MODEL TOLERANSI DAN KERUKUNAN
DALAM PLURALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA

Nurrohman Nurrohman, Abd Hannan EF

Abstract


Sejak tumbangnya rezim otoritarian Orde Baru yang kemudian dilanjutkan dengan
munculnya semangat reformasi dengan membuka keran demokratisasi secara lebih luas,
konflik dan kekerasan yang bernuansa ethnic dan keagamaan seolah tidak ada hentinya
dialami oleh bangsa ini. Data dari sejumlah penelitian menunjukkan bahwa Jawa Barat
merupakan provinsi yang tingkat intoleransi dalam kehidupan beragama masih tinggi.
Pemandangan yang berbeda ditemukan di desa Sindang Jaya, Cianjur. Masyarakat di desa
ini, meskipun memiliki populasi penduduk yang beragama Kristen cukup tinggi, tidak
pernah terjadi konflik social keagamaan yang serius. Oleh karena itu, desa ini menarik
untuk diteliti. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kegiatan kehidupan keberagamaan
masyarakat , interaksi sosial- keagamaan antar umat Islam dan Kristiani serta faktorfaktor yang melatarbelakanginya. Dilihat dari cara data atau informasi yang dihimpun,
penelitian ini bisa disebut mixed method atau gabungan kualitatif dan kuantitatif. Data
atau informasi diperoleh melalui observasi, wawancara terbuka, angket serta studi teks.
Seluruh data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dideskripsikan dan dianalisis
secara kualitatif sedangkan data atau informasi yang diperoleh melalui pertanyaan
tertutup (angket) dianalisis secara kuantitatif. Penelitian ini menemukan bahwa kegiatan
kehidupan keberagamaan masyarakat Desa Sindang Jaya Kecamatan Ciranjang
Kabupaten Cianjur merupakan kehidupan keagamaan yang rukun dan toleran. Interaksi
sosial-keagamaan antar ummat Muslim dan Kristiani di Desa Sindang Jaya Kecamatan
Ciranjang Kabupaten Cianjur tergolong intensif. Banyak faktor pendukung yang melatarbelakangi landasan interaksi social keagamaan antar ummat Muslim dan Kristiani dalam melestarikan toleransi dan kerukunan hidup dalam sebuah pluralitas agama di Desa
Sindang Jaya Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Yang terpenting diantaranya
adalah : a) Faktor Historis b) Faktor Teologis c) Faktor Sosiologis c) Faktor Politis.
Faktor historis disebabkan kedatangan orang Kristen di desa Sindangjaya yang sudah
lebih dari satu abad yakni sejak tahun 1903 sehingga mereka sudah terbiasa hidup berbaur
antara Muslim dan Kristiani sejak dari nenek moyang mereka. Faktor teologis, karena
mereka pada umumnya memiliki pandangan teologi yang inklusif dan toleran. Faktor
sosiologis , karena masyarakat desa Sindangjaya , tergolong masyarakat paguyuban.
Faktor politis, karena dalam masyarakat di desa Sindangjaya ,tidak dijumpai pandangan
dan sikap politik yang berlawanan dengan kebijakan pemerintah dan negara. Mereka
semuanya setuju dan siap mengikuti paraturan perundangan yang berlaku di Indonesia,
termasuk perundangan yang mengatur kehidupan beragama. Penelitian ini juga
menemukan bahwa interaksi sosial keagamaan yang dipraktekkan di desa ini termasuk
interaksi sosial keagamaan yang inklusif, toleran dan humanis.

Keywords


Toleransi; Kerukunan; Islam; Kristen; Interaksi sosial

Full Text:

PDF

References


Abou El Fadl, Khaled, Speaking in God's Name: Islamic Law, Authority and Women,

Oneworld Publications (2001), Ebook edition, 2014, England

Afif, M, dalam Al-QALAM “Menggugagat Pluralisme Barat, Menggagas Pluralisme

Syari’at”, hal 87. Vol. 24, No.1 2007.

Ahmad Safei,Agus, “Menatap Wajah Islam Dari Jendela Sunda”, Makalah disampaikan

pada Annual Conference on Islamic Studies ke 10, Banjarmasin 1-4 November

Ali, A.Mukti, Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia, Mizan, Bandung, Cetakan XI,

Andito (ed), Atas Nama Agama, Pustaka Hidayah, Bandung, 1998

Arzaki dkk, Jalaluddin, Nilai-nilai Agama dan Kearifan Budaya Lokal (Mataram:

Relawan untuk Demokrasi dan HAM/Redam,2001).

Azra, Azyumardi ,Konteks Berteologi di Indonesia, Pengalaman Islam, Paramadina,

Jakarta, 1999.

