi: Menyelami fenomena sosial di masyarakat. PT Grafindo Media Pratama.

Wibowo, A. (2019). Kampanye Moderasi Beragama di Facebook: Bentuk dan Strategi Pesan. Edugama: Jurnal Kependidikan Dan Sosial Keagamaan, 5(2), 85–103.

Windiani, R. (2017). Peran Indonesia Dalam Memerangi Terorisme. Jurnal Ilmu Sosial, 16(2), 135–152.

Yewangoe, A. A. (2001). Agama dan kerukunan. BPK Gunung Mulia.

Yunus, F. M. (2014). Konflik Agama di Indonesia Problem dan Solusi Pemecahannya. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 16(2), 217–228.

Yusuf, A. (2018). Moderasi Islam Dalam Dimensi Trilogi Islam (Akidah, Syariah, Dan Tasawuf). AL MURABBI, 3(2), 203–216.

Zuhdi, M. H. (2012). Pluralisme dalam Perspektif Islam. AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam, 17(1), 75–100.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Sprituality and Local Wisdom