Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat (Persea americana) sebagai Bahan Baku Biodiesel
DOI:
https://doi.org/10.15575/ak.v6i1.4597Keywords:
Organic ChemistryAbstract
Biji alpukat merupakan limbah pangan yang mengandung minyak nabati. Salah satu pemanfaatan minyak nabati adalah biodiesel. Biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dikarenakan dapat menurunkan emisi jika dibandingkan dengan minyak diesel. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan biji alpukat sebagai bahan baku sintesis biodiesel serta karakterisasinya. Sintesis biodiesel dilakukan melalui reaksi esterifikasi minyak biji alpukat menggunakan pelarut metanol dengan perbandingan massa 1:20 disertai dengan penambahan katalis asam dan melalui reaksi transesterifikasi menggunakan pelarut metanol dengan perbandingan massa 1:6 dan disertai katalis basa, dengan konsentrasi katalis yang digunakan sebesar 2,5% dari bobot minyak. Karakterisasi dilakukan dengan analisis spektrofotometer FTIR yang menunjukkan adanya gugus fungsi ester yang merupakan karakteristik dari biodiesel hasil sintesis dengan melihat adanya ikatan C-O pada pada bilangan gelombang 1244,09 cm-1 dan ikatan C=O pada bilangan gelombang 1737,86 cm-1. Selain itu dilakukan juga analisis gas chromatography (GC) yang menunjukkan kandungan minyak terbanyak yang berhasil terekstrak dari biji alpukat, yaitu senyawa metil ester oleat dengan waktu retensi 20,618 menit. Pada tahap akhir dilakukan pengujian spesifikasi terhadap biodiesel yang dihasilkan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 04-7182-2006 yang telah ditetapkan, yang menunjukkan angka asam sebesar 0,4 mg NaOH/g, massa jenis sebesar 679,335 kg/m3 dan viskositas kinematik sebesar 4,980 mm2/s pada 40ºC, dan warna nyala api biru kemerahan dan tidak berasap yang lebih baik dibandingkan dengan solar.
References
Bristish Petrolium. (2013) Statistical Review Of World Energy. https:// bp.com/statisticalreview
Nurjannah, A. Roesyadi, dan D. H. Prajitno, "Perengkahan katalitik minyak sawit untuk menghasilkan biofuel", Reaktor, vol. 13, no. 1, pp. 37-43, 2010.
R. Handoyo, A. A. Anggraini, dan S. Anwar, "Biodiesel dari minyak biji kapok," Jurnal Enjiniring Pertanian, vol. V, no. 1, pp. 57-64, 2007.
R. M. Joshi dan M. J. Pegg, "Flow properties of biodiesel fuel blends at low temperatures" Fuel, vol. 86, no. 1-2, pp. 143-151, 2007.
US Department of Energy 2004 Biodiesel Handling and use guidelines, DOE/GO-102004-1999, revised November 2004.
Smith PC, Ngothai Y, Nguyen QD, and O'neill BK, "Improving the low temperature properties of biodiesel, methods and consequencesâ€, Renewable Energy, vol. 35, no. 6, pp. 1145-1151, 2010.
F. Maa, dan M. A. Hanna, “Biodiesel production: a reviewâ€, Bioresour Technology, vol. 70, no. 1, pp. 1–15, 1999.
M. Ghiaci, B. Aghabarari, and A. Gil, "Production of biodiesel by esterification of natural fatty acids over modified organoclay catalysts" Fuel, vol. 90, no. 11, pp. 3382-3389, 2011.
S. Risnoyatiningsih, "Biodiesel from avocado seeds by transesterification process", Jurnal Teknik Kimia, vol. 5, no. 1, p. 345-351, 2010.
Prasetyowati, R. Pratiwi, dan F. Tris O., "Pengambilan minyak biji alpukat (persea americana mill) dengan metode ekstraksi", Jurnal Teknik Kimia, vol. 17, no. 2, pp. 16-24, 2010.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).