Interaksionisme Simbolik Ukhuwah dalam Pantomim Wanggi Hoed pada Aksi Solidaritas Palestina
DOI:
https://doi.org/10.15575/tabligh.v11i1.54615Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi simbol Ukhuwah dalam pantomim Wanggi Hoed sebagai media solidaritas kemanusiaan melalui pendekatan interaksi simbolik. Studi ini berfokus pada aksi solidaritas Palestina di ruang publik Kota Bandung yang melibatkan interaksi antara aktor dan audiens dari berbagai latar belakang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Kerangka analisis menggunakan tiga premis interaksionisme simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tindakan aktor didasari oleh pemaknaan subjektif terhadap krisis Palestina sebagai urgensi moral (premis satu); (2) makna tersebut dibentuk melalui interaksi sosial dan peniruan kreatif terhadap memori visual konflik menjadi simbol-simbol signifikan (premis dua); serta (3) audiens melakukan proses interpretatif aktif dengan merekonstruksi kebisuan aktor menjadi "teriakan visual" yang memicu empati kinestetik (premis tiga). Dengan demikian, pantomim Wanggi Hoed berfungsi efektif sebagai media internalisasi nilai Ukhuwah yang mentransformasi penderitaan menjadi rasa sakit bersama (shared pain).
Kata Kunci: Interaksionisme Simbolik; Ukhuwah; Pantomim Wanggi Hoed; Aksi Solidaritas Palestina



