Masuknya Hermeneutika dalam Lingkup Ilmu Tafsir (Review atas Artikel Sofyan A.P. Kau)


Wahidatul Wafa(1*), Asep Supianudin(2)

(1) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
(2) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Pada awalnya, Tafsir dan Hermeneutik berawal dari tempat dan tradisi yang berbeda. Tafsir berawal dari belahan Timur Tengah khususnya jazirah Arab dan Hermeneutik berawal dari daratan Eropa. Tafsir muncul dalam tradisi keislaman dengan latar utamanya ada pada teks al-Quran, sementara Hermenutik lahir dalam tradisi nasrani denga latar utamanya teks bible. Namun dalam perjalanannya, antara Tafsir dan Hermeneutik mengalami “pertemuan” konsep yang hampir tidak bisa dielakkan. Pertemuan konsep ini dimungkinkan karena Tafsir dan Hermeneutik bekerja pada ranah yang sama, yaitu menjelaskan dan menafsirkan teks, walaupun teks-nya mempunyai sifat yang berbeda.

Para peminat kajian Hermeneutik termasuk hubungannya dengan Tafsir cukup banyak. Para peminat ini menumpahkan pemikirannya diantaranya melalui artikel yang dimuat pada beberapa jurnal ilmiah. Diantara artikel yang terpublikasikan adalah artikel yang berjudul “Hermeneutika Gadamer dan Relevansinya dengan Tafsir” karya Sofyan A.P. Kau pada Jurnal Farabi vol. 11 no. 1 Juni 2014. Artikel ini cukup menarik karena menyajikan suatu argumen adanya pertemuan salah satu teori dalam Hermeneutik dengan teori yang ada pada Tafsir.

Dan, artikel yang berjudul “masuknya Hermenutika dalam Lingkup Tafsir”adalah merupakan pembacaan ulang (review) atas artikel yang ditulis oleh Sofyan A.P Kau dengan judul Hermeneutika Gadamer dan Relevansinya dengan Tafsir.

Pemikiran-pemikiran Gadamer dalam Hermeneutik berpusat pada pemahaman melalui berbagai teori yang dikemukannya, ternyata memiliki titik kesamaan dan kemungkinan juga digunakan oleh para mufassir dalam menghasilkan tafsir Al-Qur’an dan Hadits. Teori-teorinya yang dirangkum dalam empat butir seperti  prasangka hermeneutik, lingkaran hermeneutika, “Aku-Engkau” menjadi “Kami” dan juga hermeneutika dialektis merupakan teori-teori yang juga digunakan dalam ilmu tafsir. Sehingga dikatakan bahwa hermeneutika dan tafsir merupakan tataran ilmu yang fungsinya sama yaitu menafsirkan

Keywords


Hermeneutika, tafsir, Gadamer

Full Text:

PDF

References


Prihartono. (2014). Hermeneutika Gadamer sebagai teknik analisis pesan dakwah. Jurnal Komunikasi Islam, 04, 144.

Kau, Sofyan. A. P. (2014). Hermeneutika Gadamer dan relevansinya dengan tafsir. Jurnal Farabi, 11.

Mulyono, D. (2013). Belajar Hermeneutika. Yogyakarta: IRCiSoD.




DOI: https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v14i1.1801

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Al-Tsaqafa has been indexed by :

                                

                                                                                       

..........................................................................................................................................................................................................................................

Alamat Redaksi:
Lt. 2 Gedung Fakultas Adab dan Humaniora
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Jl. AH. Nasution No. 105 Cipadung Cibiru Bandung 40614
Telp. (022) 7810790 Fax. (022) 7803936

 

Free Hit Counters  

 

 

Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

free hit counter View My Stats