Pembuatan Nanopartikel Perak yang Ramah Lingkungan Beserta Aplikasinya untuk Mendeteksi Ion Merkuri Secara Citra Digital

M. Lutfi Firdaus, Hadi Apriyonda, Elvinawati Elvinawati, Eko Swistoro, Agus Sundaryono

Abstract


Dewasa ini, nanopartikel mendapatkan perhatian istimewa di kalangan para peneliti termasuk pemerhati lingkungan karena nanopartikel memiliki luas permukaan yang sangat besar sehingga bisa dimanfaatkan lebih lanjut untuk berbagai keperluan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanopartikel perak secara biosintesis menggunakan ekstrak buah anggur beserta aplikasinya sebagai pereaksi dalam mendeteksi logam berat berbahaya, khususnya merkuri (II). Buah anggur diekstraksi menggunakan air pada suhu 80°C. Setelah dicampur dengan prekursor perak nitrat, reaksi pembentukan nanopartikel perak dipercepat dengan memanfaatkan sinar matahari sebagai energi panas alami. Nanopartikel perak yang terbentuk memiliki puncak absorbansi pada panjang gelombang maksimum 420 nm, dan selektif terhadap ion merkuri (II), yang ditandai dengan berubahnya warna nanopartikel perak tersebut dari coklat kekuningan menjadi bening. Selanjutnya, kamera digital dimanfaatkan untuk menganalisis konsentrasi ion merkuri di dalam sampel. Keakuratan metode citra digital ditentukan dengan membandingkan hasil pengukurannya terhadap metode Spektrofotometri UV-Vis. Secara umum, metode citra digital dengan nanopartikel perak sebagai reagen deteksi ion merkuri dapat digunakan dengan kinerja mumpuni. Konsentrasi ion Hg (II) dari sampel lingkungan yang dianalisis menggunakan metode yang dikembangkan ini berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan oleh Permenkes RI No. 492 tahun 2010, sehingga air lingkungan yang dianalisis masih layak dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga.


Keywords


Nanopartikel perak; biosintesis; merkuri; citra digital, kolorimetri.

Full Text:

PDF

References


T.W. Clarkson, "The toxicology of mercury" Critical reviews in clinical laboratory sciences, vol. 34, no. 4, pp. 369–403, 1997.

N.H. Tarras-Wahlberg, A. Flachier, S. N. Lane, and O. Sangfors. "Environmental impacts and metal exposure of aquatic ecosystems in rivers contaminated by small scale gold mining: the Puyango River basin, southern Ecuador", Science of the Total Environment, vol. 278, no. 1-3, pp. 239-261, 2001.

S.A. El-Safty, M.A. Shenashen, and S.A. El-Safty, "Mercury-ion Optical Sensors", TrAC - Trends in Analytical Chemistry, vol. 38, pp. 98–115, 2012.

Y. Hong, Y. Kim, and K. Lee, "Methylmercury Exposure and Health Effects", Journal of Preventive Medicine and Public Health, vol. 45, no. 6, pp. 353–363, 2012.

R.W. Siegler, D.W. Nierenberg, and W.F. Hickey, "Fatal Poisoning from Liquid Dimethylmercury: A Neuropathologic Study", Human Pathology, vol. 30, no. 6, pp. 720–723, 1999.

M. Harada, "Minamata Disease: Methylmercury Poisoning in Japan Caused by Environmental Pollution", Critical Reviews in Toxicology, vol. 25, no. 1, pp.1–24, 1995.

L. Järup, "Hazards of Heavy Metal Contamination", British Medial Bulletin, vol. 68, no. 1, pp. 167–182, 2003.

Z.C. Castilhos, S. Rodrigues-Filho, A.P.C. Rodrigues, R.C. Villas-Bôas, S. Siegel, M.M. Veiga, and C. Beinhoff, “Mercury contamination in fish from gold mining areas in Indonesia and human health risk assessment”, Science of Total Environment, vol. 368, no.1, pp. 320–325, 2006.

N. Pourreza and K. Ghanemi, K. "Determination of Mercury in Water and Fish Samples by Cold Vapor Atomic Absorption Spectrometry After Solid Phase Extraction on Agar Modified with 2-Mercaptobenzimidazole", Journal of Hazardous Materials, vol. 161, no. 2-3, pp. 982–987, 2009.

L. Husáková, A. Bobrowski, J. Srámková, A. Królicka, and K. Vytras, "Catalytic Adsorptive Stripping Voltammetry Versus Electrothermal Atomic Absorption Spectrometry in The Determination of Trace Cobalt and Chromium in Human Urine", Talanta, vol. 66, no. 4, pp. 999–1004, 2005.

G. Jarzynska and J. Falandysz, "The Determination of Mercury in Mushrooms by CV-AAS and ICP-AES Techniques", Journal of Environmental Science and Health, Part A. Toxic/Hazardous Substances and Environmental Engineering, vol. 46, no. 6, pp. 569–573, 2011.

M. L. Firdaus, I. Fitriani, S. Wyantuti, Y.W. Hartati, R. Khaydarov, J. A. McAlister, H. Obata, and T. Gamo, “Colorimetric detection of mercury(II) ion in aqueous solution using silver nanoparticles”, Analytical Sciences, vol. 33, no. 7, pp. 831-837, 2017.

M. L. Firdaus, S. Andriana, W. Alwi, E. Swistoro, A. Ruyani, and A. Sundaryono, “Green synthesis of silver nanoparticles using Carica Papaya fruit extract under sunlight irradiation and their colorimetric detection of mercury ions”, Journal of Physics: Conference Series, vol. 817, no. 1, 2017.

M. L. Firdaus, I. Fitriani, S. Wyantuti, Y.W. Hartati, R. Khaydarov, J. A. McAlister, H. Obata, and T. Gamo, “Colorimetric detection of mercury(II) ion in aqueous solution using silver nanoparticles”, Analytical Sciences, vol. 33, no. 7, pp. 831-837, 2017.

M. L. Firdaus, A. Aprian, N. Meileza, M. Hitsmi, R. Elvia, L. Rahmidar, and R. Khaydarov, “Smartphone Coupled with a Paper-Based Colorimetric Device for Sensitive and Portable Mercury Ion Sensing”, Chemosensors, vol. 7, no. 2, pp. 25, 2019.

Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/ 2010, Persyaratan Kualitas Air Minum, Jakarta, 2010.




DOI: https://doi.org/10.15575/ak.v6i2.6487