Media Massa Melawan Teror: Analisis Framing pada Tajuk Koran Republika
DOI:
https://doi.org/10.15575/idajhs.v11i2.1944Keywords:
Mass Media, Against Terror, Framing AnalysisAbstract
This study aims to describe the view of mass media with the Islamic ideology of Republika in response to mass shooting incident by Stephen Craig Paddock (64 years) in Las Vegas United States on Sunday (1/10/2017) which killed 59 people and injured 500 people. This research uses qualitative method with framing analysis of Robert Entman model which produces four important things. First, the editorial (header) entitled "Irony Paddock, Irony Trump" affirms the attitude of Republika who called the Las Vegas tragedy an act of terror. Secondly, Republika constructed the United States president Donald Trump as a problem because of judging Paddock's brutal action as a casual shoot, not including terrorists. Thirdly, Republika rejects the double standard of Western countries, especially the US which does not mention terrorist acts because the perpetrators are not Muslim and not black. Fourthly, Republika offers a definition of terrorism as an act involving the use or attempts of sabotage, coercion, or violence that result in the death of the population in general. This research can be used as a discourse forming critical awareness in opposing the negative views of US superpower leaders who often impose the meaning of acts of terrorism with Islam and the Muslims.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pandangan media massa berideologi Islam Republika dalam menyikapi peristiwa penembakan massal oleh Stephen Craig Paddock (64 tahun) di Las Vegas Amerika Serikat, Ahad (1/10/2017) yang menewaskan 59 orang dan melukai 500 orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing model Robert Entman yang menghasilkan empat hal penting. Pertama, editorial (tajuk) berjudul “Ironi Paddock, Ironi Trump†menegaskan sikap Republika yang menyebut tragedi Las Vegas sebagai aksi teror. Kedua, Republika mengontruksikan presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump sebagai masalah karena menilai aksi brutal Paddock sebagai penembakan biasa, bukan termasuk teroris. Ketiga, Republika menolak standar ganda negara Barat, terutama AS yang tidak menyebut tindakan teroris karena pelakunya bukan muslim dan tidak berkulit hitam. Keempat, Republika menawarkan definisi terorisme sebagai aksi yang melibatkan penggunaan atau upaya sabotase, pemaksaan, atau kekerasan yang mengakibatkan kematian populasi secara umum. Penelitian ini dapat dijadikan wacana pembentuk kesadaran kritis dalam melawan pandangan negatif pemimpin negara adidaya AS yang sering kali memaksakan makna aksi terorisme dengan Islam dan kaum muslimin.
References
Abrar, A.N. (2015). Tatakelola Jurnalisme Politik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Affan, M. (2017, 5 Oktober). Opini: Teror Zonder Teroris. Surat Kabar Republika, 6.
Agustian, J.F. (2015). ISIS dan Terorisme dalam Wajah Media Online Indonesia, dalam Proceeding International Post– Graduate Conference 2015 Universitas Airlangga, (44-74). Surabaya: Program Studi S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga.
Auliani, P.A. (2017). Mengapa AS Tak Sebut Penembak di Las Vegas Sebagai Teroris?, diakses 06 Oktober 2017, dari http://internasional.kompas.com/read/2017/10/05/22325461/mengapa-as-tak-sebut-penembak-di-las-vegas-sebagai-teroris.
Badara, A. (2014). Analisis Wacana: Teori, Metode, dan Penerapannya pada Wacana Media. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Creswell, J.W. (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Eriyanto. (2009). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS.
Fakhruroji, M. (2017). Dakwah di Era Media Baru: Teori dan Aktivisme Dakwah di Internet. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Jainuri, A. (2016). Radikalisme dan Terorisme: Akar Ideologi dan Tuntutan Aksi. Malang: Instran Publishing.
Kompas. (2017, 5 Oktober). Tajuk Rencana. Surat Kabar Kompas, 6.
Kriyantono, R. (2012). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
Machendrawaty, N., Safei, A.A. (2001). Pengembangan Masyarakat Islam: Dari Ideologi, Strategi Sampai Tradisi. Bandung: Rosdakarya.
Mubarok. (2012). Stigmatisasi Pemberitaan Terorisme di Media Massa, diakses 03 Oktober 2017, dari ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi/article/view/4443/4053.
Muhtadi, A.S. (2012). Komunikasi Dakwah: Teori, Pendekatan, dan Aplikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Mulyana, D. (2008). Komunikasi Massa: Kontroversi, Teori, dan Aplikasi. Bandung: Widya Padjadajaran.
Mulyana, D. (2014). Komunikasi Politik, Politik Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurhadi, Z.F. (2015). Teori-Teori Komunikasi: Teori Komunikasi dalam Perspektif Penelitian Kualitatif. Bogor: Ghalia Indonesia.
Pujileksono, S. (2015). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif . Malang: Instrans Publisihing.
Republika. (2017, 5 Oktober). Tajuk: Ironi Paddock, Ironi Trump. Surat Kabar Republika, 6.
Rolnicki, T.E., Tate, C.D., Taylor, S.A. (2015). Pengantar Dasar Jurnalisme. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sembiring, J. (2011). Terorisme, Sebuah Pemahaman Masyarakat. Bandung: Komunika Jaya Teknik.
Sila, M.A., dkk. (2015). Profil Keagamaan Terpidana Terorisme di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat
Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama RI.
Subagyo, P.A. (2016). Representasi Frame dalam Latar Belakang Wacana Tajuk tentang Terorisme, diakses 03 Oktober 2017, darihttps://journal.uny.ac.id/index.php/litera/article/viewFile/9777/pdf.
Sukarno, A.W. (2011). Dilema Peliputan Terorisme dan Pergeseran Pola Framing Berita Terorisme di Media Massa dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 14 (03), 333-348.
Wazis, K. (2015). Konstruksi Kebebasan Media Massa Barat sebagai Budaya Populer: Analisa terhadap Berita dan Karikatur Nabi SAW di Majalah Charlie Hebdo, diakses 03 Oktober 2017, dari http://ejournal.iain-jember.ac.id/index.php/aladalah/article/view/326/318.
Yunanto, S., Angel, D., Indah., N. (2017). Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme di Dunia dan Indonesia. Jakarta: Institut for Peace and Security Studies (IPSS).
Zakiyah. (2015). Agama Dalam Konstruksi Media Massa: Studi Terhadap Framing Kompas dan Republika pada Berita Terorisme dalam Analisa Journal of Social Science and Religion, 22 (01), 83-96.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish articles in Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons AttributionShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).