Balitbang Depag RI, Bingkai Teologi Kerukunan Hidup Umat Beragama di Indonesia

(Jakarta: Departemen Agama RI, 1997)

Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan, Riuh di Beranda Satu: Peta Kerukunan

Umat Beragama di Indonesia, Seri II (Jakarta: Departemen Agama RI, 2003)

Burhanuddin Daya & Herman L. Beck (Redaktur), Ilmu Perbandingan Agama di

Indonesia dan Belanda, INIS, Jakarta, 1992

Campbell, T. (1994). Tujuh teori sosial,sketsa, penilaian dan perbandingan.Yogayakarta:

Kanisius.

Chang, William, “Konflik Etnis dan Religius?” dalam Kompas, 26 Oktober 2001.

Cholil, Suhadi (Ed), Resonansi Dialog Agama dan Budaya, Cet. 1 Penerbit CRCS

Yogjakarta, 2008.

Creswell, John W., Research Design; Quantitative , Qualitative and Mixed Method

Approaches, London ,Sage Publication, 2009

Depag RI, Pedoman Dasar Kerukunan Hidup Beragama, Jakarta, Depag RI., 1980.

Evers, H.D. (1998). Teori masyarakat: proses peradaban dalam sistem dunia modern.

Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

F.J. Moreno, Agama Dan Akal Fikiran, terjemahan, Rajawali, Jakarta, 1985

Fisher, Simon, et.al. Mengelola Konflik, Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak, Alih

bahasa: S.N. Kartikasari dkk (Jakarta: The Britis Council, 2000).

Fadeli, Soeleiman, dan Mohammad Subhan, Antologi NU, Surabaya, Khalista, cet.kedua

Grose & Hubbard (ed), Tiga Agama Satu Tuhan, Terjemahan Santi Indra Astuti, Mizan,

Bandung, 1998

Garaudy, R, Islam Fundamentalis dan Fundamentalis lainnya, Pustaka, Bandung, 1993

Gauhar, Altaf (ed), Tantangan Islam, terjemahan Anas Mahyudin, Pustaka, Bandung,

Goddard, Hugh ,Menepis Standar Ganda, Membangun Saling Pengertian MuslimKristen, Terjemahan Ali Noer Zaman, Qalam, Yogyakarta, 2000

Hick, John, Trinity and Incarnation in the Light of Religious Pluralism, dalam John Hick

and Edmund S. Meltzer (ed), Three Faiths-One God : A Jewish, Christian,

Muslim Encounter, Cet. 1 (The Macmillan Press Ltd: London., 1989)

Herlinawati, Lina, penyunting, Sistem Religi dan Pertabuan di Kampung Mahmud

Kebupaten Bandung: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, Departemen

Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1992.

Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia, Djambatan, Jakarta, 1975

Legenhausen, Muhammad, Muslim’s non reductive religious pluralism dalam Roger

Boase, ed., Islam and Global Dialogue: Religious Pluralism and the Pursuit of

Peace, Ashgate Publishing Company , England, 2005.

Madjid, Nurcholish, “Tradisi Islam, Peran Dan Fungsinya Dalam Pembangunan di

Indonesia”, Paramadina, Jakarta, 1997

Majid, Nurcholish ,Agama dan Masyarakat dalam A.W. Widjaya Ed. Manusia Indonesia,

Individu, Keluarga dan Masyarakat. Jakarta, Akademik Pressindo,1986.

Marzali dkk, Amri, Konflik Komunal di Indonesia Saat Ini (Jakarta: INIS, 2003)

Mastuhu, dkk., Tradisi Baru Penelitian Agama Islam, Pusjarlit IAIN/STAIN, Jakarta,

Moleong, Lexy J., Metode Penelitian Kualitatif, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya,

Mudhoffir, Abdil Mughis, “Countering Radical Islamic Thoughts, Reducing

Inequality”,The Jakarta Post April 10, 2015.

Nafis, Muhammad Wahyuni (edi-tor), Rekonstruksi dan Renungan : Religius Islam,

Paramadina, Jakarta, 1996

Nottingam, Elizabeth K., Agama dan Pengantar Masyarakat Suatu Pengantar Sosiologi

Agama, terj. Abdul Muis Naharong (Jakarta: Rajawali Press, 2002).

Nurrohman dkk, Harmoni Agama dan Budaya di Jawa Barat: Studi Tentang Toleransi

Kehidupan Beragama Melalui Kearifan Lokal Kampung Adat., laporan

penelitian, Kerjasama UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Dewan

Ketahanan Nasional (DKN) ,tahun 2015

Nurrohman dkk, Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Bidang Agama dan

Implikasinya Terhadap Toleransi Kehidupan Beraganma di Jawa Barat, Laporan

penelitian kelompok, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2015

Panikkar, Raimundo, Dialog Intra Religius, Terjemahan “Kelompok Studi Filsafat

Driyarkara, Kanisius, Yogyakar-ta, 1994

Partonadi, Sutarman S, Sadrach’s Community and its contextual roots; A nineteenth

Century Javanese Expression of Christianity, Amsterdam, Rodopi, 1988.

