MODEL CONTEXT BASED LEARNING (CBL) UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PRAKTIKUM PEMBUATAN SABUN

Sari Sari, Syfa Nurohmah

Abstract


Model pembelajaran CBL adalah proses mengajar menggunakan pendekatan kelompok dimana proses dilakukan dalam bentuk bekerja bersama-sama untuk menciptakan konsep dan membawa siswa fokus terhadap peristiwa atau masalah yang ada. Keterampilan berpikir kritis perlu dikembangkan sebagai wahana penemuan dan pengembangan konsep, prinsip dan teori dalam memahami aplikasi koloid pada pembuatan sabun. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran dengan model CBL pada praktikum pembuatan sabun. Metode yang digunakan yaitu penelitian kelas dengan subjek siswa kelas XI IPA MA Ar-Rosyidiyah. Keterampilan berpikir kritis siswa untuk setiap kelompok prestasi yakni kelompok prestasi tinggi mendapat nilai 89,50 dengan kategori baik sekali, kelompok prestasi sedang mendapat nilai 76,28 dengan kategori baik dan kelompok prestasi rendah mendapat nilai 78,75 dengan kategori baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model CBL dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa.


Keywords


model pembelajaran CBL; keterampilan berpikir kritis; praktikum pembuatan sabun

References


Chang, R. (2005). Kimia Dasar: Konsep-konsep inti. Jilid II (Ed.Ketiga).Terjemahan oleh M.A. Martoprawiro, dkk. Jakarta: Erlangga.

Depdiknas. (2003). Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains dan Kimia SMU dan MA. Jakarta: Depdiknas.

Ennis, R. H. (1985). A Logical Basis for Measuring Critical Thinking Skills. Educational Leadership, 43(2), 44-48.

Johnson, E.B. (2014). Contextual Teaching & Learning: Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikan dan Bermakna. Terjemahan oleh Ibnu Setiawan. Bandung: Kaifa.

Jong, O.D.(2006). Context-Based Chemical Education: How to Improve It?. Makalah. Disajikan pada ICCE 19, Seoul.

McMurry, J. (2015). Organic Chemistry: with Biological Applications. United State of America: Cengage Learning.

Smits, L.G.A.D.P., Taconic, R., dan Jochems,W.M.G. (2011). Mapping Context- Based Learning Environments: The Contruction of an Instrument. Learning Envion Res (2013). 16:437-462.

Suryana, D. (2013). Membuat Sabun, Cara Membuat Berbagai Sabun Padat dan Cair. [Online]. Tersedia: www.books.google.co.id. [Diakses 1 November 2015].

Syukri. (1999). Kimia Dasar 2. Bandung: ITB.

Trianto. (2013). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Trimmer, W.,Laracy, K., dan Love-Gray, M.,Whitireia Community Polytechnic. (2009). Seeing The Bigger Picture Context-Based Learning. Good Pratice Publication Grants, 1-6.

Wade. (2013). Organic Chemistry. United State of America: Pearson.

Yunita. (2009). Panduan Pengelolaan Laboratorium Kimia. Bandung: CV Insan Mandiri.




DOI: https://doi.org/10.15575/jta.v1i2.1248

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Sari Sari, Syfa Nurohmah

Journal  Tadris Kimiya Is Indexed By : 


Lisensi Creative Commons

Pendidikan Kimia: Jurnal Tadris Kimiya  dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0Hak cipta dilindungi undang-undangp-ISSN: 2527-6816 | e-ISSN: 2527-9637