Aplikasi agens hayati dari perakaran bamboo dan rumput gajah untuk mengendalikan penyakit hawar daun dan peningkatan hasil tanaman pada sawi (Brassica rapa)

A. Marthin Kalay, Adelina Siregar, Alexander Sesa, Abraham Talahaturuson

Abstract


Penyakit Damping Off dan hawar daun merupakan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman sawi (Brassica rapa) dan tanaman hortikultura sayuran lainnya. Kedua penyakit ini disebabkan oleh jamur Rizoctonia solani. Penggunaan bahan alam berbasis agens hayati mikroba merupakan solusi penanganan penyakit tanaman yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, selain untuk pengendalian penyakit juga berpotensi meningkatkan hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek aplikasi agens hayati dari perakaran bambu dan rumput gajah terhadap serangan penyakit hawar daun dan hasil tanaman sawi. Perlakuan yang dicobakan adalah agens hayati dari ekstrak akar bambu (EAB) dan akar rumput gajah (EARG), dan pupuk hayati konsorsium (PHK) dengan konsentrasi : PHK 1% , EAB 1%, EAB 1,5% , EAB 2%, EARG 1% , EARG 1,5%, EARG 2%, dan tanpa agens hayati sebagai kontrol. Percobaan dirancang menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian adalah pemberian agens hayati dari EAB, EARG dan PHK dapat mengendalikan penyakit hawar daun, dan meningkatkan tinggi tanaman, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Agens hayati dengan konsentrasi terbaik adalah PHK 1%, EAB 2% dan EARG 2%. Hasil penelitian yang terbaik dapat direkomendasikan kepada petani untuk meningkatkan produksi tanaman sawi.

 

ABSTRACT 

Damping off and leaf blight diseases are often found in mustard (Brassica rapa) and other vegetable horticultural crops. Both diseases are caused by a fungal pathogen Rizoctonia solani. The use of natural materials based on biological agents is a sustainable environmentally friendly solutions, besides controlling crop diseases, it also has the potential to increase crop yields. This study aims to determine the effect of application of biological agents from bamboo roots and elephant grass on leaf blight and mustard. The treatments involved biological agents extracted from bamboo roots (EAB) and elephant grass roots (EARG), and consortium bio-fertilizers (PHK) with concentrations of 1% layoff, EAB 1%, EAB 1.5%, EAB 2%, EARG 1%, EARG 1.5%, EARG 2%, and without biological agents as a control.  The experimental design was a randomized block design with three replications. The results of the study showed that the the application of biological agents from bamboo roots (EAB), elephant grass roots (EARG) and consortium bio-fertilizers (PHK) can control the leaf blight disease, and can increase the plant height, and the fresh and plant dry weight. The best concentration of biological agents is PHK 1%, EAB 2% and EARG 2%. The best results of this study can be recommended to farmers to increase the production of mustard plants.

 


Keywords


akar bambu, akar rumput gajah, pupuk hayati, sawi

Full Text:

PDF

References


Borriss, R. (2011). Bacteria in Agrobiology: Plant Growth Responses. In Bacteria in Agrobiology: Plant Growth Responses (Issue June). https://doi.org/10.1007/978-3-642-20332-9

Darma, R., & Purnamasari, M. (2016). A Strong Antifungal-producing Bacteria from Bamboo Powder for Biocontrol of Sclerotium rolfsii in Melon (Cucumis melo var. amanta). Journal of Plant Pathology & Microbiology, 07(02), 1–7. https://doi.org/10.4172/2157-7471.1000334

Hindersah, R., Kalay, M., Talahaturuson, A., & Lakburlawal, Y. (2018). Bakteri Pemfiksasi Nitrogen Azotobacter Pada Tanaman Kacang Panjang. Agric Jurnal Ilmu Pertanian, 30(1), 25–32. ejournal.uksw.edu

Kalay, A. Marthin, Tuhumury, G. N., Pesireron, N., &

Talaharuruson, A. (2019). Pengendalian penyakit damping off dan peningkatan pertumbuhan bibit tomat dengan memanfaatkan trichoderma harzianum berbasis bahan organik padat. Agrologia, 8(1). https://doi.org/10.30598/a.v8i1.873