Permata, Ahmad Norma (ed), Metodologi Studi Agama, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,

Pilihan Artikel Prisma 1975-1984, Agama Dan Tantangan Zaman, LP3ES, Jakarta, 1985

Proyek Peningkatan Kerukunan Hidup Beragama, Memilih Strategi Penanggulangan

Konflik dalam Masyarakat (Jakarta: Pusat Kerukunan Hidup Beragama

Departemen Agama, 2003).

Rahman, Budhy Munawar ,Islam Pluralis, Wacana Kesetaraan Kaum Beriman,

Paramadina, Jakarta, 2001

Ridla, Rasyid, al-Wahyu al-Muhamamdy, Bairut, al-Maktab al-Islamy

Sandra Kartika dan M. Mahendra (editor), Dari Keseragaman Menuju Keberagaman,

Wacana Multikultural Dalam Media, Lembaga Studi Pers & Pem-bangunan,

Jakarta, 1999

Robertson, Roland ,Sosiologi Agama, terjemahan, Tonis, Bandung 1985

Schuon, Frithjof, Islam & Filsafat Perenial, terjemahan Rahma-ni Astuti, Mizan,

Bandung,1993

Suparlan, Parsudi ,Kata Pengantar dalam Roland Robertson Ed. Agama dalam Analisa

dan Inter pretasi Sosiologi, Jakarta, Rajawali Press,1988.

Syarif, Nurrohman, Teologi Kerukunan, Pikiran Rakyat, 20 November 2013.

Syafii, Ahmad Konfigurasi dan Transformasi Kehidupan Agama. Jakarta, Balitbang

Depag. RI.,1991

Shihab, Alwi, Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama (Bandung: Mizan,

.

Sofyan, Muhammad, Agama dan Kekerasan dalam Bingkai Reformasi (Yogyakarta:

Penerbit Media Pressindo, 1999).

Seokamto, Soerjono, Pengantar Sosiologi (Jakarta: Rajawali Press,1982).

Tamara, M.Nasir (ed), Agama Dan Dialog Antar Peradaban, Para-madina, Jakarta, 1996

Tumanggor dkk., Rusmin, Konflik dan Modal Kedamaian Sosial (Jakarta: Balatbangsos

,Depsos RI dan Lemlit UIN, 2004).

Wildan, Dadan ,“Perjumpaan Islam dengan Tradisi Sunda”, Pikiran Rakyat, Rabu, 26

Maret 2003.

Widyawati, Siska Reflecting on Wali Songo’s understanding of pluralism, The Jakarta

Post, May 24,2008

Yusuf, Imtiyaz ,“Islam and Buddhism” dalam Catherine Cornille, ed., Inter Religious

Dialogue, West Sussex: John Wiley & Sons Ltd, 2013.

Yusuf, Imtiyaz, Islamic Theology of Religious Pluralism; Qur’an’s Attitude Towward

Other Religion, PrajnaVihara, Volume 11, Number 1, January-June 2010,

Assumption University Press

Website : http://www.religioustolerance.org/rel_tol3.htm diakses 13 Feb 2016

https://id.wikipedia.org/wiki/Gemeinschaft_dan_Gesellschaft , diakses 3 Oktober 2016

:http://www.thejakartapost.com/news/2015/01/02/yogya-second-intolerance-religiousbased-violence.htmldiakses 13 Maret 2015

:http://nasional.kompas.com/read/2016/02/10/12241461/Tingkat.Kerukunan.Beragama.

DKI.Jakarta.di.Bawah.Indeks.Rata-rata.Nasional diakses 24 April 2016

: http://www.thejakartapost.com/news/2016/02/11/more-harmony-muslim-minorityregions.html diakses 29 Feb 2016

https://pandejuliana.wordpress.com/2012/03/04/menyikapi-konflik-agama-dan-etnis-diIndonesia.




DOI: https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v14i1.1788

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Al-Tsaqafa has been indexed by :

                                

                                                                                       

..........................................................................................................................................................................................................................................

Alamat Redaksi:
Lt. 2 Gedung Fakultas Adab dan Humaniora
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. AH. Nasution No. 105 Cipadung Cibiru Bandung 40614
Telp. (022) 7810790 Fax. (022) 7803936

 

Free Hit Counters  

View My Stat

 

 

Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats