Dinamika Komunikasi Politik Dalam Kontestasi Pilkada Serentak 2015: Hegemoni Dan Simbol-Simbol Dinasti Politik Di Kabupaten Cianjur

Authors

  • Ridwan Mubarok UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Yani Nurhasanah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15575/annaba.v11i1.58439

Abstract

Kontestasi pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan instrumen penting demokratisasi di Indonesia, tetapi demokrasi elektoral tidak selalu menjamin pemerataan kesempatan politik. Salah satu persoalan yang berkembang ialah politik dinasti, yakni kecenderungan reproduksi kekuasaan melalui hubungan keluarga dan jaringan kekerabatan. Artikel ini menganalisis dinamika komunikasi politik dalam Pilkada Serentak 2015 di Kabupaten Cianjur dengan fokus pada hegemoni dinasti politik, strategi pelanggengan kekuasaan, dan simbol-simbol hegemonik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan strategi studi kasus. Analisis dilakukan melalui perspektif hegemoni Antonio Gramsci, konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, serta teori kekuasaan Harold D. Lasswell. Hasil analisis menunjukkan bahwa komunikasi politik tidak hanya berlangsung melalui kampanye formal, tetapi juga melalui jaringan kekuasaan, hubungan kekerabatan, birokrasi, partai politik, organisasi masyarakat, media, dan simbol legitimasi. Hegemoni bekerja melalui pembentukan kesadaran, penerimaan, dan normalisasi keberlanjutan kekuasaan keluarga. Kemenangan Irvan Rivano Muhtar-Herman menunjukkan konstruksi politik dinasti sebagai kesinambungan kepemimpinan sebelumnya di Cianjur lokal.

Downloads

Published

2026-01-31

Citation Check