Zine Sebagai Perlawanan Hegemoni Kapitalisme Media
DOI:
https://doi.org/10.15575/annaba.v11i2.39325Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana wacana perlawanan terhadap hegemoni kapitalisme direpresentasikan dalam dimensi teks dan praktik diskursus Toilet Zine, serta bagaimana kedua konsep tersebut terwujud dalam praktik sosiokultural. Penelitian ini menggunakan model Norman Fairclough yang berfokus pada tiga dimensi utama yaitu teks, praktik diskursus, dan praktik sosiokultural. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis yang bertujuan membantu menganalisis dan memahami masalah-masalah sosial dalam hubungannya antara ideologi dan kekuasaan melalui identifikasi asumsi-asumsi ideologis yang tersembunyi di balik kata-kata dalam teks atau ucapan yang mencerminkan berbagai bentuk kekuasaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa melalui kritik terhadap kapitalisme dalam teks-teks wacananya, Toilet Zine berusaha membangun kesadaran di kalangan pembaca tentang dampak negatif sistem ekonomi ini dan mendorong pembaca untuk menentang struktur kapitalis.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
LETTER OF COPYRIGHT ASSIGNMENT
Â
As an author of Tabligh: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam of Program Islamic Communication and Broadcasting, Dakwah and Communication Faculty, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, I, who sign below:
 Declare:Â
Â
- My paper is authentic; my own writing and it has not been published/proposed on any other journals and publication.
- My paper is not plagiarism but my original idea/research.
- My paper is not written by other help, except with Board of Editors and Reviewers recommendation who have been chosen by this journal.
- In my paper, there are no other writings or opinions except referred in bibliography and relevant with the rule of writing in this journal.
- I give all my copyright of this paper to this journal include the right for managing and publication.
- I make this assignment surely. If there are distortion and untruth in this assignment, later, I will take responsibility as the current law. Â