Kalay, Agusthinus Marthin, Hindersah, R., Talahaturuson, A., & Latupapua, A. I. (2017). Dual inoculation of Azotobacter chroococcum and Trichoderma harzianum to control leaf blight (Rhizoctonia solani) and increase yield of choy sum. International Journal of Scientific & Engineering Research, 8(6), 1288–1292. https://www.ijser.org/researchpaper/Dual-Inoculation-of-Azotobacter-chroococcum-andTrichoderma-harzianumTo-Control-Leaf-Blight-Rhizoctonia-solani-and-Increase-Yield-of-Choy-Sum.pdf

Mohd Auyoub Bhat, Rasool, R., & Division, S. R. (2017). Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) for Sustainable Agriculture. International Journal of Agricultural Science and Research, 7(4),505–510. https://doi.org/10.24247/ijasraug201765

Moustaine, M., R, E., A, B., R, B., & H, A. E. (2017). Effect of plant growth promoting rhizobacterial (PGPR) inoculation on growth in tomato (Solanum Lycopersicum L.) and characterization for direct PGP abilities in Morocco. International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology, 2(2), 590–596. https://doi.org/10.22161/ijeab/2.2.5

Natawigena. (1994). Dasar – dasar perlindungan tanaman. Penerbit Trigenda Karya Bandung.

Prihatiningsih, N., Djatmiko, H. A., & Lestari, P. (2017). Aktivitas siderofor Bacillus subtilis sebagai pemacu pertumbuhan dan pengendalian patogen tanaman terung. J. HPT Tropika, 17(2), 170–178. http://jhpttropika.fp.unila.ac.id/index.php/jhpttropika/article/download/420/412

Suliasih, & Rahmat. (2007). Aktivitas fosfatase dan pelarutan kalsium fosfat oleh beberapa bakteri pelarut fosfat. Biodiversitas, 8(1), 23–26. https://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/D/D0801/D080105.pdf

Sulistyoningtyas, M. E., Roviq, M., & Wardiyati, T. (2017). Pengaruh pemberian PGPR ( Plant Growth Promoting Rhizobacteria ) pada pertumbuhan Bud Chip Tebu ( Saccharum officinarum L .). J. Produksi Tanaman, 5(3), 396–403. http://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/download/392/387

Susanti, W. I., Widyastuti, R., & Wiyono, S. (2015). Peranan tanah rhizosfer bambu sebagai bahan untuk menekan perkembangan patogen Phytophthora palmivora dan meningkatkan pertumbuhan bibit pepaya. Jurnal Tanah Dan Iklim, 39(2), 65–74. https://doi.org/10.2017/jti.v39i2.6223

Wartono, W., Giyanto, G., & Mutaqin, K. H. (2015). Efektivitas formulasi spora Bacillus subtilis B12 sebagai agen pengendali hayati penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 34(1), 21. https://doi.org/10.21082/jpptp.v34n1.2015.p21-28

Widawati, S., & Suliasih. (2006). Popilasi bakteri pelarut fosfat (BPF) di Cikaniki, Gunung Botol, dan Ciptarasa serta kemampuannya melarutkan P terikat di media pikovskaya padat. Biodiversitas, 7(2), 109–113. https://doi.org/10.13057/biodiv/d070203

Wijayanti, K. S. (2018). Pemanfaatan rhizobakteria untuk mengendalikan nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) pada kenaf (Hibiscus cannabinus L.). Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 10(2), 90. https://doi.org/10.21082/btsm.v10n2.2018.90-99

Wu, L., Wu, H. J., Qiao, J., Gao, X., & Borriss, R. (2015). Novel routes for improving biocontrol activity of Bacillus based bioinoculants. Frontiers in Microbiology, 6(DEC), 1–13. https://doi.org/10.3389/fmicb.2015.01395




DOI: https://doi.org/10.15575/6548

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons Licence

Jurnal Agro (J. Agro: ISSN 2407-7933) by http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ja/index is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.